Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Daerah Tempat Maksiat Berkedok Panti Pijat Marak di Pekanbaru
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Tempat Maksiat Berkedok Panti Pijat Marak di Pekanbaru

KOPI, PEKANBARU - Sejak lokalisasi ditutup, tempat maksiat berkedok panti pijat berkembang bak cendawan tumbuh di tengah-tengah kota, bahkan berdampingan dengan rumah masyarakat yang secara otomatis menganggu ketenangan dan kenyamanan warga.

Budi, salah seorang warga khawatir dengan perkembangan tempat maksiat tersebut. "Kita melihat perkembangan tempat maksiat sangat bebas berkembang di Kota Pekanbaru, Padahal Pekanbaru memiliki landasan menjadi kota Agamis beradatkan Melayu, namun tempat maksiat tetap terus berkembang," tutur Budi, kemarin.

Hal senada juga di sampaikan Willi (45) warga Pekanabaru, selama ini ia melihat banyak tempat pelacuran yang berkedok panti pijat. "Saya meminta pada pemerintah betul-betul memperhjatikan tempat panti pijat," katanya.

Sementara itu Anggota Dewan Perwakilan Raknyat (DPRD) Provinsi Riau, Ayat Cahyadi, mengatakan, landasan kota Pekanbaru iman dan taqwa, Pekanbaru seharusnya bersih dari tempat maksiat. "Untuk itu pemerintah sebaiknya cepat menanggapi permasalahan ini," tutur Ayat Cahyadi.

Ayat, menduga praktik tempat maksiat terselubung itu sering dilakukan di wisma, panti pijat, dan tempat hiburan, maupun yang beroperasi ditengah-tengah masyarakat. "Jadi masalah ini perlu dilakukan razia rutin," jelas Ayat Cahyadi.

Kata Ayat, dengan diterbitkannya peraturan daerah (perda) tentang ketertiban umum dan tempat hiburan, izin yan diberikan benar-benar terlaksana dengan baik, bila toh ternyata menyimpang dari apa yang sudah ditentukan tindakan tegas diberlakukan.

"Langkah pertama itu, presentif, contohnya ketika mengeluarkan izin harus betul-betul selektif sesuai dengan Perda, dan operasi razia rutin berjalan. Itu jelas dalam Perda dibunyikan misalnya bilyard, tidak berdiri ditengah tempat ibadah dan sekolah, jadi harus dipatuhi, kemudina begitu pula dengan panti pijit untuk tuna netra sebainya begini, tapi bila ada ada pijit Plus- plus, dibiarkan terus berkembang ditengah masyarkat menjadi praktik mesum perlu benar benar ditindak," tegas Ayat Cahyadi.

Menurutnnya, dengan aspirasi yang diampaikan masyarakat itu, menjadi tolo ukur bahwa Perda tidak berjalan. Ayat menyimpulkan, apa yang disampaikan masyarakat itu, pemerintah harus bertindak tegas dan merespon. "Pemerintah bersikap tegas, dan merespon aspirasi masyarakat, tentang perizinan dan pelaksaan tempat-tempat yang disinyalir dijadikan tempat maksiat terselubung," Jawab Ayat Cahyadi.

Ayat menilai, Pembangunan kota Pekabaru, tidak hanya fisik, seperti jalan diperbaiki dan lain-lain sebagainya yang diprioritaskan, tetapi yang utamanya moral. "Tidak ada artinya pembagunan fisik diutamakan, toh moralitas merosot. Karena misi dan visi kota Pekanbaru adalah moral," cetusnya.

Lanjutnya, untuk semua agama yang ada di Indonesia, terutama di Peknabaru, tadak ada yang mendukung praktik maksiat. "Pembinaan Tokoh-tokoh agama ditengah masyarakat Pekanbaru akan tercemat kalau tempat maksiat masih menggurita yang tersebar dimana- mana, contohnya Pekanbaru," tambahnya. (Anhar Rosal)

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.