Pewarta-Indonesia, Kolaka (11/02) – Ratusan nelayan dari dua desa di Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara mengepung kapal berbendera Panama yang sementara melakukan pemuatan tanah bahan baku nikel atau ore di perairan desa mereka. Aksi mereka tersebut sebagai protes terhadap perusahan pertambangan yang dinilai merusak lingkungan laut, sehingga mereka mengalami kerugian, dan juga tidak adanya ganti rugi atau konpensasi terhadap mereka.
Dengan menggunakan sampan dan perahu bermotor sekitar kurang lebih 30 unit, ratusan nelayan dari desa Tambea dan desa Hakatutobu tersebut, pagi tadi bukan untuk pergi melaut, melainkan melakukan aksi demonstrasi di perairan laut desa mereka. Aksi mereka sebagi protes terhadap beberapa perusahaan tambang yang beroperasi di daerah mereka, yang menurut mereka tidak peduli lingkungan dan tidak ada tanggung jawab sosial terhadap masyarakat nelayan sekitar.
Dalam aksinya mereka mengepung kapal asing Limay Star berbendera Panama yang sementara melakukan pemuatan tanah bahan baku nikel atau ore, mereka juga membakar ban bekas di atas kapal nelayan sembari menggelar poster yang berisi tuntutan mereka. Selain itu mereka juga menaiki kapal dan menghentikan aktifitas pemuatan kapal.
Menurut Jabir, kordinator aksi, mereka selama ini merugi karena tercemarnya laut mereka dari atifitas pertambangan dan pemuatan bahan baku nikel tersebut. Selain itu mereka juga menuntut ganti rugi dan konpensasi dari perusahaan karena mereka tidak lagi bisa mendapatkan hasil yang banyak dari tangkapan ikan dan budidaya hasil laut lainnya akibat sdimentasi lumpur dari aktifitas pertambangan tersebut.
Dalam aksi itu juga sempat terjadi ketegangan, seorang nelayan membalas lemparan dari salah satu kru kapal yang emosi melihat aksi para nelayan, beruntung pihak keamanan dapat menenangkan situasi sehingga keributan tidak berlanjut. Aksi nelayan berakhir setelah salah satu perusahaan bersedia berjanji akan berdialog dengan mereka.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|






















Mohon info dimana bisa Beli Regulator...
AWAS MUN TEU LULUS SIAH KEHED!!!!!!!
Up. Bapak Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc...
haaiii........ w dah penah liad mrek...
siapapun pemimpinnya selain mempunyai...