Pesawat Jatuh, SBY Panggil Polhukam dan 3 Kepala Staf

0
28

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil Menteri Pertahanan, Menko Polhukam, Panglima TNI, KSAU, KSAD dan KSAL ke Istana Negara, Jakarta. Belum diketahui agenda pertemuan tersebut. Namun pemanggilan itu diduga terkait dengan jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Magetan, Jawa Timur.

Hingga berita ini diturunkan, pertemuan SBY dan para pembantunya di jajaran polhukam, yang juga diikuti oleh Jaksa Agung Hendarman Supandji itu masih berlangsung. Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen menegaskan, pesawat Hercules C-130 yang mengalami kecelakaan pagi tadi masih layak terbang. Hal tersebut disampaikan Sagom Tamboen dalam keterangan persnya di Gedung Departemen Pertahanan, Jakarta, Rabu (20/5).

Menurutnya, ada laporan akhir pemeliharaan yang menyatakan bahwa pesawat tersebut masih layak terbang, baik tingkat ringan, menengah maupun berat. Lebih lanjut Sagom mengatakan, mesin pesawat sebenarnya masih memiliki jam terbang dari 800 jam hingga 2.600 jam. Sementara propeller masih memiliki jam terbang cukup tinggi, yaitu 1.100 hingga 2.439 jam.


Seperti diketahui, dari keterangan resmi TNI AU sebelumnya dilaporkan bahwa cuaca saat terjadinya pendaratan di Madiun cukup baik. Angin juga tenang dengan jarak pandang 500 hingga 700 meter.

Sementara ditempat terpisah petugas TNI AU dan medis di RS Lanud Iswahyudi memandikan puluhan korban yang meninggal dunia akibat jatuhnya pesawat Hercules C-130 milik TNI AU pagi tadi. Jumlah korban kini telah bertambah dari 96 menjadi 98 orang. Usai dimandikan, para petugas kemudian mengkafani puluhan jasad tersebut.

Selanjutnya para petugas akan memasukkan jasad tersebut ke dalam peti jenazah yang sebelumnya telah disiapkan pihak TNI AU. Sejumlah pihak keluarga masih kesulitan untuk menemukan jenazah korban kecelakaan pesawat Hercules C-130 di RS Iswahyudi. Hal ini dialami oleh Mardiono, keluarga dari Praka Heru. Menurut Mardiono, yang dihubungi Pewarta Indonesia, pihaknya telah mencari jenazah di tempat peletakan pertama kali, yaitu di tempat parkir RS Iswahyudi Magetan. Selanjutnya dia juga sudah mencari ke tempat pemandian jenazah. Namun sejauh ini upayanya belum membuahkan hasil. Keponakannya itu, Alm. Praka Heru, belum juga ditemukan.

Hingga kini sebanyak 32 dari 98 korban meninggal dunia belum dapat diidentifikasi. Sehingga jasad puluhan korban tersebut masih ditempatkan di areal tempat parkir RS Iswahyudi.