Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Jikalahari Lapor ke Kapolri : 100 Hari Kinerja Polda Riau Terkait Kasus Hukum Corporate Kehutanan

KOPI, Pekanbaru Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengkrititasi kinerja 100 hari Kapolda Riau, Irjen Nandang yang dianggap melempem dalam melanjutkan penanganan kasus-kasus lingkungan yang diduga melibatkan sejumlah korporasi/perusahaan.

Itu diutarakan oleh Wakil Koordinator Jikalahari Made Ali dalam media briefing yang digelar di salah satu hotel berbintang dibilangan Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Rabu (13/12/2017) siang. Bahkan Made mengatakan kalau Irjen Nandang takut menetapkan korporasi sebagai tersangka.

Jikalahari mendesak kepada Kapolri Tito Karnavian mengevaluasi kinerja Kapolda Riau Irjen Pol Nandang terkait penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan. Hari ini tepat 100 hari Irjen Pol Nandang menjabat Kapolda Riau menggantikan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Saat serah terima jabatan pada awal September 2017, Irjen Pol Zulkarnain berpesan agar Irjen Pol Nandang meneruskan proses hukum atas pemeriksaan sejumlah perusahaan yang diduga melanggar UU lingkungan hidup dan kehutanan. Ini terkait 33 korporasi yang dilaporkan Koalisi Rakyat Riau (KRR) dan Jikalahari yang beroperasi dalam kawasan hutan tanpa memiliki izin. “Sejauh ini baru dua yang naik ke penyidikan, tetap diproses dan upayakan kenakan kepada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), ada ahli PPATK,” kata Zulkarnain[1].

Saat Zulkarnain menjabat sebagai Kapolda Riau, dari 33 korporasi yang dilaporkan KRR dan Jikalahari, sudah 4 korporasi yang masuk dalam penyelidikan dan dua diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka yaitu, PT Hutahean dan PTPN V. Sisanya masih dalam penyelidikan.

Di era Nandang sebagai Kapolda Riau, belum ada perkembangan terkait kelanjutan penyelidikan terhadap 33 korporasi tersebut. “Penyelidikan dan penyidikannya seperti dibiarkan stagnan begitu saja oleh Kapolda Riau. Ada apa ini?” kata Made Ali, Wakil Koordinator Jikalahari, “semestinya Kapolda Nandang secepat kilat menetapkan 33 korporasi sebagai tersangka dan secepat kilat pula menyerahkan berkasnya ke kejaksaan. Sebab Nandang pernah menjabat Wakapolres di Inhil dan Bengkalis, Ditlantas Polda Riau dan Paban Reda Polda Riau 17 tahun lalu. Apalagi di media, Nandang berkoar-koar sudah tidak asing lagi dengan kondisi Riau. Tapi kenapa Nandang takut menetapkan korporasi sebagai tersangka?”

Selain 33 korporasi sawit, Jikalahari bersama Koalisi EoF juga telah melaporkan 49 korporasi diduga pelaku kebakaran hutan dan lahan pada 2015. Laporan ini diserahkan pada Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain pada 18 November 2016[2].  Saat menerima laporan tersebut, Zulkarnain didampingi Dir Intelkam AKBP Jati Wiyoto Abhadie, Wadireskrimsus AKBP Ari Rahman Nafarin, Kabid Hukum AKBP Denny Siahaan SH, Kabid Operasional Kombes Abdul Hafidh Yuhas. Kapolda Riau Zulkarnaen berterimakasih atas informasi laporan kepada pelapor dan laporan tersebut akan menjadi data untuk penyidik Polda Riau.

Kapolda Zulkarnain memerintahkan Wadireskrimsus, Ari Rahman untuk memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada Pelapor (EOF). Kapolda Zulkarnain meminta kepada jajarannya, setidaknya satu perusahaan sawit dan HTI yang benar-benar kesalahan telak untuk bisa disidik sampai ke P21. Ari rahman mengatakan bahwa dugaan kasus karhutla ini akan ditanngani di divisi IV di Direskrimsus. “Sampai detik ini, Jikalahari belum menerima SP2HP dan perkembangan status penyelidikan dan penyidikan 49 korporasi tersebut. Berani nggak Irjen Pol Nandang menetapkan 49 korporasi tersebut sebagai tersangka?” kata Made Ali.

Di luar laporan 33 dan 49 korporasi, perkembangan penyidikan PT Sontang Sawit Perkasa dan Penyelidikan PT Andika Permata Sawit Lestari serta pidana terhadap pekerja PT APSL yang menghalang-halangi staff KLHK saat melakukan penegakan hukum pada 2016, juga belum ada perkembangan penegakan hukum di era Irjen Pol Nandang.

“Kami juga menantang keberanian Irjen Pol Nandang melanjutkan kembali penyidikan terhadap 15 korporasi pembakar hutan dan lahan pada 2015,” kata Made Ali.


Akibat lambannya Kapolda Riau melakukan penegakan hukum terhadap 33 dan 49 korporasi kembali ditemukan hotspot di areal konsesi korporasi tersebut:

Data satelit Terra – Aqua Modis dengan confidence 0 – 100 % menemukan ada 295 hotspot dalam konsesi 49 korporasi diduga pelaku pembakar hutan dan lahan pada 2015. Dengan confidence >70 %, ada 32 titik yang berpotensi menjadi titik api sepanjang November 2016 hingga Oktober 2017.

Untuk hotspot dalam areal 33 korporasi sawit yang beroperaasi dalam kawasan hutan tanpa izin pelepasan kawasan hutan dari Menteri, ditemukan ada 9 hotspot yang muncul dengan confidence 0 – 100 %. Diperkirakan ada 4 titik yang berpotensi menjadi titik api dengan confidence > 70% sepanjang November 2016 – Oktober 2017. Berikut peta sebaran hotspot:

Kapolda Irjen Pol Nandang semestinya progress dalam menangani penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan terkait korporasi. Catatan Jikalahari menunjukkan, Polda Riau punya prestasi gemilang menangani korporasi PT Adei Plantation and Industry (2013), PT Nasional Sagu Prima (2014), terpidana Frans Katihokang (Manajer Operasional PT Langgam Inti Hibrindo, 2015), Terpidana Iing Joni Priyana (Direktur PT PLM), Niscal Mahendrakumar Chotai (Manager Finance ) dan Edmond John Pereira (Manager Plantation) pada 2016 serta Thamrin Basri, Pimpinan Kebun PT Wana Sawit Subur Indah pada 2017.

Kini ribuan jumlah media online, Pewarta Indonesia.com merupakan Media online Standar Internasional (World Class) kami menjalin kerjasama dengan berbagai negara di dunia. Silahkan ketik di Google.com “ Operasional Fee” . Berita kami bisa dibaca oleh masyarakat internasional any time, any where, translate delapan  bahasa dengan mengklik bendera di pojok kanan layar komputer Anda. Percayakan publikasi kegiatan Anda dengan kami. Media elektronik (red. TV) biaya mahal hanya sekali tayang bro. Orangpun tak tahu kapan tayang beritanya.

“Mereka semua dihukum oleh pengadilan terbukti bersalah melakukan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Korporasi dan terpidana tersebut adalah prestasi terbesar Polda Riau menangani perkara Lingkungan Hidup dan kehutanan serta menajdi contoh penanganan perkara lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia,” kata Made Ali, “beranikah Kapolda Nandang mengulang prestasi tersebut?”

Seandainya posisi penulis (didi) sebagai Kapolri, walaupun orang sekampung saya pecat. Sudah diberikan jabatan empuk kau kerja kurang baik.

Kau sudah memalukan serta mencoreng nama Kampung Halaman. Serta memperburuk kondite/image nama saya di hadapan pemimpin negeri ini, masyarakat dan bangsa he…he…

Kapolda Riau Irjend Nandang berasal dari Sumatera Selatan.

Nanti apa bilang orang, tuh lihat orang sekampung loh“ Wong Kito Galo “/Palembang dengan Kapolri yang merusak nama institusi Polri, juga nama besar Komandan” Cakap Pengamat Kepolisian Indonesia Sugeng Triwardono penggemar kuliner empek-empek Palembang.

Tepat 100  hari Irjen Pol Nandang menjabat sebagai Kapolda Riau, Jikalahari merekomendasikan kepada:

1. Kapolri Tito Karnavian mengevaluasi kinerja Kapolda Riau Nandang yang lamban dan stagnan melakukan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan di Riau sebab penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan adalah instruksi Presiden Joko Widodo yang harus diprioritaskan agar tidak ada lagi karhutla di Riau.

2. Kompolnas memeriksa kinerja Kapolda Riau Nandang yang tidak profesional menyampaikan informasi perkembangan penegakan hukum terhadap korporasi pelaku perusakan lingkungan hidup dan kehutanan kepada publik. (rls/didi)

Hati-Hati Sindikat Penipuan !!... Wartawan Gadungan, Wajah Serupa, Orang Sinting menjual nama orang  mengaku sebagai Famili. Ngaku sebagai Orang tua wartawan ,dll. Print out mengaku nulis berita ke orang. Tangkap pelakunya , masukan penjara , jangan lepaskan

 

 

 


Artikel Lainnya:

 

Perintah Kapolri : Tembak Mati Oknum Personel Polri sebagai Bandar Narkoba
Senin, 23 April 2018

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan kerja Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian kepulau Sumatera berawal dari propinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Palembang. Dalam rangka meningkatkan Solidaritas dan sinergiritas antar dua lembaga institusi Polri dengan TNI mengamankan terselenggaranya Pemilu serentak 2018 serta Pilpres 2019. Kunjungan dua Jendral bintang empat ini ke Propinsi Riau, hari Jum’at (20/4-17). Kedatanganya disambut oleh Kapolda Riau,... Baca selengkapnya...

Cucu Pahlawan Nasional Bra Koosmariam Tersiram Air Panas oleh Pramugari Garuda
Minggu, 15 April 2018

KOPI, Jakarta – Cucu pahlawan nasional Pakubuwono X yakni B.R.A Koosmariam Djatikusumo (69) mengalami cacat payudara akibat tersiram air panas di kabin pesawat oleh oknum pramugari. Insiden terjadi saat penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Banyuwangi pada 29 Desember 2017 lalu. Saat itu, pramugari Garuda sedang melayani para penumpang atau serving. Tak disangka, teh panas tumpah dan mengenai tubuh korban. Cucu pahlawan nasional... Baca selengkapnya...

Wartawan Dimeja-hijaukan, Dewan Pers Mutlak Dibubarkan
Sabtu, 14 April 2018

KOPI, Jakarta – Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA kembali bersuara keras atas tindakan kriminalisasi terhadap wartawan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Kali ini, Wilson merasa sangat prihatin atas perlakuan sewenang-wenang aparat kepolisian di Polda Sumatera Barat yang menyeret Ismail Novendra, pimpinan redaksi Koran Jejak News yang terbit di Padang, Sumatera Barat, ke meja hijau. Laporan terkini yang... Baca selengkapnya...

Ada Apa Dengan KPK ? Tak Berani Mengusut Kasus Izin Kehutanan Melibatkan Zulkifli Hasan
Jumat, 13 April 2018

KOPI, Jakarta - Keterlibatan mantan Mentri Kehutanan Zulkifli Hasan memberikan izin pembebasan lahan hutan di Propinsi Riau dan Banten. Hampir semua kasus korupsi alih fungsi lahan berawal dari keputusan menteri yang berwenang dan saat itu Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan melalui SK No. 673/ 2014 menyetujui alih lahan sebesar 30.000 ha yang berujung pada pemberian suap oleh mantan Gubernur Annas Makmun . Dalam persidangan terdakwa... Baca selengkapnya...

Erasmus Huis Hadirkan Konser Alexander Ullman di Jakarta
Kamis, 12 April 2018

KOPI, Jakarta – Lembaga Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, mengadakan acara konser tunggal menghadirkan Alexander Ullman, bertempat di The Erasmus Huis, Kedubes Belanda, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 April 2018. Alexander Ullman adalah pemenang pertama Franz Liszt Piano Competition ke-11 yang berlangsung di Utrecht, Belanda, tahun 2017 lalu. Tidak kurang dari 300 penonton menyaksikan konser anak muda berkebangsaan Inggris... Baca selengkapnya...

Mendes PDTT Eko Putro Ingatkan Kades Tak Selewengkan Dana Desa , Telpon Satgas Bila Ada Kendala
Kamis, 12 April 2018

KOPI, Jakarta – Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Jusuf Kalla, Selama Tiga tahun ini dana desa mampu membangun lebih dari 121.000 kilometer jalan desa. Ini belum pernah ada dalam sejarah Indonesia. Desa mampu membangun 1.960 kilometer jembatan, tambatan perahu, embung air (sumur resapan air), sarana olahraga, irigasi, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro... Baca selengkapnya...

Inilah Puisi “Ibu Indonesia” Dibacakan oleh Sukmawati Bikin Heboh Umat Islam
Sabtu, 07 April 2018

KOPI, Jakarta - Putri Presiden pertama Indonesia Soekarno yakni Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul “Ibu Indonesia” di acara Pagelaran peragaan busana “Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week ke 29” bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Maret 2018. Ibu Indonesia Aku tak tahu Syariat Islam Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah Lebih cantik dari... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALNew European Report Points Fingers at Po.....
25/04/2018 | Redaksi KOPI

KOPI, Maroko - The involvement of the polisario in terrorist acts in the Sahelo-Saharan region has once again been singled out in a report funded by t [ ... ]



NASIONALIni 10 Jurus Andalan Pemerintah, Hadapi.....
27/04/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI,  Jakarta - Pemerintah telah menetapkan 10 langkah prioritas nasional dalam upaya mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0. Dari st [ ... ]



DAERAHRatusan Kepala Kampung SeKabupaten Jayaw.....
24/04/2018 | Wawan Setiawan

KOPI-Wamena, Plt. Bupati Kab. Jayawijaya Doren Wakerkwa, SH menerima lebih kurang 100 Orang Kepala Kampung se Kab. Jayawijaya dalam sebuah aksi demo d [ ... ]



PENDIDIKANSMK Telkom Pekanbaru Siapkan 100 unit K.....
25/04/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Telkom Pekanbaru, tahun ajaran 2017-2018 meny [ ... ]



HANKAMTNI Memasak untuk Pengungsi Gempa Kalibe.....
23/04/2018 | Marsono Rh

KOPI - Banyaknya jumlah warga Kalibening Banjarnegara mengungsi membuat dapur umum yang didirikan di sejumlah lokasi harus bekerja ekstra keras untuk  [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAAston Luncurkan Minuman Anyar “Cocore.....
27/03/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung – Trend “nongkrong” atau berkumpul sudah menjadi gaya hidup anak muda maupun dewasa saat ini, mulai dari makan dan minum hingga  [ ... ]



OPINIMemperkuat Peran Tiga Pilar Utama Pendid.....
21/04/2018 | Harjoni Desky, S.Sos.I., M.Si

KOPI - “Pendidikan merupakan alat yang memiliki tenaga untuk mengubah dunia” ini salah satu mutiara terkait dengan pentingnya pendidikan. Dari ka [ ... ]



PROFILBrigjen Pol. Drs. H. Faisal Abdul Naser,.....
02/03/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta,Bila Kita perhatikan bahwa Bumi Aceh sangat subur sekali. Bahkan tanaman ganja tumbuh seperti rumput hijau di tanah. Bumi Aceh sangat sub [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAIkuti FLS2N Lampung Barat, SMPN 2 Bandar.....
22/04/2018 | Jamsi Martien

KOPI, Lampung Barat - Siswa/i SMP N Bandar Negeri Suoh juara 1 (satu) FLS2N Musik Tradisional di kabupaten Lampung Barat. Festival Lomba Seni Siswa Na [ ... ]



ROHANIGerakan Belajar dan Mengajar Al-Qur'an.....
04/04/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Sebagai daerah yang menganut sistem syariat Islam maka daerah Aceh banyak sekali terdapat tempat-tempat pendidikan belajar Alquran. U [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIAnggota DPRD Riau Suhardiman Amby Di-OTT.....
09/04/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Operasi Tangkap Tangan (OTT) bukan milik Institusi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saja. Para istripun melakukan aksi serupa,  [ ... ]



SERBA-SERBIKonsul Amerika Serikat Tertarik Lingkun.....
12/04/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Kawasan lingkungan alam perlu dilestarikan. Apalagi kawasan lingkungan hidup seperti di Gunung Leuser merupakan paru-paru dunia. Pad [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.