Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Nasional Mengatasi Masalah Pangan dan Gizi adalah Tugas Bersama

Mengatasi Masalah Pangan dan Gizi adalah Tugas Bersama

Pewarta-Indonesia, KUPANG - Musim Kemarau sudah di depan mata, apakah akan berulang lagi permasalahan kerawanan pangan yang berdampak adanya anak-anak kurang gizi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kurang gizi pada anak-anak terutama balita banyak dijumpai di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Menurut data Dinas Kesehatan NTT, sejak awal Januari sampai 13 Juni 2008 tercatat 23 anak balita di Nusa Tenggara Timur meninggal dunia karena gizi buruk. Secara keseluruhan, sejumlah 12.818 anak balita di NTT mengalami gizi buruk dan 72.067 balita menderita gizi kurang.


Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa kerawanan pangan bukan satu-satunya penyebab kekurangan gizi. Intervensi untuk mengatasi kurang gizi seringkali terbatas pada upaya-upaya kuratif jangka-pendek untuk mengatasi konsekuensi terburuk dari kekurangan gizi namun sedikit sekali membahas akar permasalahannya. Intervensi jangka pendek pada akhirnya akan memperburuk masalah karena sumber daya dipisahkan dari pendekatan jangka panjang yang lebih struktural.


Study yang dilakukan Universitas Indonesia 2006 dan Institut Pertanian Bogor 2007 di Kabupaten Sikka dan Lembata di beberapa lokasi di mana Plan Indonesia bekerja menunjukkan bahwa kurang gizi memiliki banyak penyebab yang mendasar namun di NTT sebagian akar permasalahan yang spesifik adalah: praktek pengasuhan yang buruk dalam keluarga, sangat terbatasnya keragaman pada makanan khususnya untuk balita, rendahnya kualitas pangan, frekuensi penyakit pada anak yang tinggi dengan khususnya diare dan malaria yang mempengaruhi asupan zat gizi, terbatasnya kapasitas produksi pangan yang dipengaruhi oleh hujan yang tidak menentu dan musim kering yang panjang, dan terbatasnya peluang mata pencaharian di luar bertani. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang gizi yang baik adalah faktor yang ikut memberi kontribusi terhadap sejumlah penyebab ini.

Menanggapi bukti empiris yang disebutkan di atas, Plan Indonesia salah satu International NGO yang bekerja di Propinsi Nusa Tengara Barat dan Nusa Tenggara Timur memprioritaskan pengembangan dan melaksanakan pendekatan program untuk mengatasi permasalahan pangan dan gizi dengan cara yang terpadu.

Mengapa pendekatan ini dikatakan terpadu? Mengacu pada model Unicef yang mengkategorikan masalah mendasar dari kekurangan gizi pada anak dalam aspek ketahanan pangan (akses, ketersediaan dan/atau pemanfaatan), pengasuhan anak dan kesehatan anak. Plan mencoba melakukan intervensi secara terpadu untuk mengatasi permasalahan yang mendasar tersebut. Pada saat ini sedang diimplementasikan di 21 desa dalam wilayah Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Lembata Nusa Tengara Timur hingga penghujung tahun 2010.

Komite Ketahanan Pangan dan Gizi Desa

Komite Ketahanan Pangan dan Gizi Desa dibentuk untuk menganalisa situasi pangan dan gizi dari Ibu, Balita dan Ibu hamil, merencanakan intervensi, mengimplementasikan dan memantau semua aktivitas serta capaiannya.

Komite ini di level masyarakat lebih dikenal sebagai Komite FNS Desa. FNS merupakan singkatan dari Food & Nutrition Security. Komite yang didirikan pada akhir 2007 ini beranggotakan warga desa, aparat desa, tokoh agama, kader posyandu, bidan desa, petugas gizi, PKK, kelompok tani dan kelompok masyarakat lainnya terutama keluarga yang mempunyai balita. Hingga saat ini sudah dibentuk dan diperkuat 10 Komite FNS Desa, dan 11 lagi dalam proses pembentukan dan penguatan.

Para anggota Komite FNS dibekali berbagai macam pengetahuan dan keterampilan mencakup tiga aspek yaitu pengembangan institusi/organisasi, pengembangan teknis dan pengembangan personal. Agar mereka mampu menjalankan organisasi sudah dilatih manajemen organisasi, administrasi, penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, sedangkan aspek-aspek berkaitan ketahanan pangan dan gizi diadakan pelatihan pengembangan usaha tani bekesinambungan dengan input luar rendah sampai ke pengolahan pangan yang berwawasan agribisnis. Peningkatan kapasitas masyarakat menghasilkan input pertanian sendiri tanpa tergantung dari sumber luar, seperti pembuatan pupuk organik & pestisida organik. Dampak yang sangat terasa adalah adanya kemampuan masyarakat petani untuk membuat pupuk dan pestisida organik. Kedua input pertanian ini sudah mereka terapkan di lahan-lahan pertanian mereka.

Sedangkan agar Komite FNS dapat menyebarluaskan apa yang didapat tersebut dibutuhkan kemampuan personal, untuk itu telah dilakukan pula peningkatan kapasitas memfasilitasi, membangun jejaring, bagaimana melakukan lobi dan advokasi.

Yang tidak kalah pentingnya Komite FNS juga menjadi teladan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun sayur mayur yang beraneka-ragam. Pemanfaatan pekarangan rumah ini disebar-luaskan ke masyarakat dimulai oleh anggota Komite FNS itu sendiri dan juga dibuatkan demplotnya agar lebih menyebar luas ditengah-tengah masyarakat. Kegiatan ini didukung secara teknis oleh petugas penyuluh pertanian lapangan setempat. Masyarakat diajarkan mengolah pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.

Dengan hanya dimulai sedikit stimulan bibit sayur mayur seperti kangkung, sawi, mentimun, bayam, labu, pare, dan lain-lain. Saat ini sudah nampak peminatan masyarakat memanfaatkan pekarangan mereka menjadi kebun sayur mayur.

Mencari  Solusi dari Sekitar Masyarakat

Kader posyandu sebagai bagian dari Komite FNS setelah menerima beberapa jenis pelatihan. Mereka aktif terlibat menjalankan posyandu secara rutin. Untuk balita gizi kurang dan gizi buruk diadakan sesi Pos Gizi. Pos Gizi ini mengajarkan Ibu-Ibu yang punya balita bermasalah gizinya bagaimana melakukan pengasuhan yang baik dengan pendekatan Penyimpangan Positif (positive deviance). Inti dari pendekatan ini adalah mencari solusi untuk masalah gizi anak dengan menyebarluaskan perilaku baik yang sudah dipraktekkan beberapa keluarga, dan memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan mereka sendiri. Keluarga-keluarga mempelajari perilaku positif ini dari tetangga-tetangga sekitar mereka yang memiliki tingkat ekonomi sama-sama tidak mampu tetapi memiliki anak –anak yang sehat dan status gizi baik.

Jadi kekuatan Penyimpangan Positif terletak pada mengoptimalkan solusi yang sebenarnya berada tepat di depan mata mereka. Di Pos Gizi juga ibu-ibu bersama-sama menyiapkan menu makanan lokal bergizi dibawah bimbingan Kader Posyandu dan Petugas Kesehatan Puskesmas setempat. Ibu-ibu membawa sendiri bahan-bahan untuk dimasak bersama, balita makan bersama, ibu melakukan active feeding. Sambil menerima pesan-pesan kesehatan, serta mempelajari pola pengasuhan yang terbaik buat balita mereka. Sesi ini dilanjutkan dengan kunjungan rumah untuk memastikan apakah sudah ada perubahan perilaku sebagai upaya meningkatkan status gizi balita.

Sebagai bagian dari analisa situasi, Komite FNS juga melakukan pemetaan status gizi balita secara berkala. Dibuat peta yang menjelaskan posisi dimana keluarga yang mempunyai gizi baik, gizi kurang dan gizi buruk. Sehingga intervensi pendekatan keluarga lebih mudah dilakukan, prioritas dilakukan untuk keluarga dengan balita gizi buruk dan kurang. Dan bila ditemukan balita gizi buruk walaupun sudah diikutkan di Pos Gizi beberapa sesi namun tidak meningkat statusnya, maka akan dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk direhabilitasi. Dari hasil pelaksanaan di beberapa sesi Pos Gizi lebih 80 persen anak mengalami peningkatan status gizi balita.

Secara rutin Komite FNS melakukan pertemuan di seketariat umumnya masih di Posyandu atau Balai Desa. Pertemuan ini membahas permasalahan pangan dan gizi yang ada di desa, bagaimana memecahkannya, dan bagaimana upaya mendapatkan support pemerintah setempat sebagai upaya advokasi dan networking.

Intervensi Berdasarkan Konteks Lokal

Model intervensi yang dilakukan berdasarkan kebutuhan setempat atau konteks lokal, ada beberapa intervensi yang sama untuk semua lokasi seperti upaya penguatan Komite FNS, paket peningkatan kapasitas kader posyandu, dan intervensi gizi lainnya, namun untuk upaya ketahanan pangan berdasarkan kebutuhan setempat seperti dibeberapa lokasi membutuhkan intervensi pertanian dan nelayan tetapi di lokasi lain mungkin tidak karena potensinya berbeda.

Intervensi yang diberikan dalam program ini akan berkontribusi pada proses pembelajaran bersama bagi semua pihak yang terlibat, serta untuk tujuan perbaikan gizi terutama anak balita. Berkaitan dengan yang disebut belakangan, dampak langsung kepada kelompok sasaran adalah peningkatan akses anak kepada praktek pengasuhan yang lebih baik, makanan yang bergizi cukup dan kesehatan yang lebih baik yang dapat melindungi anak dari kekurangan gizi.

Keterlibatan Pemerintah, Mitra Lokal dan Kesinambungan Intervensi

Pemerintah setempat pun terlibat aktif dalam intervensi pangan dan gizi. Mengingat masalah pangan dan gizi menjangkau dimensi yang luas, penanganannya memerlukan keterpaduan lintas sektor termasuk Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Penyuluh Pertanian, Tenaga Kesehatan, Posyandu, LSM Lokal dan Perguruan Tinggi sebagai nara sumber dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat.

Program ini dirancang dari bawah (‘bottom up’) untuk kesinambungan, juga dengan melalui dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan lain baik dalam rana regulasi maupun alokasi anggaran menjadi kunci berkesinambungan intervensi pangan dan gizi ini kedepan. (**)

*) Agusman Rizal, FNS Project Coordinator Plan Indonesia NT Area
Sumber image: agusrochdianto.wordpress.com
 

Keluarga Lintas Atjeh Buka Bareng "Bu Lam Oen"
Jumat, 23 Juni 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Loyalitas, Solidaritas, Soliditas Dan Jiwa Korsa terus dipupuk oleh keluarga besar Lintas Atjeh, moment kebersamaan dalam meningkatkan tali silaturahmi dengan Bukber. Ada hal menakjubkan yang dilakukan keluarga Lintas Atjeh bersama anggota PPWI Aceh Selatan pada saat berbuka puasa di rumah Rahmatillah di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (22/06/2017), yang menyajikan menu buka puasa... Baca selengkapnya...

PPWI Media Grup Aceh Selatan Bagi Takjil Gratis Kepada Pengguna Jalan
Rabu, 21 Juni 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Bulan Suci Ramadhan adalah penuh berkah, semua orang, organisasi atau komunitas berlomba - lomba memanfaatkan untuk berbuat kebajikan, tak terkecuali Komunitas Persatuan, Pewarta Warga Indonesia (PPWI) DPC Aceh Selatan. Setelah sebelumnya media Lintas Atjeh dan PPWI Aceh Selatan melaksanakan buka puasa bersama dan menyantuni anak yatim piatu di Desa Lhok Ruekam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Kali ini kembali... Baca selengkapnya...

Sucikan Hati, Bersihkan Jiwa, Media Lintas Atjeh Santuni Dhuafa
Rabu, 21 Juni 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Dalam bulan puasa ini mari kita sucikan hati bersihkan jiwa, saling peduli dan mengasihi, masih banyak saudara kita yang butuh perhatian dan kasih sayang, terlebih kepada kaum dhuafa dan yatim piatu. Hal tersebut disampaikan oleh Pimred Lintas Aceh Ari Muzakki pada saat mengunjungi kediaman kaum dhuafa dan anak yatim piatu bersama rombongan dalam rangka buka puasa bersama dan menyantuni yatim piatu di Gampong Lhok Reukam,... Baca selengkapnya...

Cek Endra Beri Santunan Masyarakat Di Pasantren Miftahul Jannah
Selasa, 20 Juni 2017

  KOPI Sarolangun, Memberi santunan pada Anak yatim, orang tua Jompo serta masyarakat telah menjadi kebiasaan dimata publik dan semakin  melekat pada sosok Cek Endra yang kini juga menjabat sebagai Bupati Sarolangun. Pasalnya, Kegiatan Santunan tersebut kerab dilakukan Cek endra bukan hanya saat Bulan Ramadhan, akan tetapi telah menjadi kebiasaan, sebab berbagi dan bersodakoh adalah merupakan Amal yang Pahalanya terus mengalir. Kegiatan itu... Baca selengkapnya...

Presiden Joko Widodo Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Istana
Selasa, 20 Juni 2017

KOPI, Jakarta - Buka puasa dilaksanakan secara lesehan di Istana Negara, Senen (12/6-17). Presiden mengundang anak yatim piatu dan penyandang disabilitas berbuka bersama di istana. Sebelum berbuka di awali pembacaan pemenang lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat anak-anak digelar tadi pagi (red. Senen). Acara dilanjutkan dengan mendengarkan kultum dan buka puasa bersama. Presiden Jokowi beserta anak yatim menunaikan Shalat Maghrib... Baca selengkapnya...

Kordias Resmi Jabat Wakil Ketua DPRD Riau Sisa Masa Jabatan 2014-2019
Selasa, 20 Juni 2017

KOPI, Pekanbaru - Rapat paripurna DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) dipimpin oleh Ketua DPRD Riau Septina Primawati didampingi Wakil Ketua Sunaryo dan Noviwaldy Jusman bertempat di ruang paripurna gedung DPRD Riau ,Kamis (15/6-17 ) Ketua DPRD Riau Hj. Septina Primawati mengungkapkan, pelantikan dilakukan sesuai dengan SK Mendagri nomor 161.14-3247 Tahun 2017, perihal pemberhentian dengan hormat wakil ketua DPRD Riau atas nama Manahara... Baca selengkapnya...

Ketum PPWI Hadiri Undangan Buka Puasa Bersama di Kediaman Dubes Maroko
Minggu, 18 Juni 2017

KOPI, Jakarta – Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, yang adalah juga Ketua Persaudaraan Indonesia-Sahara-Maroko (Persisma), berkesempatan menghadiri undangan Iftar (berbuka puasa) bersama di Kediaman Resmi Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Mr. Oubadia Benadbellah, Kamis, 15 Juni 2017. Acara yang dimulai sejak pukul 17.30 Wib itu diawali dengan temu-ramah dengan Bapak Dubes Maroko, sekaligus sebagai ajang perkenalan karena beliau... Baca selengkapnya...

NASIONALDPD RI Cek Kesiapan Final Pelabuhan Tanj.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Tanjung Priuk - Wakil Ketua DPDRI Nono Sampono sambangi pelabuhan tanjung priuk dan terminal Pulogebang mengecek info kesiapan moda transportasi [ ... ]



PENDIDIKANObrolan Santai dengan Kepsek SMK I Sei K.....
19/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pelalawan - Pak Kepsek (Kepala Sekolah) saya dengar dulu Sekolah ini milik yayasan alias swasta, kini sudah negeri bagaimana ceritanya. Betul ,  [ ... ]



EKONOMIHari ke-14, Pengunjung Jakarta Fair Menc.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Malam muda-mudi yang diadakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kota DKI Jakarta yang ke-490, berhasil digelar dengan meriah di  [ ... ]



HANKAMBeri Penyuhan Hukum, Yonif PR 502 Kostra.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Kalimantan Barat - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia Yonif Para Raider 502 Kostrad yang dipimpin oleh Letkol In [ ... ]



OLAHRAGAIni Dia Para Pemenang Wrangler True Wand.....
21/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Sebuah petualangan besar tahun ini “Wrangler True Wanderer 2017” baru saja menemukan pemenangnya. Mereka telah menunjukan bahwa m [ ... ]



PARIWISATAJakarta Fair Kemayoran Tetap Buka di Har.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

  KOPI, Jakarta - Penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2017 kini telah memasuki hari ke-15. Sebanyak 2.700 perusahaan yang tergabung dalam 1 [ ... ]



HUKUM & KRIMINALWaspada !!.. Menaiki Roller Coaster, Men.....
24/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Pusat perbelanjaan Trans Mart  barusan diresmikan oleh pemiliknya Chairul Tanjung sebulan yang lalu telah memakan korban seorang  [ ... ]



OPINIPeran dan Komitmen Pemerintah dalam Upa.....
21/06/2017 | Harjoni Desky

Jaminan Kesehatan Nasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan JKN, hadir dalam rangka memenuhi hak masyarakat dalam bidang kesehatan. Pemenuhan ha [ ... ]



PROFILObrolan Santai dengan Camat Sentajo Agus.....
11/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Kuantan Singingi - Obrolan santai dengan Camat Sentajo Raya Agus Iswanto, SSTP dengan wartawan Pewarta- Indonesia di ruangan kerjanya, hari Jum [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAYoesi Ariyani Lestarikan Tari Klasik Jaw.....
28/05/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Dalam era globalisasi sekarang ini, nilai-nilai tradisi sudah mulai banyak ditinggalkan oleh masyarakat modern karena dianggap tidak s [ ... ]



ROHANIAl Quran dalam Seni Batik.....
13/06/2017 | Muladi Wibowo
article thumbnail

  KOPI -  Mengisi bulan dengan beragam amalan merupakan hal yang biasa dilakukan oleh kaum muslim dimana saja, hal yang berbeda terjadi di kawasa [ ... ]



RESENSIFilm Jailangkung: Dari Permainan, Beruba.....
15/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - PERMAINAN boneka jailangkung masih adakah yang memainkannya? Ada dan banyak. Ritual pemanggilan arwah sangat lumrah dilakukan. Apalagi [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATISeptember Nanti Tembilahan Tuan Rumah Wo.....
06/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Indragiri Hilir (Inhil) merupakan daerah penghasil Kopra terbesar di Asia, 432 ribu Hektare kebun Kelapa milik rakyat maupun milik  [ ... ]



SERBA-SERBIMalam Muda Mudi Meriahkan Perayaan HUT J.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Malam muda-mudi yang diadakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kota DKI Jakarta yang ke-490, digelar dengan meriah. Pada dasarn [ ... ]


Other Articles

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.