Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online
None

 

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Hankam Marinir Indonesia - Amerika Latihan Bersama Pantai Banongan
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Marinir Indonesia - Amerika Latihan Bersama Pantai Banongan

KOPI, Jawatimur - Prajurit Korps Marinir TNI AL dan Marinir Amerika yang biasa disebut USMC menyerbu pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, untuk melumpuhkan musuh yang menduduki pantai Banongan, Selasa, (5/6). Penyerbuan 4 sasaran yang dikuasai musuh itu, adalah skenario dari latihan operasi amfibi “Marinies Exercise” yang merupakan bagian dari Latihan Bersama antara TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Amerika Serikat dari jajaran "US Pacific Command" (USPaCom) yang bersandi "Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2012".

Latihan yang disaksikan Komandan Gugus 73.1 Rear Admiral Tom Carney, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara, Komandan Satgas CARAT 2012 dari AS, Capt David A Welch, Komandan Satgas CARAT 2012 TNI AL Kolonel Laut (P) Rahmat Eko Rahardjo, Komandan Brigif-1 Marinir Kolonel Marinir Wurjanto, Komandan Resimen Kavaleri-1 Marinir Kolonel Marinir Sarjito dan para Asisten Komandan Pasmar-1 itu, diawali dengan bantuan tembakan kapal ke arah pantai yang dilakukan USS Germantown. Setelah terdengar bantuan tembakan kapal, diikuti dengan keluarnya 4 kendaraan tempur BTR-50 milik Korps Marinir TNI AL dari perut KRI Banda Aceh-593 dan 13 Assoult Ampbhibious Vehicle (AAV) milik USMC dari USS Germantown LSD-42 yang berada di perairan teluk Jangkar.

Setelah berada di laut, kemudian kendaraan tempur tersebut membentuk formasi untuk melakukan pendaratan pasukan ke pantai Banongan yang telah diduduki musuh, BTR-50 yang mengangkut prajurit Korps Marinir TNI AL bergerak di sebelah kanan, sedangkan AAV yang mengangkut USMC bergerak di sektor kiri. Setelah mendarat sesuai gelombang pendaratan, ratusan prajurit Marinir keluar dari kendaraan tempur dan membentuk perimeter pantai, kemudian bergerak maju dengan saling melindungi temannya untuk menyerang sasaran, sasaran 1 dan 2 diselesaikan oleh prajurit Korps Marinir TNI AL, sasaran 3 diselesaikan oleh Marinir Amerika. Sedangkan sasaran 4 atau sasaran pokok diselesaikan bersama-sama antara prajurit Korps Marinir TNI AL dibawah pimpinan Komandan Kompi Kapten Marinir Novri G. Kaloh dan Marinir Amerika (USMC) dibawah pimpinan Komandan Kompi Captain Richard. Kerjasama Marinir kedua negara tersebut berhasil merebut dan menguasai sasaran yang sebelumnya dikuasai musuh.

Sementara itu, menurut Komandan Gugus 73.1 Rear Admiral Tom Carney, operasi amfibi adalah operasi yang paling sulit di dunia, karena operasi itu membutuhkan koordinasi yang baik antara pasukan di darat dan di laut. Selesai latihan operasi amfibi, prajurit Korps Marinir TNI AL dari Batalyon Infanteri-1 Marinir dengan Komandan Batalyon Mayor Marinir Teddy Yulianda Bakri menampilkan kesenian berupa Rampak Gendang dan Tari Badinding, selain itu para prajurit “Gung-Ho” juga unjuk kebolehan dalam pencak silat dan kekebalan tubuh. Diantaranya berupa kebal senjata tajam, berjalan di atas tangga pisau tajam, bergulung di atas duri, ditusuk-tusuk jarum, memakan silet, hingga mematahkan besi dan balok dengan menggunakan tangan. Melihat penampilan tersebut, personel USMC kerap terdengar memberikan aplaus meriah. Kegiatan latihan diakhiri dengan berbagi pengetahuan tentang kesenjataan yang dimiliki Marinir kedua negara.sumber Ki (didi)

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.