Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
Hemat Energi, dari Minyak Tanah menjadi GasAKBP Pol Rolly LahebaKeong Kuning
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5021
Isi : 8250
Content View Hits : 1861399
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1795
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4119

Warga Online : 75
IP Kamu : 38.107.179.216













Warta Berita Ekonomi Asas Keuangan Islam Perlu Didudukkan Lagi
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Asas Keuangan Islam Perlu Didudukkan Lagi

KOPI, Padang Panjang -- Kendati perbankan berbasis syariah telah mulai berkembang, namun masyarakat Sumatra Barat dipandang belum sepenuhnya memahami peranan lembaga keuangan tersebut. Ke depan, nampaknya perlu didudukkan kembali asas keuangan Islam, sehingga mudah dipahami umat.

“Tingkat kepercayaan umat Islam di Sumbar terhadap perbankan syariah masih rendah. Ini perlu sosialisasi dengan pengkajian mendalam. Salah satu faktor, nampaknya istilah-istilah yang dipakai perbankan syariah masih asing di telinga umat,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, H. Masrizal, saat tampil sebagai narasumber pada seminar internasional yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Diniyyah Puteri, Ahad (5/2), di Padang Panjang.

Pada seminar yang mengusung tema Mendudukkan Kembali Asas Keuangan Islam itu, Masrizal memperkirakan, ada banyak faktor yang mempengaruhi sehingga masyarakat belum begitu akrab dengan bank syariah, salah satunya adalah istilah-istilah di dalam operasional perbankan syariah, semisal miudharabah dan lain-lain, yang masih membingungkan dan belum dapat dipahami sepenuhnya oleh masyarakat.

“Tugas praktisi perbankan syariahlah untuk menjelaskan kepada umat, sehingga mereka bisa paham. Tidak lagi asing dan canggung dengan istilah-istilah demikian. Sementara ulama, dai, guru dan pemuka masyarakat juga berperan penting dalam menjelaskan akan betapa pentingnya bank syariah dalam menjalani kehidupan yang halal dan lebih baik,” terangnya.

Sementara itu, Prof. Dato’ Haji Mohammad Haji Alias dan Dr. Azman Abdul Rahman dari Universiti Sain Islam Malaysia (USIM) yang juga jadi narasumber pada seminar tersebut membeberkan, betapa Malaysia bisa berkembang membangun perekonomiannya beberapa tahun belakangan dengan menyandarkan basis perekonomian mereka sesuai dengan syariah Islam.

“Ekonomi berbasis syariah telah menghantar Malaysia ke tingkat perbaikan ekonomi yang luar biasa di Asia. Bukan hanya sektor keuangan dan perbankan, tetapi juga sampai pada pengelolaan harta zakat secara profesional,” tegas keduanya.

Zakat, menurut Azman, diurus negara secara profesional, sehingga terkumpul dalam jumlah yang luar biasa. Dana zakat itu, sebut dia, mampu mengangkat harkat dan martabat warga, terutama mereka yang mempunyai kekurangan di sisi ekonomi dan finansial.

Seminar yang dimoderatori Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan itu, diikuti ratusan mahasiswa, guru, dosen dan praktisi perbankan syariah dari berbagai daerah di Sumbar. Kegiatan itu, katanya, merupakan wujud dari kepedulian STIT Diniyyah Puteri terhadap pembinaan perekonomian umat.

“Kendati pun STIT Diniyyah Puteri berkecimpung di dunia pendidikan Islam, namun ekonomi Islam tetap menjadi perhatian. Apalagi kalau dikaitkan pula dengan posisi STIT Diniyyah Puteri selaku lembaga pendidikan sistem ekonomi syafriah,” sebut Ketua Panitia Seminar, Beni Firdaus.(Musriadi Musanif, Harian Umum Singgalang)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."