Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

SILAHKAN KLIK BANNER DI BAWAH INI DAN IKUTI SEMINAR MAHA PENTING YANG AKAN DISELENGGARAKAN DI GEDUNG NUSANTARA V, KANTOR MPR/DPR/DPD RI, SABTU 11 NOVEMBER 2017... AYOOO BURUAN DAFTAR, KETIK HADIR#NAMA-LENGKAP#KAB/KOTA DOMISILI/NOMOR-HP, KIRIM KE NOMOR HP/WA: 081371549165 (SHONY)

Hati-hati, Yayasan Kematian Omega Semarang Diduga Gelapkan Dokumen Warga

KOPI, Jakarta - Yayasan kematian Omega yang beralamat di Jl. Purwosari Raya 36 Semarang, Jawa Tengah, diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan serta menguasai tanpa hak atas sejumlah dokumen penting dari warga masyarakat yang menggunakan jasa pengurusan jenazah pada yayasan tersebut. Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, mengingatkan agar masyarakat berhati-hati serta waspada terhadap modus penipuan, penggelapan, dan bentuk tindak pidana lainnya dari Yayasan Omega pimpinan Herry Lijanto Kartono itu, dan/atau yayasan serupa. Hal ini disampaikan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu menanggapi laporan seorang warga PPWI Semarang, Jermia Budi Susetyo (69), beberapa waktu lalu.

"Belajar dari kasus dugaan penggelapan sejumlah dokumen pribadi, seperti akte lahir, akte nikah, dan akte WNI Pak Jermia oleh Herry Lijanto dari Yayasan Kematian Omega, saya menghimbau agar warga masyarakat senantiasa berhati-hati terhadap yayasan tersebut,” papar Wilson melalui pesan WhatsApp-nya.

Laporan tentang dugaan penipuan dan pengggelapan dokumen atas nama Jermia Budi Susetya dan almarhumah Ratnasari sebenarnya sudah cukup lama diterima oleh Sekretariat PPWI Jakarta. Namun, pengurus PPWI Nasional menyarankan kepada korban Jermia agar menempuh jalur kekeluargaan, yakni mendatangi yang bersangkutan menanyakan dan meminta pengembalian dokumen tersebut secara baik-baik.

“Saya menyarankan ke Pak Jermia beberapa bulan lalu untuk mendatangi Pak Herry Lijanto, meminta pengembalian dokumennya secara baik-baik. Bahkan, teman-teman PPWI Jawa Tengah sudah mendampingi ke kantor yang bersangkutan. Hasilnya nihil, Herry Lijanto tidak bersedia melayani Pak Jermia sebagaimana diharapkan,” imbuh Wilson.

Pada perkembangan terakhir, atas saran dan dukungan DPN PPWI, korban mengadukan kasus dugaan penggelapan dokumen atas nama Jermia Budi Susetya ini ke Polda Jawa Tengah, dan perkaranya sudah dilimpahkan ke Polresta Semarang. Setelah sekian lama melakukan penyelidikan, petugas yang menangani kasus ini Iptu Slamet Widodo dan Bripka Firdhaus Sahid telah memanggil pihak-pihak terkait, termasuk terduga pelaku penggelapan dokumen, Herry Lijanto Kartono. Dalam pesan WhatsApp terbarunya kepada korban Jermia, Bripka Fridhaus Sahid menyampaikan bahwa terduga Herry Lijanto telah mengakui perbuatannya itu dan berjanji mengembalikan dokumen-dokumen atas nama Jermia Budi Susetya yang menjadi obyek permasalahan ini.

“Polisi Firdhaus mengirim pesan WhatsApp kepada saya tanggal 5 Juli lalu menyampaikan bahwa Herry Lijanto akan mengembalikan dokumen-dokumen saya semuanya minggu depan,” kata Jermia kepada kepada Redaksi KOPI melalui pesan WhatsApp (9 Juli 2017).

Kasus ini bermula dari kejadian wafatnya Ibu Ratnasari, istri dari bapak Jermia Budi Susetya, pada Jumat Kliwon, 02 September 2016, pukul 18.15 wib.

Untuk pengurusan jenazah, hingga ke prosesi perabuan dan pelarungan di laut di Pantai Utara Jawa, Jermia bersama anak tunggalnya Andreas Susetya (43) mempercayakan kepada Yayasan Kematian Omega yang beralamat di Jl. Purwosari Raya 36 Semarang, Jawa Tengah, pimpinan Herry Lijanto Kartono, yang tinggal di Jl. Sinar Agung No. 249 Semarang, Jawa Tengah.

Dengan dalih untuk pengurusan dokumen kematian almarhumah, Herry Lijanto kemudian meminta seluruh dokumen asli kedua suami-istri itu, atas nama Jermia Budi Susetya dan almarhumah Ibu Ratnasari dengan janji akan dikembalikan setelah semua urusan selesai. Selain itu, pihak keluarga Jermia juga harus melunasi biaya pengurusan jenazah sejumlah Rp. 18.500.000,-

Korban menyanggupi, membayar lunas semua biaya yang diminta, serta menyerahkan semua dokumen pribadi keduanya, atas nama Jermia Budi Susetya dan almarhumah.

Adapun dokumen asli yang diserahkan pada saat itu dan hingga kini belum dikembalikan adalah:

2 lembar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan - red), 1 buah Kartu Keluarga atas nama Jermia Budi Susetya, 1 buah KTP atas nama Jermia Budi Susetya, 1 lembar Surat Ganti Nama atas nama Ratnasari, 1 buah Akte Kenal Lahir atas nama Ratnasari, 1 buah Akte Warganegara R.I. atas nama Theng Tjing Nio, 1 buah Akte Nikah No. 242/1972 atas nama Jermia Budi Susetya & Ratnasari, 1 buah Akte Lahir atas nama Phoa Tjoen Siem, 1 buah Akte WNI 27141/1966 atas nama Phoa Tjoen Siem, 1 buah Surat Ganti Nama atas nama Jermia Budi Susetya, dan 1 buah e-KTP atas nama Jermia Budi Susetya (dengan status menikah).

Prosesi pengurusan jenazah berjalan lancar dan selesai hingga acara terakhir pelarungan abu jenazah di laut pada Rabu Kliwon, 07 September 2016.

Persoalan muncul ketika Herry Lijanto Kartono mangkir tidak bersedia mengembalikan dokumen-dokumen keluarga almarhumah, yakni Jermia Budi Susetya. Berkali-kali diminta oleh korban, juga oleh anak korban Andreas, namun selalu saja ada alasan yang terkesan dibuat-buat oleh yang bersangkutan. Hingga akhirnya setelah 6 bulan berlalu, pada Maret 2017 lalu korban Jermia menyampaikan keluhannya kepada Wilson Lalengke di Sekretariat PPWI Nasional.

Kasus telah bergulir di Polda Jawa Tengah sejak 30 Maret 2017. Selanjutnya dilimpahkan ke Polresta Semarang pada 07 April 2017. Per hari ini, Sabtu 15 Juli 2017, praktis sudah berjalan 3 bulan lebih seminggu, usaha korban belum memperlihatkan hasil seperti harapannya, dokumen asli miliknya bersama almarhumah istrinya belum juga kembali.

“Saya seperti orang yang tidak dianggap manusia, bagai orang tidak jelas, tidak punya kewarga-negaraan, tidak punya tempat di bumi Indonesia ini karena tidak memegang satu dokumenpun tentang diri saya, semua dokumen asli saya ditahan oleh Herry Lijanto,” ujar Jermia sedih.

Kini, dalam kesendiriannya di Semarang, korban Jermia hanya berharap bantuan dari siapapun yang berkenan membantu, agar dokumen-dokumen asli miliknya bisa kembali dengan selamat dan utuh ke tangannya. “Di sisa usia saya ini, berharap kiranya masalah saya bisa segera selelsai, dokumen-dokumen asli milik saya dan keluarga bisa dikembalikan oleh Herry Lijanto,” harapnya.

Terkait dengan harapan korban dugaan penggelapan dokumen di Semarang tersebut, Ketua Umum PPWI mengharapkan bantuan pihak aparat penegak hukum agar membantu masyarakat yang teraniaya oleh warga lainnya sesuai prosedur hukum yang berlaku. “Pak Jermia itu sudah sepuh, hendaknya polisi tanggap dan segera membantu mengayomi beliau menyelesaikan kasusnya. Terduga pelaku penggelapan sudah mengakui perbuatannya dan berjanji mengembalikan semua dokumen asli kepada korban, yaa tunggu apalagi polisinya? Segera dipanggil pelaku itu bersama dokumennya dan menyerahkannya kepada korban. Janganlah orang yang sudah sepuh hampir tidak berdaya itu dipermainkan,” tegas alumni pascasarjana dari tiga universitas terbaik di Eropa (Universitas Birmingham di Inggris, Universitas Utrecht di Belanda, dan Universitas Linkoping di Swedia) itu.

Bagi warga masyarakat, siapapun dalam kapasitas apapun, dimanapun berada, korban Jermia Budi Susetya amat mengharapkan bantuan dalam menyelesaikan kasusnya ini. Adapun nomor-nomor kontak para pihak terkait, antara lain: Herry Lijanto Kartono (0812 290 5090, 0888 650 5090, Telp. Kantor 024 3511 089, Telp. Rumah 024 671 02 67), Iptu Slamet Widodo (08122881686), Bripka Firdhaus (085290622777), Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke (081371549165).

“Kami ini sedang sangat berduka kehilangan istri, ibu dari anak kami, almarhumah Ibu Ratnasari, mbok ya jangan ditambahi berduka lebih dalam lagi tho ya...” ujar Jermia penuh kesedihan. (AL)

Keterangan Foto: Herry Lijanto Kartono


Artikel Lainnya:

 

Heboh Buku “ Saudagar di Kuil Suci “ Ungkap Korupsi, Gaya Hidup Mewah Para Kardinal
Rabu, 22 November 2017

KOPI, Vatikan – Dikutip dari Amazon.com , Selasa (3/11/2015), Pihak Vatikan geram dan mengecam publikasi dua dokumen rahasia yang diperoleh dengan cara meretas laptop milik Kepala Kantor Keuangan Vatikan. Dua orang wartawan Italia membeberkan skandal keserakahan, persekongkolan, penyalahgunaan keuangan dan tindak korupsi di Gereja Katolik dalam buku "Merchants in the Temple" atau "Saudagar di Kuil Suci" karya Gianluigi Nuzzi dan... Baca selengkapnya...

Pengukuhan Jenderal Polisi Tito Karnavian Raih Gelar Profesor, Guru Besar di Kampus PTIK
Kamis, 16 November 2017

KOPI, Jakarta - Pengukuhan dilakukan dalam sidang Senat Terbuka dipimpin Gubernur selaku Ketua STIK-PTIK Irjen Pol Dr Remigius Sigid Tri Harjanto, SH, MSi. Pernyataan pengukuhan dilakukanIrjen Pol Prof Dr Iza Fadri, SH, MH, perwakilan guru besar pada senat akademik, yang juga dihadiri oleh Menteri Ristek Dikti Prof Dr Mohammad Nasir.   Jenderal (Pol) Drs H Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph D yang saat ini menjabat sebagai Kapolri,... Baca selengkapnya...

Polda Riau Rilis Data Perbandingan Operasi Zebra Tahun 2016 dengan 2017
Selasa, 14 November 2017

KOPI, Pekanbaru - Polda Riau Perbandingkan Operasi Zebra Siak Tahun Lalu dengan Operasi Zebra Siak 2017. A). Perbandingan pelanggaran lalu lintas selama 12 hari pelaksanaan Ops Zebra Siak 2017 dengan Ops Zebra Siak 2016, sbb : 1. Tilang Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 5.370 kasus, sedangkan untuk Ops Zebra Siak 2017 pelanggaran tilang sebanyak 10.463 kasus. Trend 5.093. 95 %. 2. Teguran Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 2.469 kasus, sedangkan untuk... Baca selengkapnya...

Tokoh Nasional Bakal Getarkan Munas PPWI ke-2 dan Seminar Nasional
Kamis, 02 November 2017

KOPI, JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Nasional (DPN PPWI) akan menggelar hajatan besar Kongres Nasional ke-2 tahun 2017 sekaligus Seminar Nasional dengan tema: "Mari Wujudkan Komunitas Masyarakat Indonesia yang Cerdas Informasi Melalui Peningkatan Kualitas dan Moralitas Pewarta Warga". Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 November 2017, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai, dipusatkan di Ruang... Baca selengkapnya...

Yuk Sukseskan Kongres ke-2 PPWI Tahun 2017 dan Seminar Nasional
Kamis, 02 November 2017

KOPI, JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Nasional (DPN PPWI) akan menggelar hajatan besar Kongres Nasional ke-2 tahun 2017 sekaligus Seminar Nasional dengan tema: "Mari Wujudkan Komunitas Masyarakat Indonesia yang Cerdas Informasi Melalui Peningkatan Kualitas dan Moralitas Pewarta Warga". Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 November 2017, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai, dipusatkan di Ruang... Baca selengkapnya...

Pemuda/i Adalah Ujung Tombak Pembangunan NKRI
Sabtu, 28 Oktober 2017

KOPI, JAKARTA - Sumpah pemuda merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah bangsa ini, yang membuktikan bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia sudah ada dan bersatu. Hal ini tentunya masih segar dalam ingatan kita bersama, walau sudah 89 tahun silam, sumpah ini takkan pernah usang dimakan oleh waktu dan selalu dikumandangkan para pemuda Indonesia disentero negri yang berlambangkan Pancasila, kata tokoh muda Sumbar Ahmad Bram... Baca selengkapnya...

Pengamat: Segera Usut Pemberi Izin Lahan Gambut Masa Pemerintahan Terdahulu
Senin, 23 Oktober 2017

KOPI, Jakarta – Di tempat kerjanya, Goh Pheng Pek menuturkan, “Izin konsensi penanaman di tanah gambut yang dimiliki oleh perusahaan RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper) pada masa sebelum pemerintahan Joko Widodo dengan Jusuf Kalla. Kami meminta kepada institusi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk segera menangkap dan mengusut segera siapa-siapa saja oknum yang terlibat dalam pemberian izin lahan gambut kepada perusahaan APRIL Group... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALBocorkan Skandal Keuangan Gereja Kato.....
22/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Vatikan – Dikutip dari News.com.au, Selasa (3/11/2015), Pihak Vatikan geram dan mengecam publikasi dua dokumen rahasia yang diperoleh dengan [ ... ]



NASIONALKapolri Rilis Sketsa Wajah Pelaku Penyi.....
25/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Polda Metro Jaya merilis sketsa dua wajah orang yang diduga pelaku penyiraman penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sketsa tersebut di [ ... ]



DAERAHTelegram Kapolri, Kapolrestabes Medan Di.....
22/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Medan - Berdasarkan surat telegram Kapolri No ST/2754/XI/2017 per tanggal 16 November 2017, pergantian terjadi pada jabatan Kapolrestasbes Medan [ ... ]



PENDIDIKANTim Dream Menanam Nilai Antikorupsi Seda.....
23/11/2017 | Redaksi KOPI

KOPI - Absensi adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seorang mahasiswa sebagai penanda awal perjalanan menuju sebuah niat suci bernama “skripsi [ ... ]



EKONOMIIPO PT Campina Ice Cream Industry Tawark.....
23/11/2017 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta - PT Campina Ice cream Industry Tbk berencana untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebanyak-banyaknya 885.000.000 (delapan [ ... ]



HANKAMSemarak Peringatan Hari Pahlawan 2017 di.....
17/11/2017 | Rachmad Yuliadi
article thumbnail

KOPI, Banda Aceh - Sebagai bangsa yang besar tentu saja kita harus mengingat jasa para pahlawan. Pada tanggal 10 November 2017, rakyat Aceh memperinga [ ... ]



OLAHRAGASempena Hut Kuansing : Bupati H. Mursini.....
13/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Dari pantauan Pewarta Indonesia , Kamis pagi (12/10-17) dari luar Gedung DPRD kabupaten Kuansing, puluhan karangan bunga u [ ... ]



PARIWISATAKomunitas EO Aceh dalam Peningkatan Prom.....
23/11/2017 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI, JAKARTA - Salah satu sumber pendapatan daerah adalah melalui pemasukan dibidang pariwisata. Untuk itulah segenap EO (Even Organizer) Aceh ditunt [ ... ]



HUKUM & KRIMINALWanted … Dua Orang Napi Sangat Berba.....
23/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Ditempat kerjanya, Geng Suang mengatakan “Yang membuat malu kinerja Kemenkumham melainkan oknum anggotanya sendiri . ini buktiny [ ... ]



POLITIKTercium Aroma Korupsi Pengadaan Sapi B.....
24/11/2017 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Pekanbaru - Ditempat kerjanya, Ajisulung menuturkan “ Propinsi Riau memecahkan Rekor Nasional,  tiga orang mantan Gubernurnya tersandung kas [ ... ]



OPINI“Jangan Ambil Uangku, Ibu!” Refleksi.....
18/11/2017 | Harjoni Desky, S.Sos.I., M.Si
article thumbnail

KOPI - Pak Ahmad sudah 2 tahun ini menjadi peserta asuransi. Saat menjadi peserta asuransi, ia sengaja merahasiakan keanggotaannya kepada istrinya, ka [ ... ]



PROFILDulu Anak Tukang Kayu, Kini Polisi Kand.....
16/11/2017 | Didi Rinaldo

  KOPI, Bangka Belitung - Seorang polisi berseragam lengkap tampak memacu sepeda motornya ke dalam kebun yang berjarak dua jam perjalanan dari Pan [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPameran Seni “Run For Manhattan” by .....
24/11/2017 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta - Ciptadana Art Program kembali digelar dengan tujuan untuk berbagi dengan klien, dengan mengapresiasi seni kontemporer unik Indonesia. [ ... ]



ROHANIMengenal Abuya Syaikh H. Muhammad Muda W.....
26/09/2017 | Ismayadi Yadi
article thumbnail

KOPI - Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy Abu Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy DAYAH-DARUSSALAM [ ... ]



RESENSIDrama Korsel Berjudul Man Who Dies to L.....
30/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI – Jakarta - Drama Korea Man Who Dies to Live berhasil masuk sepuluh besar rating drama terbaik di Korea Selatan.
drama yang tayang di MBC ini j [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATILBH APDESI (Asosiasi Perangkat Desa S.....
22/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Senen (20/11-17), LBH (Lembaga Bantuan Hukum) APDESI (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) besutan Gusti Randa, SH. MH men [ ... ]



SERBA-SERBIKoleksi Model Tas Anak Sekolah Perempuan.....
21/11/2017 | Taufiq Iqbal
article thumbnail

KOPI - Tahun ajaran baru di sekolah, identik dengan perlengkapan sekolah yang baru pula. Anak-anak biasanya akan meminta dibelikan perlengkapan sekola [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.