Bendera ASEAN Resmi Berkibar di KBRI Rabat
KOPI, Di lapangan upacara KBRI Rabat tanggal 8 Agustus 2011, tiga pengibar bendera menerima bendera ASEAN dari Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko, Tosari Widjaja. Dengan langkah tegap bendera tersebut dibawa menuju tiang bendera, digerek dan akhirnya berkibarlah bendera ASEAN diiringi alunan musik anthem ASEAN. Seluruh hadirin nampak dengan seksama memperhatikan naiknya bendera ASEAN.
Demikian sekelumit rangkaian upacara pengibaran bendera ASEAN, telah mengukir sejarah, yaitu untuk pertama kalinya bendera ASEAN berkibar di Kerajaan Maroko. Melalui pengibarannya secara resmi pada hari tersebut, bendera ASEAN akan terus berkibar disamping bendera nasional Republik Indonesia, Sang Merah Putih, di KBRI Rabat.
Duta Besar RI, Tosari Widjaja dalam sambutannya menyampaikan, bahwa ASEAN sejak didirikan tahun 1967 telah menempuh jalan panja
ng dan saat ini telah dikenal oleh masyarakat internasional sebagai asosiasi yang sukses dan mempunyai peranan penting dalam mempertahankan stabilitas, perdamaian dan pertumbuhan ekonomi di kawasannya.Duta Besar RI juga menyampaikan bahwa pengibaran bendera ASEAN disamping bendera nasional Indonesia merupakan simbol dari upaya perwujudan Masyarakat ASEAN pada tahun 2015.
Selain Duta Besar RI, hadir pada upacara tersebut, para Duta Besar dan Kepala Perwakilan ASEAN lainnya yaitu Malaysia, Vietnam, Thailand dan Brunei Darussalam. Disamping itu, hadir pula tamu undangan dari Kementerian Luar Negeri Maroko, Direktur Asia dan Pasifik, Mohamed Maliki dan komunitas masyarakat Philipina dan Laos yang bermukim di Maroko. Sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik Maroko ikut meliput upacara dan melakukan wawancara dengan Duta besar RI, Malaysia dan Thailand.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- 12 Kongres AS Menyambut Baik Konstitusi Baru Maroko
- Konjen RI untuk Sabah-Serawak Terima Duta Seni Indonesia
- Perancis Turut Mendukung Proses Negosiasi Sahara
- Aljazair dan Polisario Mesti Tunduk
- Reformasi 1 Juli Membawa Maroko ke Komunitas Demokrasi Dunia
- Pembicaraan “Sahara” Akan Berlanjut
- Migran Asal Srilangka Bertahan di Atas MV Alicia
- 98,50% Maroko Memberikan Suaranya atas Rancangan Konstitusi
- HM Raja: Pidato Pesan untuk Bangsa Maroko (teks lengkap)
- Aktivis Gonas Ditelantarkan KBRI Singapura
- Situasi Buruk di Tindouf adalah Tanggung Jawab Aljazair
- Penolakan IDC atas Kasus Mostafa Salma di Jenewa
- LSM AS : Penggelapan Bantuan Kemanusiaan oleh Polisario Dibeberkan
- Pemimpin Separatis Sahara Barat di Polandia Buka Suara di Manhasset
- Statement Gerakan Oposisi Melawan Front Polisario
Pemutakhiran Terakhir (Rabu, 10 Agustus 2011 12:38)


























