Perusahaan Angkutan Pemulangan TKI Protes Keras Uji Coba Terminal Umum Bandara bagi TKI

Email Cetak PDF

Pewarta-Indonesia, TANGERANG - Kalangan pengusaha angkutan khusus pelayanan pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memprotes keras rencana pemerintah, yaitu Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemmenakertrans) untuk uji coba penggunan Terminal Penumpang Umum(TPU) (terminal 2) bandara Sukarno Hatta, Tangerang, Banten, bagi TKI, khususnya TKI Taiwan dan Hongkong pada February 2010.

Mereka juga memprotes rencana Kemmenakertrans yang akan menutup Gedung Pendataan Kepulangan TKI (GPKTKI) Selapajang, Tangerang, Banten. “Dengan TKI pulang ke daerah asalnya lewat Terminal Penumpang Umum (TPU), akan menambah permasalahan baru bagi TKI dan juga bagi pemerintah,” kata Humas Gabungan Pengusaha Pelayanan Pemulangan TKI (GP3TKI) Hanafi kepada Pewarta-Indonesia.com di GPKTKI, Selapajang, Tangerang, Provinsi Banten, baru-baru ini.

Permasalahan baru tersebut lanjutnya, yaitu TKI yang akan pulang ke daerah asal lewat TPU, akan menjadi ajang pemerasan bagi taksi gelap, calo-calo dan oknum yang tidak bertanggung jawab lainnya yang ada di TPU tersebut. Karena, kata Hanafi, tingkat kerawanan di TPU itu luar biasa, seperti di TPU tersebut masih banyak beredar, antara lain taksi gelap dan juga calo, baik itu calo taksi dan calo angkutan umum lainnya, porter liar, serta juga ojek motor.

“Angkasa Pura (AP) saja sebagai pengelola bandara tidak bisa “membersihkan” bandara Sukarno Hatta yang nota bene bandara udara internasional, dari aksi taksi gelap dan oknum calo lainnya yang tidak bertanggung jawab,” kata Hanafi yang juga sebagai pengelola perusahaan angkutan khusus pelayanan pemulangan TKI Koperasi Garuda Biru (KGB).

Dengan TKI pulang lewat TPU tambahnya, bisa saja TKI ditawari harga yang murah oleh taksi gelap, lalu dalam tengah perjalanan pulang ke daerah asal TKI, TKI dibius atau diancam diturunkan di tengah jalan jika tidak menyerahkan sejumlah uang. “Untuk itu, cobalah pemerintah mengkaji/mempelajari dahulu, apakah benar TKI lewat TPU sudah aman dan nyaman ? Jangan sampai dengan harga yang murah lewat TPU, tapi ujung-ujungnya membawa petaka buat TKI,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga harus konsisten dengan aturan yang dibuat terkait pemulangan TKI ke daerah asal TKI. Karena, kata Hanafi, perusahaan angkutan khusus pelayanan pemulangan TKI sebagai mitra pemerintah dalam pelayanan kepulangan TKI dari terminal khusus TKI (GPKTKI) ke daerah asal TKI, telah terikat dalam suatu nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI).

 “Semenjak adanya terminal khusus kepulangan TKI, mulai 1999 sampai sekarang, bertujuan untuk melindungi dan mengamankan TKI ke daerah asal TKI dan itu sudah melalui proses pengkajian, tapi anehnya malah mau ditutup,” kata Hanafi.

Sebagai mitra pemerintah tambahnya, pengusaha angkutan juga telah mengikuti prosedur pemerintah, baik ijin, jumlah kuota angkutan, sampai dengan peremajaan angkutan pemulangan TKI.  “Tolong pemerintah lihat sisi kebaikan kami (perusahaan angkutan pemulangan TKI), jangan lihat sisi kejelekkannya. Karena jika dilihat sisi jeleknya hanya segelitir/sedikit saja oknum operator angkutan TKI yang memeras TKI,” pinta Hanafi.

Menurutnya, selama ini ada pihak luar yang hanya menilai operator angkutan pemulangan TKI dari sisi jeleknya, tanpa memandang melihat sisi kebaikan dari operator angkutan TKI. “Kami juga mengantar pulang TKI bermasalah tanpa dipungut biaya atau gratis sampai ke rumah keluarga TKI tersebut,” jelasnya. (arman)

Comments
Add New
Yudi   |08-02-2010 20:23:51
Pak Hanafi terlalu berlebihan ! Dlm hal ini kemmenakertran tentunya punya alasan
yg sdh di perhitungkan
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

29 August 2008|6:20:04AM

 
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Buku PPWI

Bahasa Lainnya

English Chinese (Simplified) Dutch French German Indonesian

Foto Pewarta

  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta
  • Foto Pewarta

Beritahu Pewarta Lain

Masuk

Yang Terpinggirkan

Assimilated but Stateless
26/09/2009 | Redaksi Pewarta-Indonesia
article thumbnail

Di tanah Udik orang-orang kami beranak pinak
Tak kenal dunia luar, jadi petani nelayan di pedalaman [ ... ]


Konsultasi Kesehatan

Jalan Kaki Jinakan 9 Penyakit
20/01/2010 | Surya
article thumbnail

Pewarta-Indonesia, Studi dalam beberapa tahun terakhir semakin mengukuhkan bahwa berjalan tergopoh- [ ... ]


Warta Redaksi


ppwi_subang.jpg
Pewarta-Indonesia, Pengurus Daerah PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) Jawa Tengah saat ini sedang bersiap-siap untuk diresmikan oleh
atm_mesin.jpg
Pewarta-Indonesia, Dalam beberapa waktu terakhir muncul perbedaan pandang dan persepsi masyarakat atas penayangan secara gamblang tentang aksi
kredo_ilustrasi.jpg
Pewarta-Indonesia, “Aku torehkan sepenggal catatan di batu ini sebagai pertanda kehidupan yang seakan tiada khan berakhir di negeri tak
VIY 2009

Komentar Pewarta

Polling

Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 
Blogger

Statistik

Anggota : 724
Isi : 2687
Content View Hits : 350886

Pewarta Online

Iklan

Video Pewarta

Tabloid Explore Indonesia

  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia

Sehat & Bugar

Rokok Bisa Tingkatkan Resiko Katarak
20/01/2010 | Surya
article thumbnail

Pewarta-Indonesia, Kondisi lensa mata sangat berpengaruh pada tajamnya penglihatan. Jika lensa mata keruh, gambar yang tertangkap tidak jelas. Katar [ ... ]