Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Daerah Pemilukada Padang Panjang Rusuh, 300 Ribu Masa Demo KPU
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat & Sukses atas Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Presiden dan Wakil Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Muh. Jusuf Kalla pada tanggal 20 Oktober 2014. Semoga di bawah kepemimpinan beliau berdua, bersama-sama seluruh komponen bangsa, percepatan pencapaian tujuan bernegara Indonesia akan segera dapat dilaksanakan dengan baik dan lebih nyata.

Pemilukada Padang Panjang Rusuh, 300 Ribu Masa Demo KPU

KOPI, PADANG PANJANG – Dua orang pemabuk sengaja berbuat kerusuhan di salah satu TPS, dan sengaja menghadang kotak suara saat hendak dibawa dari TPS itu. Sedikittnya ada 7 orang yang diamankan oleh Sistem Pengamanan (Sispam) Kota yang dibentuk Polres Padang Panjang saat pelaksanaan perhelatan demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pimilukada) Walikota/Wakil Walikota Padang Panjang.


 

Tuju orang yang diamankan itu diduga sebagai otak dari aksi unjuk rasa yang digelar sekitar 3 ribu massa ke kantor KPU. Sehingga jajaran Dalmas dari Polres Padang Panjang diturunkan memblokir pergerakan massa. Namun karena tingkat emosi ribua massa makin meningkat, Kapolres Padang Panjang AKBP Djoni Hendra memerintahkan satuan Dalmas lanjutan dan satu unit alat water cannon (AWC) dikerahkan membubarkan paksa gerombolan pendemo.

Inilah awal mula simulasi yang digelar di Lapangan Bancah Laweh, Kamis (13/6) kemarin, yang menggambarkan proses tahapan penyaluran hak pilih di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) semulanya berjalan aman dan lancar. Namun jelang-jelang injuri time pencoblosan, sejumlah TPS mengalami gangguan yang cukup menghambat kelancaran proses Pilkada di kota di kota yang berawah sejuk itu.

“Rangkaian simulasi tersebut, menggambarkan bahwa pihak kami dari satuan pengamanan akan memberikan tindakan tegas dan cepat untuk kelancaran proses Pilkada di kota ini. Untuk itu, kami mengimbau agar seluruh masyarakat agar dapat secara bersama menjaga kemanan dan kelancaran proses pemilihan kepala daerah pada Juni mendatang,” ungkap Kapolres Padang Panjang AKBP Djoni Hendra.

Dir Sabara Polda Sumbar Kombespol Agus Ria Iriawan menilai secara umum kesiapan jajaran Polres Padang Panjang didukung satuan gabungan lainnya, lebih baik dibandingkan dengan Kota Sawahlunto yang baru saja usai melaksanakan Pilkada. Agus menyebut Sispam Kota yang dibentuk Polres Padang Panjang sangat sistematis dan tertata dengan baik. Namun demikian, pihaknya tetap melihat beberapa hal yang harus menjadi perhatian dan sebagai bahan evaluasi bersama.

Khususnya dalam penanganan kerusuhan demo, Agus menegaskan pemanfaatan satuan Dalmas harus lebih dimaksimalkan. Meski secara prinsip diketahuia Polres Padang Panjang terkendala dengan keterbatasan personil, namun hal itu dapat diantisipasi melalui koordinasi bersama Polres tetangga untuk siap membeckup.

“Dalmas harus siap secara baik dalam menanggapai seluruh bentuk kerusuhan dengan perlatan yang lengkap sebagai mana menstinya. Di antaranya, Dalmas harus dilengkapi senjata laras licin (peluru karet dan peluncur gas air mata) serta kelengkapan alat pemadam api ringan (APAR),” tuturnya sembari menyebut akan membantu satu unit AWC dari Polda Sumbar selama pengamanan Pilkada nantinya.

Sementara Kabiro Ops Polda Sumbar, Kombespol Suwardi dalam evaluasinya menambahkan, “Jika terjadi demo, dalam pengamanan nanti tidak hanya terfokus pada kerumunan massa,” diimbaunya

Diingatkan, pihak pengamanan juga harus melibatkan aparat Provos yang bertugas memantau tindakan aparat yang keluar dari ketentuan.

“Penanganan kerusuhan terutama aksi demo, kami mengingatkan harus melibatkan Provos yang menghadap pada barisan Dalmas. Ini berfungsi mengawasi tindakan anggota yang tidak sesuai dengan batasan tindakan pengamanan,” tutur Suwardi mengingatkan sembari mengatakan tidak ingin kegiatan simulasi berujung pada kejadian sebebarnya pada Pilkada nantinya. (ce)

 


Artikel Lainnya:

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.