
Pewarta-Indonesia, KKT – Indikasi maraknya praktek illegal fishing di perairan Kabupaten Kepulauan Talaud (KKT) nampaknya masih akan terus berlangsung. Pasalnya Dinas Kelautan dan Perikanan setempat tidak memiliki armada kapal patroli untuk mengawasi perairan di wilayahnya.
Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan KKT Leida Dahlan. “Laut Talaud sangat luas, tetapi pengawasannya lemah karena belum ada kapal patroli,” keluh Leida.
Lemahnya pengawasan di perairan KKT merupakan suatu hal yang ironis mengingat praktek illegal fishing oleh nelayan asing sering terjadi. Leida mengaku pernah mendapat laporan dari seorang nelayan lokal di Pelabuhan Beo tentang adanya pamboat (kapal penangkap ikan) negara tetangga yang beroperasi. Tetapi pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk merespon laporan tersebut.
Leida menambahkan, meskipun tidak berbendara, namun pamboat asing dapat dikenali oleh nelayan lokal karena memiliki ukuran yang lebih panjang daripada milik nelayan lokal.
Namun demikian, bukan berarti Dinas Kelautan dan Perikanan KKT berpangku tangan untuk memerangi illegal fishing. “Armada kapal penangkap ikan (pamboat dan pajeko) bagi nelayan lokal telah ditambah,” ujar Leida.
Penambahan tersebut bertujuan untuk mengurangi praktek pencurian ikan oleh nelayan asing. Selain itu, pihaknya juga telah meminta bantuan kepada Departemen Kelautan dan Perikanan RI di Bitung untuk berpatroli di wilayah perairan KKT.
Sumber iamge: google.co.uk
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|























Bt d3 manajemen gmn?!bts l0w0ngn nya ...
Saya lulusan smk jurusan manajemen bi...
saya Arif Rakhman, lulusan S.Kep.Ns 2...
saya vivin setiawan,,, lulusan SMK ot...
SMS sekjend itu sudah diluar batas ke...