Kasum TNI Tutup Hanudnas Tutuka XXXIII

0
22

Pewarta-Indonesia, Kohanudnas adalah Komando Gabungan Khusus sebagai salah satu Komando Utama Operasi TNI, yang memiliki peran amat strategis dalam menghadapi tantangan dan ancaman terhadap wilayah udara nasional. Demikian amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso yang dibacakan oleh Kasum TNI, Laksdya TNI Y. Didik Heru Purnomo, pada penutupan Geladi Lapangan Hanudnas Tutuka XXXIII tahun 2009, di ruang Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas) Mako Kohanudnas di Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (12/11).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, Geladi Lapangan Hanudnas ”Tutuka” XXXIII tahun 2009 kali ini merupakan salah satu upaya dan jawaban untuk mengetahui sampai dimana tingkat kemampuan dan batas kemampuan Kohanudnas, bila dihadapkan dengan trend tantangan dan ancaman yang dihadapi. Sudah barang tentu, kesemuanya itu dituntut kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi berbagai kemungkinan perlu adanya kesiapan yang matang dan sempurna dari semua unsur TNI sebagai alat dan komponen utama pertahanan negara.

Hal tersebut sejalan dengan UU RI Nomor 23/Prp Tahun 1959 tentang keadaan bahaya dan UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Akan tetapi, pada sisi lain dalam menghadapi ancaman kedirgantaraan yang tidak semakin ringan, seperti pelanggaran wilayah udara, peredaran satelit mata-mata dan perang elektronika baik dalam sekala terbatas, luas dan terbuka yang pada akhirnya tidak menutup kemungkinan akan terjadi perbedaan persepsi sampai dengan pergesekan dan konflik kepentingan antar negara.

Sebelum mengakhiri amanatnya Panglima TNI memberikan penekanan agar latihan dilaksanakan secara berkesinambungan, efektif dan efisien, sehingga profesionalisme prajurit dan satuan TNI, dapat dipelihara dan ditingkatkan sesuai dengan hakekat dan ancaman yang kita hadapi; Koordinasi secara matang dengan semua unsur dan institusi TNI, sehingga terwujud koordinasi dan singkronisasi dalam setiap penugasan; Laksanakan evaluasi dan konsolidasi paska latihan agar terwujud kesesuaian dan keserasian antara hasil latihan dengan kondisi riil kesatuan. Dengan demikian kita akan dapat melaksanakan pengembangan dan pembinaan satuan secara terus menerus dan berkesinambungan.