Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta
            Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online
None

Komentar Warga

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Remaja Kuningan Gagas Gerakan Gemar Bers.....
22/02/2013 | Andri Ana

KOPI, Kuningan – Untuk mengurangi kenakalan remaja di jalanan, memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan olahraga bersepeda. Hal tersebutlah yang dirintis oleh beberap [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 6164
Isi : 8596
Content View Hits : 2861252
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini3263
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin6413

Warga Online : 72
IP Kamu : 50.17.109.248
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Daerah Mahasiswi Unindra Menghilang

Mahasiswi Unindra Menghilang

KOPI, Air mata pasangan Bagio dan Saliah tak berhenti mengalir saat teringat tentang keberadaan anak bungsunya, Ati Surjani, mahasiswi Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ati menghilang saat dia hampir menyelesaikan semester akhir di kampusnya jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA).

Ati menghilang hampir bertepatan dengan waktu pelaksanaan wisudanya pada 23 Mei 2009 lalu. Namun, Ati dapat ditemukan orang tuanya di sebuah rumah yang diduga menjadi tempat berkumpulnya anggota organisasi Negara Islam Indonesia (NII) di Jalan Poncol, Kelapa Dua Depok. Ati menghilang sebelas hari hingga akhirnya kembali pulang ke rumahnya. Tak lama, Ati pun kembali menghilang pada akhir November 2009 dan tak kembali hingga kini.

Menurut ibunda Ati, Saliah, anaknya tersebut mulai berubah semenjak seringkali mengikuti pengajian di Kelapa Dua tersebut setiap dua kali dalam satu minggu. Perubahan tersebut terjadi secara drastis dari sosok Ati yang lembut hingga selalu kasar dan melawan.

"Kalau dulu anaknya lembut, begitu sering ikut pengajian jadi beda, lama-lama berontak, keras, melawan. Wisuda dia nggak ikut, tapi untung skripsi selesai, bahkan IPK nya hampir sempurna 3,67. Setiap Sabtu katanya pertemuan Agung, mengaji hari Rabu, di dekat (Uiversitas) Gunadarma, Kelapa Dua," kata Saliah di rumahnya di Kampung Perigi RT 004/06 Kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (9/5/2011).

Awal mulanya, kata Saliah, anaknya diajak oleh teman satu kampusnya untuk mengikuti pengajian tersebut. Sebagai orang tua, lanjutnya, tentu tak dapat melarang melihat anaknya berniat menjadi wanita saleha.

"Siapa sih orangtua yang bisa melarang anaknya ikut pengajian. Selama itu tak menyimpang dan positif, saya izinkan. Ternyata Ati tidak kembali sampai sekarang. Saya mulai curiga saat Ati berubah dari sikapnya maupun dari cara berpakaiannya yang serba tertutup, hanya tak pakai cadar," tuturnya.

Keanehan Ati juga terlihat saat ia seringkali mengungkapkan kebencian terhadap Amerika Serikat. Tak hanya itu, Ati juga sering berkata tak percaya dengan pemerintah Indonesia.

"Bagi Ati, presidennya bukan Susilo Bambang Yudhoyno katanya, terus saat melihat ada teror bom, atau ada korban ledakan bom dia senang betul, sampai tepuk tangan," tandasnya.

 

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


Artikel Lainnya: