Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Daerah Warung Remang Pangku Beroperasi di Tol Suramadu
DIRGAHAYU PERSATUAN PEWARTA WARGA INDONESIA (PPWI), 11 NOVEMBER 2007 - 11 NOVEMBER 2014, SENANTIASA TEKUN BELAJAR DAN BERKARYA BAGI PENCERDASAN BANGSA-BANGSA DI NUSANTARA DAN SEANTERO BUMI BRAVO PPWI... BRAVO INDONESIA... BRAVO PEWARTA WARGA...!!!

Warung Remang Pangku Beroperasi di Tol Suramadu

KOPI, Tanpa sengaja (02/11) Tim menemukan salah satu warung berubah fungsinya. Saat sedang menelusuri jalan di area Tol Suramadu (Jembatan Tol Surabaya - Madura) tim Pewarta melihat warung yang agak aneh... Anehnya, di situ ada tiga waria, lima pelayan wanita bahkan ada keamanannya tapi bukan aparat melainkan preman setempat. Agar tahu lebih banyak info, tim masuk ke warung itu sebagai pengunjung. Dugaan tidak meleset, lokasi di jalan Tambak Wedi depan sebuah Sekolah Dasar Negeri bukan semata-mata warung seperti pada umumnya.

Warung itu menyediakan arena minum-minuman dan juga ajang prostitusi terselubung, saat tim berpura pura kebelakang juga menemukan sebelah warung dibuat seperti kamar terbuat dari bambu sekilas memang tidak terlalu mengundang perhatian karena tidak ada bedanya dengan warung warung pada umumnya.

Tapi kalau ingin tahu badanya maka harus masuk, tim ketika itu memesan minuman teh lalu pelayannya masuk kedalam tak selang berapa lama pelayan kembali dengan membawa satu botol kecil dan disodorkan, tim masih heran pesan teh tapi diberi satu botol yang didalamnya ada cairan putih bening tanpa bertanya tim mencoba membuka tutup botolnya. saat dibuka tim agak terkejut ada suara mendesis reaksi minuman dengan kadar alkohol tinggi, ternyata dugaan tim benar itu adalah minuman oplosan.

Kalau pengunjung yang suka minum katanya namanya ”Cukrik” sebutannya, baunya sangat menyengat sekali. minuman ini dilarang beredar karena oplosan jalas tidak ada ijinnya. lalu tim memanggil pelayannya lagi dan mengatakan kalau kita pesan teh bukan minuman itu, dengan lembut dan manja sedikit merayu pelayan itu mengatakan maaf mas saya kira minta ituseperti yang lain sambil merangkul pundak tim dengan mesra. informasi yang tim terima pemilik warungnya seorang waria.

kemudian sambil minun teh dan menyulut sebatang rokok tim melihat dan mengamati pengunjung yang datang rata rata kebanyakan masih muda dan ada yang menarik menurut tim ada salah seorang pengunjung ditemani pelayan yang pelayannya duduk diatas pengunjungnya. wah..wah...enak tenan guman tim dan pengunjung itu dengan leluasa memasukkan tangannya dibalik baju pelayan warung itu. Makanya sampai sekarang tidak ada aparat yang mau menertibkan lha wong enak kok.

Setelah dirasa cukup tim meluncur ke tempat lain mencari informasi tambahan di sekitar lokasi paling dekat dengan warung ada petugas pintu tol suramadu Dinas Jasa Marga. Setelah menyapa dan memperkenalkan diri lalu bertanya pada petugas yang tidak mau disebutkan namanya tentang sajauh mana dia tahu keberadaan warung remang itu? Beliau mengatakan bahwa keberadaan warung itu sudah lama dan semua orang tahu kalau warung itu digunakan untuk ajang prostitusi dan minum minuman oplosan.

Pernah ada kejadian ada seorang pengunjung warung itu jatuh saat pulang akan masuk ke tol pas di depan pintu tol tiba tiba jatuh sendiri mungkin karena sangat mabuk berat sehingga tidak menguasai sepedanya lalu orang itu berdiri sendiri sambil ngomel-ngomel dan nyelonong masuk pintu tol tanpa membayar karcisnya. Menurutnya ada yang membekingi warung itu dari unsur oknum dan preman setempat makanya warungnya aman aman saja karena warga tidak berani melaporkannya bahkan katanya pernah diliput oleh salah satu media namun tetap aja berdiri tegak. Pasti yang membekingi orang kuat kalau tidak sudah sejak lama pasti di bubarkan, imbuhnya.

Ketika ditanya harapanya dengan adanya warung ini beliau mengatakan sebaiknya warungnya dibongkar saja karena menurutnya tunggu apalagi, nanti kalau tambah banyak malah semakin sulit ditertibkan terus mau jadi apa tol suramadu akibatnya tol suramadu terkenal bukan sebagai jembatan penghubung surabaya-madura melainkan dikenal sebagai tempat ajang prostitusi terbuka.

Dipantau di lapangan seringkali mobil patroli polsek setempat keliling area suramadu jadi sangat tidak mungkin kalau aparat tidak tahu dengan keberadaan warung pangku ini, bahkan kesannya seperti tutup mata alias tidak mau tahu. kembali pada kemauan warga masyarakat sekitar dan khususnya aparat yang berada dilapangan dalam menyikapi masalah ini mau dijadikan apa tol suramadu kedepannya.

Tim pewarta

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.