Pewarta-Indonesia, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit menilai usulan Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) untuk menaikan gaji presiden dan menteri tidak tepat. Alasan lebih besarnya gaji pejabat eselon satu yang merangkap komisaris BUMN daripada gaji menteri dianggap pikiran "dengkul".Dihubungi di Jakarta, Senin (26/10), Arbi mengatakan, sebaiknya presiden, menteri hingga anggota DPR menunjukan kinerja cemerlang daripada meminta kenaikan gaji. Sebab, permintaan itu hanya menguras keuangan negara. "Dalam kondisi saat ini tidak pantaslah. Kalau soal cemburu kenapa tidak sekalian cemburu sama Amerika," sindirnya.
Menurut dia, pejabat pemerintah bisa memaksimalkan fasilitas negara yang lebih dari cukup. Gaji presiden dan menteri bisa dinaikkan jika mereka telah menghasilkan kinerja yang baik. (Andhini)
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|






















Mohon info dimana bisa Beli Regulator...
AWAS MUN TEU LULUS SIAH KEHED!!!!!!!
Up. Bapak Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc...
haaiii........ w dah penah liad mrek...
siapapun pemimpinnya selain mempunyai...