Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Daerah Perekrutan Anggota Satpol-PP Kabupaten Tangerang Sarat Pungli, Bupatinya Tidur
DIRGAHAYU PERSATUAN PEWARTA WARGA INDONESIA (PPWI), 11 NOVEMBER 2007 - 11 NOVEMBER 2014, SENANTIASA TEKUN BELAJAR DAN BERKARYA BAGI PENCERDASAN BANGSA-BANGSA DI NUSANTARA DAN SEANTERO BUMI BRAVO PPWI... BRAVO INDONESIA... BRAVO PEWARTA WARGA...!!!

Perekrutan Anggota Satpol-PP Kabupaten Tangerang Sarat Pungli, Bupatinya Tidur

KOPI, TANGERANG - Perekrutan untuk anggota satuan polisi pamong praja (SAT POL PP), dikabupaten Tangerang sarat dengan praktek pungutan liar atau lebih tenarnya PUNGLI. Hal ini terjadi karena ulah dari oknum-oknum petugas yang notabene adalah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang masih menjabat sebagai anggota kesatuan polisi pamong praja di Kabupaten Tangerang.

 

Menurut keterangan dari berbagai narasumber, baik yang berstatus masih sah sebagai pegawai ataupun yang sudah berstatus bukan pegawai, bahwa dalam perekrutan untuk anggota satuan polisi pamong praja, dilakukan secara tertutup serta sistem untuk melamarpun sangat ganjil, sistem perekrutan menggunakan metode harus ada orang dalam yang bawa.

Serta untuk setiap orang yang hendak melamar sebagai anggota polisi pamong praja di Kabupaten Tangerang, dipatok biaya masuk per orang sebesar 10 juta rupiah. Ironis rasanya ketika perekrutan yang seharusnya dilakukan secara terbuka guna informasi untuk setiap warga negara yang hendak mengabdi kepada negaranya untuk menjadi satuan penegak Perda, justru dijadikan azas manfaat guna memperkaya diri semata agar kantong korupsi penuh dengan uang haram.

Ketika dikonfirmasi salah satu anggota sat pol pp yang masih aktif mengatakan, ”Saya dulu masuk menjadi anggota sat pol pp di Kabupaten Tangerang ini bayar sepuluh juta rupiah mas (red-wartawan), sampeyan juga bisa jadi anggota satuan di sini, asal ada duit 10 juta rupiah juga langsung jadi, saya dulu dibawa sama Pak Asep, kalau tidak salah beliau menjabat sebagai Sekdis Pol PP atau apa gitu, prosesnya pun tidak terlalu susah kok, kebetulan dulu Pak Asep ngontrak rumah di kampung saya, dan saya ditawari sama Pak Lurah saya untuk jadi Pol PP, tapi ya gitu harus ada dana sepuluh juta rupiah,” ungkap anggota Polisi pamong praja yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan.

Masih menurut sumber yang sama, untuk biaya masuk bisa diangsur, ”Saya dulu bayar empat juta rupiah dulu, terus sisanya dibayar setelah bekerja, cuma gajinya kecil, hanya 500 ribu setiap bulanya, oh ya mas (red-wartawan), informasi ini jangan sampai menyebar ya, apalagi ke wartawan, takut orang dalamnya marah,” jelas sumber ini menyebutkan Di sisi lain, sebut saja SM mantan anggota satuan polisi pamong praja Kabupaten Tangerang, yang merasa kecewa karena merasa dibohongi oleh salah satu oknum pegawai yang menjanjikan gaji besar dengan menjadi anggota sat pol pp juga. SM merasa kecewa karena upah yang diterima ketika masih bekerja tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan sebelum dia menjadi anggota satuan Pol PP. SM pun juga menyerahkan uang sebesar 10 juta kepada CC, ketika hendak melamar menjadi anggota satuan polisi pamong praja di Kabupaten Tangerang. Karena rasa kekecewaan SM terkait janji CC yang menjanjikan gaji besar, SM mengundurkan diri dan minta uangnya kembali, tapi CC hanya mengembalikan uang sebesar 2 Juta Rupiah saja dari uang yang disetorkan sebesar 10 juta rupiah.(SURYA/007)

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.