Pendekatan Lunak Solusi Atasi Gangguan Keamanan di Papua

0
36
Papua, Indonesia
Papua, Indonesia

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Pemerintah akan tetap melakukan pendekatan yang lunak melalui dialog dan diskusi untuk mengatasi gangguan keamanan di Papua yang dilakukan oleh orang-orang yang menamakan diri Gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Hal tersebut merupakan hasil rapat koordinasi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan yang berlangsung pada pekan lalu menyikapi keamanan di Papua.

Di Jakarta, Selasa (26/5), Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menegaskan, pemerintah memutuskan bahwa penyelesaian gangguan keamanan tersebut akan dilakukan melalu pendekatan yang lebih lunak melalui dialog dan diskusi dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat dibandingkan harus melakukan pendekatan dengan kekerasan.

Penanganan keamanan di Papua, jelasnya, tetap diserahkan kepada aparat sipil dan pihak kepolisian, sementara aparat TNI akan diterjunkan jika keamanan semakin sulit dikendalikan dan hanya bersifat sementara di bawah kendali operasi aparat kepolisian. Setelah kondisi aman dan terkendali maka aparat TNI akan ditarik kembali.

“Diutamakan pendekatan hukum dengan polisi sebagai penegak hukum dan mengutamakan dialog serta diskusi. Di lapangan lebih baik melakukan pendekatan lunak daripada pendekatan keras,” ungkap Menhan.

Menhan menambahkan, sulitnya mengatasi gangguan keamanan di Papua lebih disebabkan masalah pengakuan kultural masyarakat Papua yang merasa dipinggirkan. Hal ini tentunya harus mendapat perhatian pemerintah pusat dan daerah.

Terakhir kali, gerombolan pengacau keamanan menduduki Lapangan Terbang Perintis Frans Kaisiepo di Biak, Papua. (*)