Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Hukum Raport Merah Kapolres Metro Tangerang, Dugaan Penyelewengan Uang Negara Tidak Diproses
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat & Sukses atas Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Presiden dan Wakil Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Muh. Jusuf Kalla pada tanggal 20 Oktober 2014. Semoga di bawah kepemimpinan beliau berdua, bersama-sama seluruh komponen bangsa, percepatan pencapaian tujuan bernegara Indonesia akan segera dapat dilaksanakan dengan baik dan lebih nyata.

Raport Merah Kapolres Metro Tangerang, Dugaan Penyelewengan Uang Negara Tidak Diproses

KOPI, Tangerang - Dinas Kesehatan Tangerang selatan,pada tahun 2010 mendapat kucuran dana dari APBD dan APBN yang bertujuan untuk pengadaan alat kesehatan guna penunjang kesehatan masyarakat. Pengadaan alat kesehatan yang berupa ECG 1/3 Chanel,tensi meter, Hematologi Analyzer, Partus set, Defibiliator, Vertos Bed, Vascular Doppler, Patient Monitor, Emergency Medical set, Oxygen Saturasi, Spirometri, Minor Surgery Set,lelang pengadaan alkes tersebut dimenangkan oleh CV.CAKRA BUANA dan CV.ARIA CIPTA FORTUNA.

Tapi anehnya setelah tender dimenangkan oleh dua perusahaan tersebut,diduga para pemenang tender tidak mengetahui akan adanya pekerjaan tersebut,serta pendistribusian barang-barang yang seharusnya disalurkan sesuai aturanya justru sedikit diabaikan oleh para pemenang tender dengan alasan tidak mengetahui akan adanya lelang tersebut.

Informasi yang diperoleh dari berbagai narasumber bahwa alat-alat kesehatan yang seharusnya disalurkan justru tidak pernah tersalurkan sesuai ketentuanya,seperti halnya yang terjadi di puskesmas Paku Alam berdasarkan data DINKES Tangsel telah menyalurkan ALKES berupa ECG 1/3 Channel dan Tensi meter.

Salah satu pegawai puskesmas tersebut menjelaskan tidak menerima ALKES berupa ECG 1/3 Channel,serta keterangan seorang dokter yang bertugas dipuskesmas ini mengatakan tidak pernah menerima barang yang seharusnya didistribusikan,serta ragu dengan tanda tangan si penerima.

“kami tidak pernah menerima alat-alat seperti yang abang(red-wartawan) sebutkan,serta tanda tangan pada surat penerimaan pun layak dipertanyakan,tanda tangan siapa itu,”ungkap salah satu pegawai puskesmas yang tidak mau disebutkan namanya.

Dugaan penyelewengan tersebut diperkuat dari keterangan puskesmas Jurang Mangu menurut data dari DINKES TANGSEL puskesmas Jurang Mangu sudah menerima alat kesehatan (ALKES) berupa Hematologi Analyzer, Partus set, Defibiliator, Vertos Bed, Vascular Doppler, Patient Monitor, Emergency Medical set, Oxygen Saturasi, Spirometri, Minor Surgery Set, akan tetapi alat-alat kesehatan tersebut tidak pernah sampai di puskesmas Jurang Mangu,Tangerang Selatan.

Sedangkan Puskesmas Ciputat Timur menurut data dari DINKES TANGSEL telah menerima ALKES berupa Emergency Medical Set dengan Merk ROSSMAX Germany, akan tetapi menurut berbagai narasumber menyebutkan puskesmas Ciputat Timur menerima alat kesehatan dengan Merk SHONGEN,dengan demikian barang yang diterima tidak sesuai dengan ketentuan.

Ketika dikonfirmasi terkait dugaan penyelewengan tersebut Komisaris Besar Polisi Wahyu Widada yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Keplosian Resort Kabupaten Tangerang mengatakan,”jangan Tanya saya lagi masalah itu,soalnya saya sudah tidak menjabat di POLRES Tigaraksa,konfirmasi saja sama Kasat Reskrim,” kata Wahyu.

Dihubungi via telefon selulernya KOMPOL Sinto Silitonga mengatakan”gue (saya) sih,udah pusing ngurusin masalah itu,jangan Tanya gue lagi,’kata Sinto menjelaskan.

Ditemui secara terpisah Mediyanto selaku team investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat GARUK KKN berkomentar,”sudah seharusnya Pihak Kepolisian selaku aparatur penegak hukum berlaku adil,kalau memang ada indikasi penyelewengan uang Negara,yah sudah seharusnya dong diperiksa guna meneggakkan keadilan hukum di Negara kita tercinta,” komentar Mediyanto ketika ditemui awak media. -BERSAMBUNG (SURYA)

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.