Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
sambutan penutupanBu Cipto Pengrajin TenunKerambah Ikan Kerapu
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5021
Isi : 8250
Content View Hits : 1861405
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1802
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4119

Warga Online : 77
IP Kamu : 38.107.179.217













Warta Berita Ekonomi Rendahnya Subsidi Pangan, Picu Kenaikan Harga Beras
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Rendahnya Subsidi Pangan, Picu Kenaikan Harga Beras

KOPI - Selama ini anggaran untuk subsidi energi dan subsidi BBM mendapat porsi yang banyak dalam APBN, alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada tahun anggaran 2012 sebesar 40 juta kiloliter atau Rp208 triliun. Sedangkan Susbsidi pangan untuk tahun 2012 hanya dianggarkan Rp 41,9 triliun. Jika seperti ini, Pemerintah cenderung tidak fokus pada upaya untuk menekan harga beras. Tidak heran jika harga beras dari tahun ke tahun cenderung naik.

Seharusnya pemerintah dapat memprediksi Perubahan struktural yang terjadi dari negara berkembang dengan struktur perekonomian berbasis pertanian menuju negara maju berbasis industri manufaktur dan jasa, menyebabkan sektor pertanian sedikit demi sedikit ditinggalkan. Padahal, kebutuhan akan pangan terus meningkat tiap tahunnya. Indonesia tidak boleh lengah karena Indonesia dan kawasan Asia juga menghadapi tantangan naiknya harga bahan pangan. Akan tetapi sepertinya pemerintah lebih sibuk memperbincangkan masalah subsidi BBM dibanding fokus terhadap pembenahan sektor pertanian. Hal ini berakibat pada lemahnya produktivitas petani karena mahalnya harga bibit dan pupuk sehingga memicu naiknya harga beras.

Selama ini jumlah beras di pasar domestik didominasi oleh beras impor, hal ini juga disebabkan karena rendahnya produktivitas petani. Peningkatan produktivitas memiliki korelasi positif terhadap subsidi yang diberikan oleh pemerintah berupa subsidi pangan. Peningkatan subsidi pangan dapat mempengaruhi tingkat produktivitas pertanian Indonesia. Oleh karena itu, sangatlah penting di alokasikannya subsidi pangan jika pemerintah berniat menuju swasembada di tahun mendatang.

Arjuna Putra Aldino, Mahasiswa Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."