Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
Aktivitas Bongkar Muat Pelabuhan Sunda KelapaPengecekan KWHListrik untuk Pesona Air Mancur Monas
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5023
Isi : 8250
Content View Hits : 1861556
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1977
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4119

Warga Online : 83
IP Kamu : 38.107.179.219













Warta Berita Internasional Gejolak People Power, Apakah Putin Penguasa Abadi Rusia
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Gejolak People Power, Apakah Putin Penguasa Abadi Rusia

KOPI, Kremlin - (Alm) Mantan Presiden Ferdinan Marcos turun dari kekuasaan akibat People Power oleh Rakyat Philipina.tak jauh dengan nasib Orde baru masa Pemerintahaan (alm) Mantan Presiden Soeharto demontrasi besar-besaran dilakukan oleh kelompok Mahasiswa bersama dengan rakyat Indonesia menurunkan rezim orde baru.telah berkuasa selam 32 tahun di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kini ribuan rakyat Negara Rusia turun kejalanan demontrasi besar-besaran untuk menurunkan Perdana Mentri Rusia Vladimir Putin dari kekuasaan.yang telah berkuasa 12 tahun memerintah Rusia.

Mantan Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev meminta Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin, tak mencalonkan diri lagi tahun depan. Pasalnya, Putin sudah lama memegang posisi politik tertinggi di Rusia, tepatnya tiga periode.

"Aku menyarankan agar Putin berhenti sekarang. Ia telah menjabat tiga periode; dua periode sebagai presiden dan satu periode sebagai perdana menteri, itu sudah cukup," kata Gorbachev pada radio Moscow Echo, seperti dikutip dari Telegraph.co.uk

Politikus berusia 80 tahun ini juga melontarkan kritik penyelenggaraan pemilu pada 4 Desember lalu. Dari hasil pemilu tersebut, partai Vladimir Putin berhasil meraih kemenangan 140 persen suara. Menurut Gorbachev, hasil tersebut harus dibatalkan dan diadakan pemilu lagi, karena penuh pemalsuan dan kecurangan.

"Hasilnya tidak merefleksikan keinginan dari masyarakat Rusia. Aku pikir mereka (para pemimpin Rusia) hanya dapat mengambil satu keputusan, menganulir hasil pemilu dan melakukan pemilihan ulang," ujar Gorbachev.

Ia sempat mempertimbangkan untuk ikut serta dalam demonstrasi besar-besar menuntut kemunduran Putin, di pusat kota Moskow hari ini, yang dihadiri puluhan ribu orang. Namun, Gorbachev tak dapat bergabung dan hanya menyampaikan salam pada para demonstran.

Sebelumnya, untuk menenangkan para demontran, Presiden Dmitry Medvedev pekan ini mengumumkan akan melakukan langkah-langkah reformasi. Antara lain melakukan pemilihan gubernur daerah. Tetapi masyarakat lebih menginginkan diulangnya pemilihan umum legislatif.

Sejak Sabtu, 24 Desember 2011 kemarin, puluhan ribu demonstran mengibarkan bendera dan berteriak-teriak menuntut pemilihan umum ulang dan sekaligus mengakhiri kekuasaan Vladimir Putin. Kondisi ini meningkatkan tekanan terhadap pemimpin Rusia itu, saat dia mencoba untuk memenangkan kembali kursi presiden.

Para pendemo meneriakkan, "Rusia tanpa Putin" dan "Pemilu baru, pemilu baru", menuntut diakhirinya kekuasaan Putin selama 12 tahun. Ini merupakan demonstrasi oposisi terbesar kedua dalam dua minggu di pusat kota Moskow.

Vladimir Putin (REUTERS / Jason Lee)

Para pendemo meneriakkan, "Rusia tanpa Putin" dan "Pemilu baru, pemilu baru", menuntut diakhirinya kekuasaan Putin selama 12 tahun, dalam demonstrasi oposisi besar kedua dalam dua minggu di pusat kota Moskow.

"Anda ingin Putin kembali menjadi presiden?" seru novelis, Boris Akunin kepada kerumunan ribuan orang yang langsung serempak menjawab, "Tidak."

Polisi mengatakan, setidaknya ada 28.000 orang berdemo di Prospekt Sakharova -- yang dinamai pembangkang era Soviet Andrei Sakharov. Namun, salah satu penyelenggara aksi, politisi liberal, Vladimir Ryzhkov mengatakan, ada 120.000 orang yang turut serta. Beberapa dari mereka memanjat tiang listrik dan pohon.

"Saya melihat cukup banyak orang untuk mengambil alih Kremlin dan Gedung Putih (kantor pemerintahan) sekarang!" kata blogger antikorupsi, Alexei Navalny -- tokoh oposisi terkemuka.

"Namun ini aksi damai, kami tak akan melakukannya. Belum. Tapi jika penjahat dan pencuri itu melanjutkan aksinya, berusaha menipu kami dengan kebohongan, kami akan mengambil alih kekuasaan. Sebab, kekuasaan adalah milik kita, rakyat!," kata Alexei.

Aksi protes terhadap Vladimir Putin menjalar ke seluruh Rusia akhir-akhir ini. Tanpa mempedulikan pandangan dan paham, puluhan ribu demonstran tumpah ruah di seluruh negeri menuntut diadakannya Pemilihan Umum (Pemilu) ulang.

Dugaan kecurangan pemilu banyak disampaikan oleh panitia pemungutan suara maupun komisi pemilihan umum Rusia. Salah satu bukti kecurangan adalah banyaknya kertas suara yang diduga ditulis oleh satu orang. Disinyalir, ini dilakukan oleh partai berkuasa, United Rusia.

Partai United Rusia sendiri mengalami penurunan terparah semenjak Vladimir berkuasa selama 12 tahun. Padahal, tahun depan, Perdana Menteri Putin berniat menjadi Presiden, sedangkan Medvedev akan menjadi PM. (Reuters) (sumber VVn).dd

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


Artikel Lainnya:

Pemutakhiran Terakhir (Rabu, 28 Desember 2011 14:35)