Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online
None

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Nasional Polres Nagan Raya Menggelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2014
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Polres Nagan Raya Menggelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2014

KOPI, NAGAN RAYA - Polres kabupaten Nagan Raya menggelar simulasi Pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif yang digelar Tanggal 09 April mendatang. Simulasi dipusatkan dilapangan alun – alun Suka Makmue, yang diikuti kurang lebih serartus personel kepolisian,

 

Kegiatan itu diawali dengan simulasi kampanye terbuka dengan dua partai berbeda.Massa kedua partai tersebut sempat berpas-pasan. Namun tidak terjadi keributan karena mereka dikawal ketat oleh sejumlah polisi pengamanan pemilu.

 

Selanjutnya, dilakukan simulasi pemungutan suara. Dalam simulasi itu, dipertunjukkan pengamanan pasukan anggota polisi. Tidak terjadi keributan saat pemungutan suara.

 

Keributan mulai terjadi setelah penghitungan suara. Sekelompok massa yang tidak menerima hasil penghitungan suara membuat kericuhan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Dua polisi yang bertugas di TPS mampu mengamankan dua orang yang dianggap perusuh.

 

Kemudian, simulasi lanjut di Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) selaku penyelenggara pemilu. Massa yang mendatangi kantor tersebut mencoba menembus blokade polisi, aksi saling dorong mendorong pun terjadi. Pasukan polisi dengan tameng dilempari plastik air mineral. Massa terus bergerak dan berupaya menembus blokade polisi pengendali massa.

 

Polisi akhir berhasil membubarkan massa setelah pasukan mengelelurkan  tembakan peringatan ke udara. Beberapa orang yang dianggap provokator langsung diamankan.

 

Kapolres  Akbp Gunawan Eko Susilo melalui Kasubbag Humas Polres Nagan Raya, AKP Alamsyah  mengatakan, simulasi ini merupakan praktik langsung setiap tahapan  pemilu, sehingga personel paham apa yang mereka lakukan dalam pengamanan pesta demokrasi tersebut.

 

"Simulasi ini untuk memberikan gambaran kepada personel yang terlibat pengamanan pemilu. Setidaknya, dengan simulasi ini, personel memiliki kerangka berpikir apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat pengamanan pemilu," katanya, kalau hanya sekadar teori, lanjut dia, seluruh personel yang terlibat pengaman pemilu sudah memahami. Dengan adanya simulasi ini, tentu pemahaman teori tersebut bisa diimplementasikan di lapangan.

*PMR*

 


Artikel Lainnya:

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.