Kasum TNI Buka Gladi Lapang Hanudnas Tutuka XXXIII

0
33

Pewarta-Indonesia, Wilayah udara tidak lagi dipandang sebagai teritorial kosong yang layak diabaikan, melainkan menjadi salah satu simbol kehormatan, kedaulatan dan sekaligus menjadi bagian integral dari kepentingan nasional. Demikian amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso yang di bacakan oleh Kasum TNI, Laksdya TNI Didik Heru Purnomo, pada pembukaan Geladi Lapang Hanudnas Tutuka XXXIII tahun 2009, di ruang Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas) Kohanudnas di Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (9/11).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, perspektif pertahanan negara, perkembangan dan kecenderungan yang bakal terjadi, turut diwarnai dengan semakin strategisnya makna dan peran wilayah udara bagi suatu bangsa. Oleh sebab itu, geladi lapangan Kohanudnas tahun ini mengambil tema “Kohanudnas Melaksanakan Operasi Pertahanan Udara Guna Mewujudkan Kesiapsiagaan Operasional di Wilayah Kosek Hanudnas II dan IV Dalam Rangka Mengamankan Wilayah Udara Yurisdiksi Nasional Republik Indonesia”.

Dalam latihan Hanudnas Tutuka XXXIII tahun 2009 kali ini, manuver lapangan dilaksanakan mulai tanggal 9 sampai dengan 12 November 2009 dengan melibatkan 1.113 personel TNI, 4 pesawat F-16, 3 pesawat Sukhoi SU-27/30, 1 pesawat Boeing 737 dan 2 pesawat Helly SAR TNI AU.

Geladi lapangan seperti ini menjadi amat penting dalam rangka menguji profesionalisme dan assasement kita terhadap setiap perkembangan situasi yang terjadi, sekaligus mempersiapkan diri dalam rangka civis pacem para bellum, agar senantiasa waspada dan mampu menghadapi segala bentuk perubahan buruk yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Sebelum mengakhiri amanatnya Panglima TNI memberikan penekanan agar geladi ini dilaksanakan dengan penuh dedikasi, disiplin dan rasa tanggung jawab, mengikuti direktif latihan agar latihan memiliki korelasi yang tinggi dengan kenyataan dan perkiraan perkembangan ke depan, serta menghilangkan watak prajurit yang mudah jenuh dan merasa paling bisa.

Hadir dalam upacara antara lain Dansesko TNI Marsdya TNI Edy Harjoko, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Supiadin AS, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Anshory Tadjudin, Pangkohanudnas Masda TNI Dradjad Rahardjo, SIP, Kapuspen TNI Marsda TNI Sagom Tamboen, SIP dan para undangan lainnya.