Panglima TNI: Kondisi Stabilitas Nasional Kondusif

0
38

Pewarta-Indonesia, Pada awal tahun 2010 ini dinamika kehidupan nasional khususnya di bidang sosial dan politik, dirasakan cukup mengemuka. Kita patut bersyukur berkat kesadaran dan pengertian seluruh komponen bangsa, dinamika sosial dan politik selama ini masih dalam koridor dan batas toleransi, sehingga kondisi stabilitas nasional tetap kondusif. Namun demikian sebagai Bhayangkari Negara kita tidak boleh lengah dan harus siap sedia, agar setiap saat dapat dikerahkan untuk membantu mengatasi setiap kemungkinan yang bakal terjadi demi keselamatan negara.

Demikian amanat Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, yang dibacakan Kasum TNI, Laksdya TNI Didik Heru Purnomo (selaku Irup), pada upacara bendera tujuh belasan yang diikuti oleh segenap personel Mabes TNI, di Lapangan Upacara Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin kemarin (18/01/2010).

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, mencermati perkembangan lingkungan strategis dan persepsi ancaman kedepan baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, TNI tengah menyusun Program Pembangunan Kekuatan yang menuju kepada kebutuhan pokok minimum dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI dan menciptakan daya tangkal terhadap segala ancaman.

Prioritas yang ingin dicapai pada T.A. 2010 tegas Panglima TNI, adalah melanjutkan program Pembangunan Kekuatan TNI berupa pembentukan satuan baru dan peningkatan status satuan untuk mencapai Kekuatan Pokok Minimum, modernisasi Alutsista untuk memantapkan dan mengembangkan kekuatan Matra Darat, Matra Laut dan Udara serta meningkatkan profesionalisme personel, yang meliputi kualitas dan kuantitas personel, penegakan hukum, disiplin dan tata tertib prajurit serta kesejahteraan prajurit dan PNS TNI.

Menurut Panglima TNI, program pembangunan kekuatan tersebut terkait pula dengan upaya penegakan NKRI di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar yang dinilai rawan konflik sebagai akibat belum tuntasnya perundingan batas wilayah serta kesenjangan sosial dan ekonomi antar penduduk perbatasan negara tetangga dengan negara Indonesia.

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI juga menyampaikan beberapa atensi dan harapan kepada segenap Prajurit TNI untuk memantapkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas, kehidupan dan bernegara; menjunjung tinggi nilai dan semangat kebangsaan, meningkatkan kewaspadaan dengan mengantisipasi dan mencermati situasi secara terus menerus; memegang teguh disiplin keprajuritan dengan berpedoman Sapta Marga, Sumpah Prajurit, mentaati hukum dan menghormati Hak Azasi Manusia; serta membina solidalitas satuan, menegakkan rantai komando dan memantapkan kesatuan komando di setiap strata kepemimpinan satuan TNI.

Setelah upacara bendera 17-an seleseai, dilanjutkan dengan pembinaan rohani Islam, Kristen dan Hindu. Disamping itu juga dilaksanakan ceramah kesehatan tentang HIV/AIDS oleh Kapuskes TNI Mayjen TNI Heridadi, di GOR A. Yani Mabes TNI Cilangkap.

Keterangan foto: Kasum TNI, Laksdya TNI Didik Heru Purnomo