Januari 2012 NTP Kepri Naik 0,39 Persen
KOPI, Tanjungpinang - Dari hasil pemantauan harga-harga pedesaan di Provinsi Kepri pada Bulan Januari 2012, tercatat Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen dibanding bulan Desember 2011, atau naik dari 103,55 menjadi 103,95. Kenaikan tersebut dipicu oleh kenaikan indeks yang diterima petani (indeks harga hasil produksi pertanian) lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang dibayar petani (indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumahtangga maupun untuk keperluan produksi pertanian).
Pada bulan ini tercatat indeks yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,90 persen, sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani hanya sebesar 0,51 persen. Dari lima subsektor yang menyusun NTP Provinsi Kepri selama bulan Januari 2012 tercatat empat diantaranya mengalami kenaikan NTP, yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 1,45 persen, subsektor hortikultura sebesar 0,29 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,39 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,29 persen. Sebaliknya NTP subsektor peternakan pada bulan ini justru mengalami penurunan sebesar 0,21 persen.
Dilihat dari Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan perkembangan harga dari beragam komoditas hasil pertanian yang dihasilkan petani. Pada Bulan Januari 2012, di Provinsi Kepri indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,90 persen dibandingkan dengan It bulan Desember 2011, yaitu naik dari 128,17 menjadi 129,32. Kenaikan It terjadi pada semua subsektor, yaitu : subsektor tanaman pangan sebesar 2,07 persen, subsektor hortikultura sebesar 1,03 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,93 persen, subsektor peternakan sebesar 0,18 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,67 persen.
Kenaikan It tertinggi terjadi pada subsektor tanaman pangan yang disebabkan oleh naiknya harga komoditi jagung pipilan, ketela pohon dan ketela rambat. Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Pada Bulan Januari 2012 di Provinsi Kepri tercatat indeks harga yang dibayar (Ib) petani mengalami kenaikan sebesar 0,51 persen dibandingkan dengan Bulan Desember 2011, atau naik dari 123,77 menjadi 124,40.
Kenaikan Ib terjadi pada semua subsektor, yaitu : subsektor tanaman pangan sebesar 0,61 persen, subsektor hortikultura sebesar 0,74 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,54 persen, subsektor peternakan sebesar 0,39 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,38 persen. Kenaikan Ib tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura yang disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,78 persen dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,54 persen.
Kemudian Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) di Provinsi Kepri pada bulan Januari 2012 tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,45 persen atau naik dari 66,31 menjadi 67,28. Naiknya NTP-P pada bulan ini disebabkan kenaikan indeks yang diterima petani lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang dibayar petani. Indeks yang diterima petani pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 2,07 persen, sedangkan indeks yang dibayar petani hanya mengalami kenaikan sebesar 0,61 persen. Indeks yang diterima petani (It) pada subsektor tanaman pangan mengalami kenaikan sebesar 2,07 persen disebabkan oleh naiknya harga komoditi jagung pipilan, ketela pohon dan ketela rambat. Sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani sebesar 0,61 persen disebabkan naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,70 persen dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,17 persen.
Dari Subsektor Hortikultura (NTP-H) Nilai Tukar Petani untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H) mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen atau naik dari 123,79 pada bulan Desember 2011 menjadi 124,14. Naiknya NTP-H pada bulan ini disebabkan kenaikan indeks yang diterima petani lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang dibayar petani. Indeks yang diterima petani pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen, sedangkan indeks yang dibayar petani hanya mengalami kenaikan sebesar 0,74 persen. Indeks yang diterima petani (It) pada subsektor tanaman hortikultura mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen disebabkan oleh naiknya harga komoditi cabe merah, cabe rawit, kacang panjang, ketimun, sawi, terung panjang, nanas dan buah pisang. Sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,74 persen diakibatkan oleh naiknya indeks konsumsi rumahtangga sebesar 0,78 persen dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,54 persen.
Kemudian Subsektor Perkebunan Rakyat (NTP-Pr),Nilai Tukar Petani untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-Pr) di Provinsi Kepri pada bulan Januari 2012 tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen atau naik dari 119,07 menjadi 119,53. Naiknya NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat pada bulan ini disebabkan kenaikan indeks yang diterima petani lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang bayar petani. Dimana indeks yang diterima petani pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,93 persen, sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani hanya sebesar 0,54 persen.
Naiknya indeks yang diterima petani (It) sebesar 0,93 persen pada bulan ini disebabkan naiknya harga komoditi karet dan cengkeh. Sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,54 persen disebabkan naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,58 persen dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,37 persen. Dari Subsektor Peternakan (NTP-Pt) Nilai Tukar Petani subsektor Peternakan (NTP-Pt) pada bulan Januari 2012 di Provinsi Kepri mengalami penurunan sebesar 0,21 persen atau turun dari 90,60 menjadi 90,41.
Turunnya NTP-Pt pada bulan ini disebabkan kenaikan indeks yang dibayar peternak lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang diterima peternak. Dimana indeks yang dibayar peternak pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen, sedangkan kenaikan indeks yang diterima peternak hanya sebesar 0,18 persen. Naiknya indeks yang diterima peternak sebesar 0,18 persen pada bulan ini disebabkan naiknya harga ternak ayam dan telur. Sedangkan kenaikan indeks yang dibayar peternak sebesar 0,39 persen disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,55 persen dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,07 persen.
Dan Subsektor Perikanan (NTN) NTPi,Pada bulan ini, Nilai Tukar Petani subsektor perikanan (NTP-Pi) tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen atau naik dari 108,15 menjadi 108,46. Naiknya NTP subsektor perikanan pada bulan ini disebabkan kenaikan indeks yang diterima nelayan lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang dibayar nelayan. Dimana indeks yang diterima nelayan pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,67 persen, sedangkan kenaikan indeks yang dibayar nelayan hanya sebesar 0,38 persen. Naiknya indeks yang diterima nelayan (It) sebesar 0,67 persen pada bulan ini disebabkan oleh naiknya harga komoditi ikan bawal, ikan belanak, ikan kembung, ikan sunu, ikan kurisi, ikan selar, ikan tenggiri, ikan tongkol dan kepiting laut.
Sedangkan kenaikan indeks yang dibayar nelayan sebesar 0,38 persen disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,58 persen yang sedikit dinetralisir dengan penurunan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,02 persen.Suwarno
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- November 2011, Ekspor Kepri Turun 21,12 Persen
- CPO Primadona Ekspor Indonesia 2012
- USA Rencana Boikot CPO Indonesia
- Di Pasar, Ikan Laut Langka
- UED-SP Pancer Jaya Mampu Meraih Laba
- Sosialisasi Legalitas Kayu untuk Menuju Perdagangan Global Produk Kayu
- Investor Presentasikan Rencana Pembangunan Hotel Bintang Lima ke Gubri
- Jalan Desa Tasik Seminai Rusak Parah
- Rapat Paripurna I Bahas KUA dan PPAS APBK Aceh Timur TA 2012
- KJKS BMT Septa Bina Usaha Selenggarakan Rapat Anggota Tahunan VI
- ASEAN Green Hotel Recognition Award 2012
- ZTE Mendorong Penerapan LTE pada Consumer Electronics Show 2012
- Seagate Siap Demokan Perangkat Storage Terbaru di CES 2012
- RUPSLB PT. Hero Supermarket Setuju Pemecahan Nilai Nominal Saham
- PT Citra Kebun Raya Agri Tbk. Selenggarakan Paparan Publik


























