Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Implementasi Nilai-nilai Pancasila di Tanah Batak Jadi Tema Bincang Focus Group Discussion FBBI

 

Foto: Pembicara (kiri), Pengurus dan Peserta FGD

 

KOPI, JAKARTA - Implementasi nilai-nilai Pancasila di Tanah Batak Bona Pasogit (kampung halaman) jadi tema perbincangan Focus Group Discussion (FGD) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), ditengah maraknya perbincangan Pancasila di republik belakangan ini.


FBBI memilih tema Pancasila sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap Ideologi Negara, Pancasila yang harus dijaga dari rongrongan paham radikalisme dan intoleran. Namun sebagai ormas Batak, FBBI memfokuskan bahasan untuk Bona Pasogit di seputar Tapanuli dan kawasan Danau Toba, khususnya bagi generasi muda.

 

FGD yang digelar kali ini bertajuk “Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila di Tanah Batak”. Acara dilangsungkan pada Kamis sore, 28 September 2017, di kantor DPP FBBI, Jl. A.Yani, Jakarta Timur,


Sebagai pemantik diskusi, ada 2 (dua) pembicara yaitu, Danny PH Siagian, SE., MM (Ketua Dewan Pakar DPP FBBI) yang sehari-harinya sebagai jurnalis dan dosen, dan Dr (Cand) Liberty Simbolon, M.Kom (Sekretaris Eksekutif DPP FBBI) yang juga dari kalangan akademisi dan pegiat komunikasi. Sementara penanggap adalah Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM yang juga Ketua Umum DPP FBBI (mantan Direktur Pemberdayaan SDM BPN) dan Dr. Merphin Panjaitan (Dosen dan Penulis Buku 'Peradaban Gotong Royong’).

 

Dalam paparannya, Danny PH Siagian dengan judul makalah “Tantangan Implementasi Nilai-nilai Pancasila Bagi Pembangunan Karakter Generasi Batak Bona Pasogit di Era Milenial” mengatakan, nilai-nilai Pancasila, khususnya bagi generasi Batak di Bona Pasogit, mengalami degradasi dibandingkan era tahun ‘60 hingga ‘90-an. Namun hal ini bukan saja persoalan di Bona Pasogit, tapi juga di berbagai daerah lainnya.

 

Menurut Danny, hal itu disebabkan antara lain karena mata pelajaran Pancasila tidak lagi menjadi kurikulum wajib, sebagaimana dulu menjadi pelajaran penting di sekolah, dan terintegrasi dengan ajaran orangtua di rumah serta lingkungan. Belum lagi pengaruh Reformasi yang selalu menonjolkan demokrasi, ditambah pengaruh booming era teknologi informasi dan komunikasi yang membuai.

 

“Coba saja kita tes para siswa SMA sekarang ini misalnya. Masih lancar nggak melafalkan urutan lima sila dalam Pancasila? Apakah mereka masih bisa menjelaskan butir-butir yang terkandung dalam tiap sila itu?. Bisakah dijelaskan bentuk-bentuk implementasinya dalam keseharian?,” ungkap Danny justru mempertanyakan.

 

Sebab itu menurutnya, perlunya revitalisasi implementasi nilai-nilai Pancasila itu sendiri, untuk menjadikan generasi muda Batak, sebagai Benteng Pancasila dan berbudaya kuat. (Dans/Red)

 

“Apalagi dalam menghadapi paham radikalisme dan intoleran yang bertentangan dengan Pancasila. Belum lagi menghadapi kemungkinan munculnya pengaruh budaya luar dengan rencana pengembangan kawasan Danau Toba, yang ditetapkan Pemerintah sebagai ‘Monaco of Asia’ sebagai destinasi wisata dunia. Generasi muda Batak di Bona Pasogit harus tangguh untuk itu semua,” tandasnya.

 

Tentu, lanjut Danny, penerapan implementasi nilai-nilai itu harus kreatif dan inovatif. Sesuai dengan perkembangan informasi dan teknologi yang berbasis digitalism di Era Milenial, yang menjadi dunianya anak muda sekarang.

 

Sementara itu, Liberty Simbolon sebagai pembicara kedua, lebih menekankan revitalisasi Pancasila dari segi manajemen. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yang dipadukan dengan budaya yang sudah ada, perlu disinkronisasi.

 

Menurut Liberty, saat ini Pancasila menjadi sebuah Manajemen Identitas dalam keberagaman atau bermajemuk dalam menjawab tantangan bangsa kedepan. Karena nilai-nilai yang berakar dari budaya Nusantara, terbukti Pancasila menjadi wadah pemersatu bangsa Indonesia yang beraneka ragam dan multikultural.

 

“Yang perlu kita lakukan adalah menjiwai dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

 

Sebagai penanggap khusus, Dr. Merphin Panjaitan. M.Hum mengatakan, memang seharusnya nilai-nilai Pancasila itu diterapkan kembali dalam keseharian.

 

“Terutama dalam hal bergotong-royong. Banyak tradisi yang dulu, seperti ‘marsiadapari’ (bekerjasama dalam mengerjakan sawah secara bergiliran-red) yang sudah sangat bagus dan menjadi tradisi, namun sekarang sudah tidak ada. Dan banyak lagi soal kebersamaan dan keadilan lainnya yang perlu dibangkitkan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri. FBBI tentu diharapkan bisa menginspirasi semua itu,” bebernya.

 

Sedangkan Ronsen Pasaribu sebagai penanggap utama mengatakan, perlunya para tetua desa atau orang yang dituakan dan disegani di desa (hatobangon), selain kepala desa dan tokoh adat, untuk mendorong implementasi nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

 

“Sebab mereka biasanya sangat memahami dan berkompeten dalam penerapaan nilai-nilai Pancasila itu sendiri, dari sudut tradisi dan budaya di wilayah masing-masing,” jelasnya.

 

Tanggapan lainnya disampaikan Alan Sihombing, SH, Sekjen DPP FBBI, yang mengatakan mestinya menjalankan nilai-nilai Pancasila itu dengan menyadari filosofi ‘Dalihan Natolu’ (tiga tungku) dalam filosofi adat Batak. Terutama dalam menjalankan pemerintahan di daerah, dari tingkat Bupati hingga Kepala Desa.

 

Dari pantauan, diskusi berlangsung hampir tiga jam, yang diikuti sekitar 20 orang dari unsur DPP, pengurus DPD FBBI DKI Jakarta, akademisi dan aktivis seni dan budaya Batak, dengan moderator Mutiara Marbun, SH (Kepala Kantor DPP FBBI). Usai diskusi, dilanjutkan dengan launching website FBBI.

 

Mengutip pesan Presiden Jokowi pada penutupan Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia di Peninsula Island, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali Selasa (26/09/2017), yang mengatakan, era keterbukaan memberikan celah bagi upaya-upaya infiltrasi ideologi yang dapat memecah belah bangsa.

 

Sebab itu, Jokowi menegaskan, untuk merawat Kebhinnekaan dan pembinaan ideologi Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa Indonesia, perlu dimasukkan baik ke dalam kurikulum pengajaran maupun kegiatan pendidikan nonformal lainnya.

 

“Tanamkan bahwa kebinekaan adalah sumber kekuatan bangsa Indonesia dan betapa kita ini sangat beragam. Negara ini kokoh menjadi satu dengan dasar Pancasila. Dengan bekerja bersama, marilah kita rawat NKRI. Perkuat Pancasila, tolak radikalisme dan terorisme,” pungkasnya.

 

Turut mendampingi Presiden, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir serta Gubernur Bali I Made Mangku Pastika. Acara itu diikuti 3.000-an pimpinan Perguruan Tinggi dari seluruh wilayah Indonesia. SON/DANS


Artikel Lainnya:

 

Cucu Pahlawan Nasional Bra Koosmariam Tersiram Air Panas oleh Pramugari Garuda
Minggu, 15 April 2018

KOPI, Jakarta – Cucu pahlawan nasional Pakubuwono X yakni B.R.A Koosmariam Djatikusumo (69) mengalami cacat payudara akibat tersiram air panas di kabin pesawat oleh oknum pramugari. Insiden terjadi saat penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Banyuwangi pada 29 Desember 2017 lalu. Saat itu, pramugari Garuda sedang melayani para penumpang atau serving. Tak disangka, teh panas tumpah dan mengenai tubuh korban. Cucu pahlawan nasional... Baca selengkapnya...

Wartawan Dimeja-hijaukan, Dewan Pers Mutlak Dibubarkan
Sabtu, 14 April 2018

KOPI, Jakarta – Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA kembali bersuara keras atas tindakan kriminalisasi terhadap wartawan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Kali ini, Wilson merasa sangat prihatin atas perlakuan sewenang-wenang aparat kepolisian di Polda Sumatera Barat yang menyeret Ismail Novendra, pimpinan redaksi Koran Jejak News yang terbit di Padang, Sumatera Barat, ke meja hijau. Laporan terkini yang... Baca selengkapnya...

Ada Apa Dengan KPK ? Tak Berani Mengusut Kasus Izin Kehutanan Melibatkan Zulkifli Hasan
Jumat, 13 April 2018

KOPI, Jakarta - Keterlibatan mantan Mentri Kehutanan Zulkifli Hasan memberikan izin pembebasan lahan hutan di Propinsi Riau dan Banten. Hampir semua kasus korupsi alih fungsi lahan berawal dari keputusan menteri yang berwenang dan saat itu Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan melalui SK No. 673/ 2014 menyetujui alih lahan sebesar 30.000 ha yang berujung pada pemberian suap oleh mantan Gubernur Annas Makmun . Dalam persidangan terdakwa... Baca selengkapnya...

Erasmus Huis Hadirkan Konser Alexander Ullman di Jakarta
Kamis, 12 April 2018

KOPI, Jakarta – Lembaga Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, mengadakan acara konser tunggal menghadirkan Alexander Ullman, bertempat di The Erasmus Huis, Kedubes Belanda, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 April 2018. Alexander Ullman adalah pemenang pertama Franz Liszt Piano Competition ke-11 yang berlangsung di Utrecht, Belanda, tahun 2017 lalu. Tidak kurang dari 300 penonton menyaksikan konser anak muda berkebangsaan Inggris... Baca selengkapnya...

Mendes PDTT Eko Putro Ingatkan Kades Tak Selewengkan Dana Desa , Telpon Satgas Bila Ada Kendala
Kamis, 12 April 2018

KOPI, Jakarta – Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Jusuf Kalla, Selama Tiga tahun ini dana desa mampu membangun lebih dari 121.000 kilometer jalan desa. Ini belum pernah ada dalam sejarah Indonesia. Desa mampu membangun 1.960 kilometer jembatan, tambatan perahu, embung air (sumur resapan air), sarana olahraga, irigasi, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro... Baca selengkapnya...

Inilah Puisi “Ibu Indonesia” Dibacakan oleh Sukmawati Bikin Heboh Umat Islam
Sabtu, 07 April 2018

KOPI, Jakarta - Putri Presiden pertama Indonesia Soekarno yakni Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul “Ibu Indonesia” di acara Pagelaran peragaan busana “Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week ke 29” bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Maret 2018. Ibu Indonesia Aku tak tahu Syariat Islam Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah Lebih cantik dari... Baca selengkapnya...

Ini Alasan Kenapa Jual Pulsa Itu Menguntungkan
Sabtu, 31 Maret 2018

Sumber foto: suarapawan.com KOPI, Jakarta - Di antara semua kebutuhan hidup manusia zaman sekarang, pulsa adalah bagian dari sandang, pangan dan papan. Pulsa bukan lagi kebutuhan tersier, namun bagi beberapa orang sudah masuk ke dalam kebutuhan primer. Pasti sering nemuin kan, banyak orang yang rela tidak makan asal bisa beli pulsa. Kejadian seperti ini tidak hanya sekali atau dua kali saja terjadi pada pemilik ponsel. Terlebih para pengguna... Baca selengkapnya...

PENDIDIKANSMPN 1 Gisting Diduga Sarat Pungli dan P.....
19/04/2018 | Redaksi KOPI

KOPI, Tanggamus - Upaya pemerintah Republik Indonesia meningkatkan mutu pendidikan beberapa tahun ini selalu menjadi sektor skala prioritas. Terbukti, [ ... ]



EKONOMIRealisasi Program OBOR, Kemenperin Fokus.....
20/04/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI, JAKARTA -Indonesia dan China terus berupaya menguatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif. Apalagi, kedua negara telah sepakat mengembangkan [ ... ]



HANKAMPanggung Persiapan Deklarasi Kemerdekaan.....
04/04/2018 | Wawan Setiawan
article thumbnail

KOPI, Abepura - Kapolres Jayapura Kota AKBP. Gustav R.Urbinas memimpin pelaksanakan pembongkaran panggung Panitia Persiapan Deklarasi Kemerdekaan N [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAAston Luncurkan Minuman Anyar “Cocore.....
27/03/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung – Trend “nongkrong” atau berkumpul sudah menjadi gaya hidup anak muda maupun dewasa saat ini, mulai dari makan dan minum hingga  [ ... ]



POLITIKPembangunan Berbasis Budaya - Cegah Koru.....
21/04/2018 | Wahyono Yono

KOPI, Jakarta - Bertempat di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki Cikini Jakarta. Di gelar kegiatan diskusi SATU FORUM Jakarta -Sumatera Utara, Disku [ ... ]



OPINIWajah KW/Mirip Kivlan Zein Bawa Pisau Te.....
17/04/2018 | Didi Rinaldo

Kopi, Tembung - Wajah Serupa atau KW mirip mantan Jendral Kivlan Zein terpantau di daerah Tembung, Sumatera utara. Sang wajah KW tersebut memakai kaos [ ... ]



PROFILBrigjen Pol. Drs. H. Faisal Abdul Naser,.....
02/03/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta,Bila Kita perhatikan bahwa Bumi Aceh sangat subur sekali. Bahkan tanaman ganja tumbuh seperti rumput hijau di tanah. Bumi Aceh sangat sub [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAMenaker M. Hanif Dhakiri : Angkatan Ke.....
12/04/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Dalam acara Diskusi public ditaja oleh Forum Kebijakan Ketenagakerjaan (FKK) di Auditorium CSIS, Jakarta, Rabu (11/4/2018).
sebagai  [ ... ]



ROHANIGerakan Belajar dan Mengajar Al-Qur'an.....
04/04/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Sebagai daerah yang menganut sistem syariat Islam maka daerah Aceh banyak sekali terdapat tempat-tempat pendidikan belajar Alquran. U [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIAnggota DPRD Riau Suhardiman Amby Di-OTT.....
09/04/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Operasi Tangkap Tangan (OTT) bukan milik Institusi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saja. Para istripun melakukan aksi serupa,  [ ... ]



SERBA-SERBIKonsul Amerika Serikat Tertarik Lingkun.....
12/04/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Kawasan lingkungan alam perlu dilestarikan. Apalagi kawasan lingkungan hidup seperti di Gunung Leuser merupakan paru-paru dunia. Pad [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.