Ahli AS: Partisipasi Maroko Sangat Dibutuhkan Atasi Perdagangan Narkoba
KOPI, Washington - Bentrokan antar gank pedagang obat grup Polisario di perbatasan Mali-Aljazair melahirkan skema dasar terlibatnya separatis yang bermukim di tindouf, skema tersebut menunjukan campur tangannya di pasar obat ilegal di kawasan Sahelo-Sahara, pakar AS mengingatkan.
Berbicara pada MAP (Maghreb Arabe Presse), Kepala Pusat Internasional Institut Potomac untuk Terorisme Studiesn, Yonah Alexander mengingatkan bahwa” pemerintah bertanggung jawab” seperti Maroko dan analis independen agar menarik perhatian masyarakat internasional terhadap skema Polisario atas bisnis penyelundupan perdagangan narkoba.
Yonah memperingatkan jangan meremehkan Polisario dan AQIM (Al-Qaeda di Maghreb Islam) atas keterlibatan mereka dalam perdagangan narkoba.
Dalam hal ini, Yonah menyerukan utk mengakhiri situasi berbahaya ini, katanya lagi, ini merupakan ancaman serius bagi Maghreb dan konsekuensi dari keamanan nasional AS, mengingat interkoneksinya antara perdagangan narkoba dan terorisme.
Dia menjelaskan, bahwa rute perdagangan kokain Amerika Latin melalui Sahel, sebuah wilayah di mana AQIM sebagian besar masih aktif.
Untuk itu, Direktur Dewan Atlantik Michael S. Anshari Pusat Afrika, Peter Pham, menunjuk kepentingan terjalin di perdagangan obat antara kartel narkoba, AQIM dan Polisario, mencatat fakta bahwa puluhan tentara bayaran Polisario yang berjuang untuk Gaddafi kini tinggal menganggur setelah runtuhnya rezim diktator Libya.
Dalam hubungan ini, Pham menekankan perlunya strategi anti-terorisme global di Sahel. Tambahnya, bahwa strategi tersebut hanya akan efektif dengan aktifnya partisipasi Maroko partisipasi.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Masyarakat Indonesia di Maroko Rayakan Idul Fitri 1432 H
- Peringatan HUT Ke-66 Proklamasi RI di KBRI Rabat Berlangsung Khidmat
- Warga Negara Korea Selatan Diserahkan ke Kantor Imigrasi
- Bendera ASEAN Resmi Berkibar di KBRI Rabat
- 12 Kongres AS Menyambut Baik Konstitusi Baru Maroko
- Konjen RI untuk Sabah-Serawak Terima Duta Seni Indonesia
- Perancis Turut Mendukung Proses Negosiasi Sahara
- Aljazair dan Polisario Mesti Tunduk
- Reformasi 1 Juli Membawa Maroko ke Komunitas Demokrasi Dunia
- Pembicaraan “Sahara” Akan Berlanjut
- Migran Asal Srilangka Bertahan di Atas MV Alicia
- 98,50% Maroko Memberikan Suaranya atas Rancangan Konstitusi
- HM Raja: Pidato Pesan untuk Bangsa Maroko (teks lengkap)
- Aktivis Gonas Ditelantarkan KBRI Singapura
- Situasi Buruk di Tindouf adalah Tanggung Jawab Aljazair
Pemutakhiran Terakhir (Rabu, 21 September 2011 20:40)


























