Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Ekonomi Pemda Talaud Kesulitan Hadapi Illegal Fishing
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Pemda Talaud Kesulitan Hadapi Illegal Fishing

Pewarta-Indonesia, KKT – Indikasi maraknya praktek illegal fishing di perairan Kabupaten Kepulauan Talaud (KKT) nampaknya masih akan terus berlangsung. Pasalnya Dinas Kelautan dan Perikanan setempat tidak memiliki armada kapal patroli untuk mengawasi perairan di wilayahnya.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan KKT Leida Dahlan. “Laut Talaud sangat luas, tetapi pengawasannya lemah karena belum ada kapal patroli,” keluh Leida.

Lemahnya pengawasan di perairan KKT merupakan suatu hal yang ironis mengingat praktek illegal fishing oleh nelayan asing sering terjadi. Leida mengaku pernah mendapat laporan dari seorang nelayan lokal di Pelabuhan Beo tentang adanya pamboat (kapal penangkap ikan) negara tetangga yang beroperasi. Tetapi pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk merespon laporan tersebut.

Leida menambahkan, meskipun tidak berbendara, namun pamboat asing dapat dikenali oleh nelayan lokal karena memiliki ukuran yang lebih panjang daripada milik nelayan lokal.

Namun demikian, bukan berarti Dinas Kelautan dan Perikanan KKT berpangku tangan untuk memerangi illegal fishing. “Armada kapal penangkap ikan (pamboat dan pajeko) bagi nelayan lokal telah ditambah,” ujar Leida.

Penambahan tersebut bertujuan untuk mengurangi praktek pencurian ikan oleh nelayan asing. Selain itu, pihaknya juga telah meminta bantuan kepada Departemen Kelautan dan Perikanan RI di Bitung untuk berpatroli di wilayah perairan KKT.

Sumber iamge: google.co.uk

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.