Laporan Korps Kenaikan Pangkat 70 PATI TNI dan Sertijab Irjen TNI

0
25

Pewarta-Indonesia, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 70 Perwira Tinggi TNI di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (8/6), antara lain adalah Letjen TNI Hotmangaradja Panjaitan (Sesmenko Polhukam), Laksda TNI Bambang Suwarto (Gubernur AAL), Marsda TNI Ignatius Basuki (Danseskoau) dan Brigjen TNI (K) Therresia S. Abraham ( Kapusmasmil Babinkum TNI).

Dalam amanatnya, Panglima TNI menegaskan, bahwa kenaikan pangkat bukanlah hal yang biasa, karena hal ini terkait dengan pembinaan personel dan harapan masa depan dalam kerangka proses regenerasi di dalam tubuh TNI. Diharapkan kenaikan pangkat dapat menjadi pendorong bagi perwira untuk lebih memacu motivasi dan semangat baru dalam meningkatkan kinerja, produktivitas dan kualitas pengabdian kepada TNI, bangsa dan negara. Pangkat atau jabatan adalah amanah yang memiliki dimensi moralitas sangat tinggi dan mendalam. Didalamnya mengandung pesan dan harapan yang begitu besar dari organisasi kepada para perwira, untuk diwujudkan dengan sebaik-baiknya sesuai tugas pokok masing-masing. Oleh karena itu, tidak berlebihan apabila negara dan bangsa, khususnya TNI menuntut kepada semua Perwira Tinggi agar selalu meningkatkan semangat pengabdian dan dedikasi yang tinggi serta profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

Di tempat yang sama Panglima TNI bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) pada serah terima jabatan (Sertijab) Inspektur Jenderal (Irjen) TNI dari Letjen TNI Liliek AS Sumaryo kepada Mayjen TNI Muhammad Noer Muis, S.IP, M.Sc. Letjen TNI Liliek AS Sumaryo selanjutnya akan mengakhiri masa pengabdiannya di lingkungan TNI, sedangkan Mayjen TNI M. Noer Muis S.IP, M.Sc sebelumnya menjabat Pangdam I/BB.

Dalam sertijab Irjen TNI, Panglima TNI menyampaikan harapan dan penekanan sebagai berikut :

Pertama; tingkatkan terus pelaksanaan tertib administrasi dalam rangka membangun dan mewujudkan budaya kerja TNI yang baik, benar dan bersih.

Kedua; optimalkan pelaksanaan anggaran TNI secara efektif dan efisien melalui mekanisme pengawasan secara ketat, disiplin dan konsisten.

Ketiga; pedomani dan laksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggungjawab, pengawasan berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan pendekatan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan dan norma hukum, ketertiban administrasi, serta efektifitas, efesiensi dan ekonomis (2K3E) untuk peningkatan kualitas dan kapasitas kinerja TNI di masa-masa akan datang yang semakin tertib, transparan dan akuntabel serta dapat meningkatkan opini BPK RI dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pertanggungjawaban Program Anggaran tahun 2010.

Turut hadir pada acara tersebut, Kasal Laksamana TNI Agus Suhartono, Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, Wakasad Letjen TNI Suryo Prabowo, Kapuspen TNI Mayjen TNI Aslizar Tanjung S.E., M.B.A, dan segenap Perwira Tinggi di jajaran TNI.