Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Daerah Diduga, Proyek Bangunan Bansos SMAN 5 Kec. Pinggir Sarat KKN
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat & Sukses atas Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Presiden dan Wakil Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Muh. Jusuf Kalla pada tanggal 20 Oktober 2014. Semoga di bawah kepemimpinan beliau berdua, bersama-sama seluruh komponen bangsa, percepatan pencapaian tujuan bernegara Indonesia akan segera dapat dilaksanakan dengan baik dan lebih nyata.

Diduga, Proyek Bangunan Bansos SMAN 5 Kec. Pinggir Sarat KKN

KOPI, Duri, Riau - Tidak hanya satu jalan dunia pendidikandi Indonesia ini guna mencari peluang untuk kepentingan pribadi alias KKN. Oknum-oknum tertentu sebagai kepala sekolah sangat berpeluang untuk menciptakan strategi agar terlaksananya cita-cita KKN tersebut. Padahal pemerintah terus menggalakkan dunia pendidikan bersih dari KKN dan lebih maju selangkah dari Negara-negara lain di dunia, akan tetapi bagi oknum-oknum kepala sekolah kemajuan pendidikan itu bukan yang penting didalam hidupnya (tidak semua kepala sekolah mementingkan pribadi).

Dua proyek fisik BANSOS yang berbeda masa pelaksaannya, pembangunan ruang kelas baru tahun 2012 dan pembangunan ruang laboratorium + perpustakaan SMA Negeri 5 Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis Riau, dana yang bersumber dari APBN-P tahun 2012 senilai 400 juta yang di salurkan melalui Bantuan Sosial (BANSOS) guna pembangunan suakelola Sekolah SMAN 5 Kecamatan Pinggir Kab. Bengkalis Provinsi Riau, diduga sarat “Korupsi Kolusi dan Nepotisme” proyek pembangunan yang di jadwalkan 3 bulan masa kerja atau 90 hari kerja, dimulai bulan Februari sampai dengan bulan April 2013 yang di kerjakan oleh keluarga (Kepala Sekolah) yang melibatkan suami dari kepala sekolah SMAN 5 Pinggir sampai bulan Juni 2013 belum selesai di kerjakan.

Kepala sekolah disinyalir tidak mengerti tentang proyek suakelola sekolah, sehingga melibat pihak keluarganya sendiri ( suami ). Lebih parahnya lagi, kepala sekolah juga melibatkan Ketua Komite Sekolah sebagai perwakilan dari pada orang tua siswa di sekolah tersebut (SMAN% Pinggir), akan tetapi Ketua Komite Amir (46) tidak pernah tau soal proyek fisik SUAKELOLA pembangun lokal maupun laboratorium dari BANSOS yang dipertanyakan wartawan media ini.

Kepala SMANegeri 5 Kecamatan Pinggir Dra. Lismawati membenarkan hal itu terjadi, bahkan Lisma menyampaikan kepada wartawan mengenai suaminya “Saya yang mengikutsertakan Suami saya dalam pembangun proyek tersebut", seolah-olah sekolah SMAN5 Kec. Pinggir adalah milik keluarga. Lismawati juga mengatakan "Saya yang menandaitangani MoU (Memorandum of Understanding) di Jakarta, tentu juga saya yang mengerjakannya proyek SUAKELOLA ini, dan suami saya, saya libatkan dalam pengerjaan dilapangan.

Disinggung mengenai proyek fisik SUAKELOLA (Pembangunan Lokal) yang bersumber dana dari APBN, yang penyalurannya melalui BANSOS, Lismawa langsung terdiam.

“Jangan di pertanyakan lagi mengenai lokal yang sudah siap, bahkan sudah di gunakan untuk belajar siswa”.

Jelas Lisnawati, seakan-akan bantuan pemerintah untuk SMAN 5 Kec. Pinggir Kab. Bengkalis Provinsi Riau yang sudah berlalu dianggap kadaluarsa oleh Kepala Sekolah, dan tidak boleh di ungkit-ungkit lagi walaupun ada kejanggalan atau penyimpangan. Disinggung juga siapa pengawas proyek ini? oleh Wartawan Media ini, Lismawati mengataka.

“Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis sudah tau, dan sudah turun Lapangan”, ungkap Lisnawati sambil berlalu menuju kelas. MS (PPWI-inewspos.com)


Artikel Lainnya:

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.