Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Daerah Proyek Menakertrans di Kalteng Diduga Tak Sesuai RAB
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Proyek Menakertrans di Kalteng Diduga Tak Sesuai RAB

KOPI - Proyek pembangunan rumah industri pupuk organik Granula di Lamunti B1 Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah diduga dikerjakan asal-asalan, tak sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Pasalnya, berdasarkan pantauan Pewarta Indonesia proyek Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (MENAKERTRANS) yang menelan dana sebesar Rp 1 Miliyar lebih, yang dibangun oleh kontraktor pelaksana CV. CANDRABAGA LESTARI pada tahun 2011 lalu, banyak menggunakan bahan material kayu non kelas yang kualitas mutunya dibawah standar spesifikasi teknis.

Hal itu, terlihat jelas dari bahan kayu yang digunakan untuk membuat rangka atas dan tiang bangunan, yang seharusnya menggunakan kayu kelas atau ulin ternyata dipasang kayu hutan (kayu non kelas).

Menurut informasi yang kami himpun, kayu non kelas harganya hanya Rp 900 ribu per-meterkubik. Sedangkan kayu kelas bias mencapai Rp 2 Juta per-meterkubik. Sejumlah warga memprediksi bangunan ini, usia tak akan bertahan lama.

Sementara pihak pelaksana proyek, hingga berita ini dimuat. tidak bisa dikonfirmasi karena selau tidak berada ditempat.

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.