Pewarta-Indonesia, Sekitarenam perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se-Jawa Barat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Perawat Rohani Islam Tingkat Provinsi Jawa Barat bertajuk "Diklat Warois sebagai wahana silaturahmi dan upaya meningkatkan profesionalitas Warois di Jawa Barat" yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (HMJ BPI) Periode 2009-2010 di Auditorium Utama UiN SGD Bandung, Rabu (3/3).
Menurut Romi, Ketua Pelaksana Diklat Warois menuturkan "Peserta yang mengikuti Diklat Warois ini berasal dari 6 RSUD. Ada delegasi dari Sumedang, Cianjur, Tasikmalaya, Bandung, Banjar, Ciamis, Purwakarta."
Meski kita mengundang semua RSUD yang ada di Jawa Barat, tapi yang berhasil datang cuma beberapa daerah. Diklat ini juga diikuti oleh seluruh mahasiswa Civitas Akademika UIN SGD Bandung dan undangan Perawat se-Jawa Barat.
"Kehadiran Diklat ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi antar perawat dan menindaklanjuti kesepakatan antara propinsi Jawa Barat dengan jurusan BPI dalam meningkatkan profesionalitas Warois," tegasnya.
Bagi Aep Kusnawan, Dosen BPI menjelaskan Keberadaan Warois ini sudah dari 2002, tapi pergantian kepemimpinan menjadi kendala estapeta program Warois ini.
Saat R Nuriana menjadi Gubernur Jawa Barat dan menyaksikan keberadaan pasen antara hidup, sembuh penyakit dan meninggal dunia tidak dideteksi secara medis spiritual, melainkan medis saja. "Upaya menjawab kegelisahan Nuriana) ini, maka lahirlah gagasan Perawat Rohani Islam yang diprakarsai Syukriadi Sambas dari Fakultas Dakwah UIN SGD Bandung," jelasnya.
Hal ini dibenarkan oleh Syukriadi Sambas dalam pemaparan sejarah berdirinya Warois, hingga terbentuknya Forum Warois Se-Jawa Barat, ungkapnya.
"Model Warois ini sekarang sudah ditiru dan dilaksanakan pemerintahan Sumatra Barat, sampai ke negara Malayasia. Kita perlu berbangga," tambahnya.
Namun, pergantian kepemimpinan menjadi kendala dalam menumbuhkan warois ini. Mudah-mudahan dengan diadakannya Diklat Warois ini menberikan semangat lebih dalam menyebarkan pentingnya Warois, tegasnya.
Kebutuhan spititual merupaakn kebutuhan yang sering ditemukan oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasainya. Tidak semua perawan mampu merespon kebutuhan tersebut karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan perawat dalam memenuhu kebutuhan spiritual, kata Inggiane Puspita Dewi.
Pengkajian aspek spiritual ini harus meliputi empat konsep klien tentang Tuhan, sumber kekuatan (harapan), praktek religius dan hubungan antara keyakinan spititual dengan status kesehatan, ujarnya.
Lilis Satriah menambahkan pentingnya Warios ini melalui tahapan pengkajian, diantranya; Menyapa pasien, Memperkenalkan diri, Menanyakan identitas Pasien, Mengintervensi ruhan pasien, Mencatat semua temuan, memberikan layanan dasar. "Tindak lanjut perawat saat bimbingan doa, akhlak dam ibadah. Untuk konseling pada pasien, keluarga pasien. Terakhir evaluasi perkembangan pasien,” jelasnya.
Dimata Isep Zaenal Arifin asuhan keperawatan spiritual harus bersifat; Pertama, Intuitif, Interpersonal. Kedua, Berpihak kepada kepentingan pasien. Ketiga, Ekspresi spiritual pasien, Perwat, Bidan. Keempat, Kesadaran tertinggi perawat terhadap realitas pasien. Kelima, Memenuhi kebutuhan spiritual pasien dan khas. Keenam, Tidak dapat tergantikan oleh askep apa pun.
Mengacu pada 6 rumusan itu, maka pesien beragama islam akan lebih tepat diberi asuhan keperawatan spiritual berbasis agama islam. yaitu Asuhan keperawatan Spiritual Muslim. "Dengan diberikannya asuhan keperawatan muslim ini maka kebutuhan spiritual dan out come spitual pasien akan terpenuhi," harapnya.
“Inilah pentingnya spiritual bagi perawat muslim,” kata Aep Kusnawan [Ibn Ghifarie]
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|






















Mohon info dimana bisa Beli Regulator...
AWAS MUN TEU LULUS SIAH KEHED!!!!!!!
Up. Bapak Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc...
haaiii........ w dah penah liad mrek...
siapapun pemimpinnya selain mempunyai...