Kasum TNI Buka Geladi Operasi Darat Gabungan Kodam XVII Cendrawasih

0
29

Pewarta-Indonesia, Perkembangan lingkungan strategis yang dipicu kemajuan teknologi informasi membuat perubahan yang terjadi semakin dinamis dan telah berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung pada keamanan nasional. Pengaruh tersebut langsung dirasakan oleh sistem keamanan nasional berupa berkembangnya isu demokrasi, tuntutan HAM, lingkungan hidup, aksi teror, separatis, perbatasan negara, serta bencana alam dan konflik sosial. Demikian sambutan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya TNI Y. Didik Heru Purnomo pada upacara pembukaan Geladi Mako Operasi Darat Gabungan Kodam XVII/ Cendrawasih tahun 2009 di Makodam Cendrawasih Jayapura, Senin (24/8).

Lebih lanjut Kasum TNI mengatakan, isu yang dihadapi Indonesia sudah semakin kompleks dan mengancam keutuhan wilayah NKRI. Ancaman nyata tersebut bersifat nasional maupun transnasional yang cenderung meningkat dan berimplikasi pada strategi, doktrin dan penggunaan kekuatan TNI. Dari perkiraan ancaman yang mungkin timbul tersebut dapat diantisipasi dengan melaksanakan pengamanan wilayah darat, laut, dan udara yuridiksi nasional serta mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah perbatasan darat antara Indonesia dan Papua Nugini.

Menurut Kasum TNI, TNI yang memiliki tugas pokok mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan NKRI memiliki unsur-unsur yaitu Kodam yang merupakan Kotamaops TNI bertugas menyelenggarakan operasi pertahanan di wilayah tanggungjawabnya masing-masing. Kodam diharapkan memiliki kemampuan dan kesiapsiagaan yang mampu menghadapi kontijensi dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Dilaksanakannya geladi mako operasi darat gabungan sebagai suatu kegiatan penting dan memiliki bobot yang strategis dengan tujuan untuk mengetahui sampai sejauhmana kesiapan dan kesiapsiagaan komando tugas darat gabungan yang dibentuk, baik dari aspek strategis, aspek operasional, aspek taktik, tehnik dan prosedur, serta aspek psikologis dan litbang.

Selain itu, geladi mako yang dilaksanakan diharapkan dapat menyamakan persepsi dan interpretasi diantara peserta geladi, terutama perwira TNI AD, AL , AU dalam mengaplikasikan petunjuk operasi darat gabungan sebagai dasar pemecahan masalah yang timbul di wilayah operasional yang menjadi tanggungjawabnya.

Latihan yang dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 24 sampai 27 Agustus 2009 ini diikuti 67 peserta yang terdiri, 21 orang peserta penyelenggara dari Mabes TNI dan Sesko TNI serta 46 orang pelaku dari Kodam XVII Cendrawasih.

Sumber: Puspen TNI