Pewarta-Indonesia, JAKARTA -Penasihat Presiden Adnan Buyung Nasution menyayangkan sikap Kepala Kepolisian RI Bambang Hendarso yang tidak bergerak cepat saat ada kecurigaan keterlibatan Kabareskrim Susno Duadji dalam kasus Bank Century."Kapolri paling baik nonaktifkan Susno Duadji dan Kapolri sendiri yang memeriksa Susno," kata Adnan usai pertemuan Tim Perumus Pimpinan sementara KPK dengan para pemimpin media massa, Jumat (25/9).
Jika polisi tidak mau, kata dia, KPK seharusnya yang mengusut. "Kenapa KPK diam saja. Apakah KPK sudah loyo? KPK masih berdiri. Masih ada dua orang lagi," kata dia.
Adnan Buyung Nasution juga menyayangkan wacana persaingan antara kepolisian yang kerap disimbolkan sebagai buaya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disimbolkan dengan cicak. "Kenapa dibiarkan cicak buaya berantem seperti ini," kata Adnan.
Seharusnya, kata dia, pemerintah dalam hal ini Kepala Kepolisian RI cepat-cepat menyelesaikan dan mengambil sikap tegas saat Kepala Badan Reserse Kriminal Susno Duadji dicurigai menerima uang atau hadiah.
"Dia (Susno) mengeluarkan surat yang mengizinkan keluarnya uang Century sehingga ada kecurigaan terhadap dia. Mengapa dibiarkan?" tanya Buyung lagi.
Karena lambannya tindakan tegas dari Kapolri, akhirnya timbul wacana di masyarakat kalau polisi ingin balas dendam pada KPK yang telah menyadap Susno. Wacana ini timbul saat Mabes Polri memeriksa dua pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto terkait dugaan penyalahgunaan wewenang. (tvone)
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|






















Mohon info dimana bisa Beli Regulator...
AWAS MUN TEU LULUS SIAH KEHED!!!!!!!
Up. Bapak Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc...
haaiii........ w dah penah liad mrek...
siapapun pemimpinnya selain mempunyai...