Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin Banten

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Statistik
Anggota : 6396
Isi : 10405
Content View Hits : 4759964
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Daerah Memprihatinkan, Bungpis Dijadikan Arena Pacaran Pelajar

Memprihatinkan, Bungpis Dijadikan Arena Pacaran Pelajar

KOPI, Jepara - Bendungan Kembung Kempis (Bungpis) desa Gerdu kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara sering dijadikan arena pacaran atau kongkow-kongkow para pelajar. Mereka datang ke Bendungan ini pada jam-jam istirahat dan pulang sekolah, bahkan kadang-kadang merekapun datang pada jam aktif pelajaran. Meskipun mereka tidak menimbulkan keresahan pada warga sekitar, namun jika hal ini dibiarkan akan membuat citra buruk pendidikan di bumi kartini. Di Bendungan yang memang merupakan tempat wisata murah ini mereka bersendau-gurau bersama-sama, namun satu dua pasangan ada yang mojok sendiri mencari tempat yang sepi.

“Kadang-kadang karena saya tidak kuat melihat ulah mereka yang mojok di semak-semak saya usir mereka dari lokasi bungpis ini, saya tidak ingin tempat ini dijadikan arena mesum,“ tutur Harun yang rumahnya tidak jauh dari Bungpis.

Dikatakan oleh Harun, Bungpis merupakan tempat wisata murah bagi warga desa Pecangaan dan sekitarnya. Selain tidak dipungut biaya suasananya juga cukup teduh untuk beristirahat. Oleh karena itu jika hari Minggu atau libur tempat ini cukup ramai dengan kedatangan warga untuk sekedar beristirahat melihat pemandangan disekitarnnya. Kebanyakan mereka itu para remaja yang sedang memadu kasih dan berpacaran, sehingga kedatangan mereka kebanyakan berdua dengan pasangannya.

Selain itu banyak pula para pelajar yang memanfaatkan tempat ini untuk bertemu dan juga membahas kegiatan, ketika hari libur. Hal ini sudah dianggap biasa oleh warga sekitarnya. Namun yang membuat geram warga, adalah ketika jam-jam pelajaran berlangsung banyak pelajar yang masih memakai seragam sekolah yang datang berpasang-pasangan dari sekolah yang berbeda.

Di tempat ini, selain duduk–duduk berduaan di pinggir bendungan, kadang-kadang mereka mojok mencari tempat yang sepi untuk berdua-duaan dan melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Jika warga sekitar ada yang tahu perbuatan mereka itu, warga tak jarang mengusir mereka dari tempat itu. Namun demikian karena tidak adanya pengawasan oleh petugas inilah, maka Bendungan ini sering dijadikan pacaran oleh pelajar dengan cara sembunyi-sembunyi.

“Saya harapkan ada petugas entah dari Dinas Pendidikan atau instansi lainnya yang memantau tempat ini jika jam belajar berlangsung , sehingga para pelajar yang membolos larinya tidak ke sini kami semua warga juga risih melihat ulah mereka itu,“ ujar seorang warga desa Gerdu yang tidak mau disebutkan namanya.

Fatkhul Muin, Pengelola Blog Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.for-Mass.Blogspot.com)


Artikel Lainnya:

 

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.