Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
Mushala di Atas AirHal-hal penting berkenaan dengan pengiriman barangPesan Kesehatan Lifebuoy
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5019
Isi : 8250
Content View Hits : 1861357
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1749
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4119

Warga Online : 74
IP Kamu : 38.107.179.217













Warta Berita Ekonomi Januari 2012 NTP Kepri Naik 0,39 Persen
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Januari 2012 NTP Kepri Naik 0,39 Persen

KOPI, Tanjungpinang - Dari hasil pemantauan harga-harga pedesaan di Provinsi Kepri pada Bulan Januari 2012, tercatat Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen dibanding bulan Desember 2011, atau naik dari 103,55 menjadi 103,95. Kenaikan tersebut dipicu oleh kenaikan indeks yang diterima petani (indeks harga hasil produksi pertanian) lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang dibayar petani (indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumahtangga maupun untuk keperluan produksi pertanian).

Pada bulan ini tercatat indeks yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,90 persen, sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani hanya sebesar 0,51 persen. Dari lima subsektor yang menyusun NTP Provinsi Kepri selama bulan Januari 2012 tercatat empat diantaranya mengalami kenaikan NTP, yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 1,45 persen, subsektor hortikultura sebesar 0,29 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,39 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,29 persen. Sebaliknya NTP subsektor peternakan pada bulan ini justru mengalami penurunan sebesar 0,21 persen.

Dilihat dari Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan perkembangan harga dari beragam komoditas hasil pertanian yang dihasilkan petani. Pada Bulan Januari 2012, di Provinsi Kepri indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,90 persen dibandingkan dengan It bulan Desember 2011, yaitu naik dari 128,17 menjadi 129,32. Kenaikan It terjadi pada semua subsektor, yaitu : subsektor tanaman pangan sebesar 2,07 persen, subsektor hortikultura sebesar 1,03 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,93 persen, subsektor peternakan sebesar 0,18 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,67 persen.

Kenaikan It tertinggi terjadi pada subsektor tanaman pangan yang disebabkan oleh naiknya harga komoditi jagung pipilan, ketela pohon dan ketela rambat. Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Pada Bulan Januari 2012 di Provinsi Kepri tercatat indeks harga yang dibayar (Ib) petani mengalami kenaikan sebesar 0,51 persen dibandingkan dengan Bulan Desember 2011, atau naik dari 123,77 menjadi 124,40.

Kenaikan Ib terjadi pada semua subsektor, yaitu : subsektor tanaman pangan sebesar 0,61 persen, subsektor hortikultura sebesar 0,74 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,54 persen, subsektor peternakan sebesar 0,39 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,38 persen. Kenaikan Ib tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura yang disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,78 persen dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,54 persen.

Kemudian Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) di Provinsi Kepri pada bulan Januari 2012 tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,45 persen atau naik dari 66,31 menjadi 67,28. Naiknya NTP-P pada bulan ini disebabkan kenaikan indeks yang diterima petani lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang dibayar petani. Indeks yang diterima petani pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 2,07 persen, sedangkan indeks yang dibayar petani hanya mengalami kenaikan sebesar 0,61 persen. Indeks yang diterima petani (It) pada subsektor tanaman pangan mengalami kenaikan sebesar 2,07 persen disebabkan oleh naiknya harga komoditi jagung pipilan, ketela pohon dan ketela rambat. Sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani sebesar 0,61 persen disebabkan naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,70 persen dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,17 persen.

Dari Subsektor Hortikultura (NTP-H) Nilai Tukar Petani untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H) mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen atau naik dari 123,79 pada bulan Desember 2011 menjadi 124,14. Naiknya NTP-H pada bulan ini disebabkan kenaikan indeks yang diterima petani lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang dibayar petani. Indeks yang diterima petani pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen, sedangkan indeks yang dibayar petani hanya mengalami kenaikan sebesar 0,74 persen. Indeks yang diterima petani (It) pada subsektor tanaman hortikultura mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen disebabkan oleh naiknya harga komoditi cabe merah, cabe rawit, kacang panjang, ketimun, sawi, terung panjang, nanas dan buah pisang. Sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,74 persen diakibatkan oleh naiknya indeks konsumsi rumahtangga sebesar 0,78 persen dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,54 persen.

Kemudian Subsektor Perkebunan Rakyat (NTP-Pr),Nilai Tukar Petani untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-Pr) di Provinsi Kepri pada bulan Januari 2012 tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen atau naik dari 119,07 menjadi 119,53. Naiknya NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat pada bulan ini disebabkan kenaikan indeks yang diterima petani lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang bayar petani. Dimana indeks yang diterima petani pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,93 persen, sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani hanya sebesar 0,54 persen.

Naiknya indeks yang diterima petani (It) sebesar 0,93 persen pada bulan ini disebabkan naiknya harga komoditi karet dan cengkeh. Sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,54 persen disebabkan naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,58 persen dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,37 persen. Dari Subsektor Peternakan (NTP-Pt) Nilai Tukar Petani subsektor Peternakan (NTP-Pt) pada bulan Januari 2012 di Provinsi Kepri mengalami penurunan sebesar 0,21 persen atau turun dari 90,60 menjadi 90,41.

Turunnya NTP-Pt pada bulan ini disebabkan kenaikan indeks yang dibayar peternak lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang diterima peternak. Dimana indeks yang dibayar peternak pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen, sedangkan kenaikan indeks yang diterima peternak hanya sebesar 0,18 persen. Naiknya indeks yang diterima peternak sebesar 0,18 persen pada bulan ini disebabkan naiknya harga ternak ayam dan telur. Sedangkan kenaikan indeks yang dibayar peternak sebesar 0,39 persen disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,55 persen dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,07 persen.

Dan Subsektor Perikanan (NTN) NTPi,Pada bulan ini, Nilai Tukar Petani subsektor perikanan (NTP-Pi) tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen atau naik dari 108,15 menjadi 108,46. Naiknya NTP subsektor perikanan pada bulan ini disebabkan kenaikan indeks yang diterima nelayan lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang dibayar nelayan. Dimana indeks yang diterima nelayan pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,67 persen, sedangkan kenaikan indeks yang dibayar nelayan hanya sebesar 0,38 persen. Naiknya indeks yang diterima nelayan (It) sebesar 0,67 persen pada bulan ini disebabkan oleh naiknya harga komoditi ikan bawal, ikan belanak, ikan kembung, ikan sunu, ikan kurisi, ikan selar, ikan tenggiri, ikan tongkol dan kepiting laut.

Sedangkan kenaikan indeks yang dibayar nelayan sebesar 0,38 persen disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,58 persen yang sedikit dinetralisir dengan penurunan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,02 persen.Suwarno

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


Artikel Lainnya: