Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Nasional Mengatasi Masalah Pangan dan Gizi adalah Tugas Bersama

Mengatasi Masalah Pangan dan Gizi adalah Tugas Bersama

Pewarta-Indonesia, KUPANG - Musim Kemarau sudah di depan mata, apakah akan berulang lagi permasalahan kerawanan pangan yang berdampak adanya anak-anak kurang gizi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kurang gizi pada anak-anak terutama balita banyak dijumpai di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Menurut data Dinas Kesehatan NTT, sejak awal Januari sampai 13 Juni 2008 tercatat 23 anak balita di Nusa Tenggara Timur meninggal dunia karena gizi buruk. Secara keseluruhan, sejumlah 12.818 anak balita di NTT mengalami gizi buruk dan 72.067 balita menderita gizi kurang.


Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa kerawanan pangan bukan satu-satunya penyebab kekurangan gizi. Intervensi untuk mengatasi kurang gizi seringkali terbatas pada upaya-upaya kuratif jangka-pendek untuk mengatasi konsekuensi terburuk dari kekurangan gizi namun sedikit sekali membahas akar permasalahannya. Intervensi jangka pendek pada akhirnya akan memperburuk masalah karena sumber daya dipisahkan dari pendekatan jangka panjang yang lebih struktural.


Study yang dilakukan Universitas Indonesia 2006 dan Institut Pertanian Bogor 2007 di Kabupaten Sikka dan Lembata di beberapa lokasi di mana Plan Indonesia bekerja menunjukkan bahwa kurang gizi memiliki banyak penyebab yang mendasar namun di NTT sebagian akar permasalahan yang spesifik adalah: praktek pengasuhan yang buruk dalam keluarga, sangat terbatasnya keragaman pada makanan khususnya untuk balita, rendahnya kualitas pangan, frekuensi penyakit pada anak yang tinggi dengan khususnya diare dan malaria yang mempengaruhi asupan zat gizi, terbatasnya kapasitas produksi pangan yang dipengaruhi oleh hujan yang tidak menentu dan musim kering yang panjang, dan terbatasnya peluang mata pencaharian di luar bertani. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang gizi yang baik adalah faktor yang ikut memberi kontribusi terhadap sejumlah penyebab ini.

Menanggapi bukti empiris yang disebutkan di atas, Plan Indonesia salah satu International NGO yang bekerja di Propinsi Nusa Tengara Barat dan Nusa Tenggara Timur memprioritaskan pengembangan dan melaksanakan pendekatan program untuk mengatasi permasalahan pangan dan gizi dengan cara yang terpadu.

Mengapa pendekatan ini dikatakan terpadu? Mengacu pada model Unicef yang mengkategorikan masalah mendasar dari kekurangan gizi pada anak dalam aspek ketahanan pangan (akses, ketersediaan dan/atau pemanfaatan), pengasuhan anak dan kesehatan anak. Plan mencoba melakukan intervensi secara terpadu untuk mengatasi permasalahan yang mendasar tersebut. Pada saat ini sedang diimplementasikan di 21 desa dalam wilayah Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Lembata Nusa Tengara Timur hingga penghujung tahun 2010.

Komite Ketahanan Pangan dan Gizi Desa

Komite Ketahanan Pangan dan Gizi Desa dibentuk untuk menganalisa situasi pangan dan gizi dari Ibu, Balita dan Ibu hamil, merencanakan intervensi, mengimplementasikan dan memantau semua aktivitas serta capaiannya.

Komite ini di level masyarakat lebih dikenal sebagai Komite FNS Desa. FNS merupakan singkatan dari Food & Nutrition Security. Komite yang didirikan pada akhir 2007 ini beranggotakan warga desa, aparat desa, tokoh agama, kader posyandu, bidan desa, petugas gizi, PKK, kelompok tani dan kelompok masyarakat lainnya terutama keluarga yang mempunyai balita. Hingga saat ini sudah dibentuk dan diperkuat 10 Komite FNS Desa, dan 11 lagi dalam proses pembentukan dan penguatan.

Para anggota Komite FNS dibekali berbagai macam pengetahuan dan keterampilan mencakup tiga aspek yaitu pengembangan institusi/organisasi, pengembangan teknis dan pengembangan personal. Agar mereka mampu menjalankan organisasi sudah dilatih manajemen organisasi, administrasi, penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, sedangkan aspek-aspek berkaitan ketahanan pangan dan gizi diadakan pelatihan pengembangan usaha tani bekesinambungan dengan input luar rendah sampai ke pengolahan pangan yang berwawasan agribisnis. Peningkatan kapasitas masyarakat menghasilkan input pertanian sendiri tanpa tergantung dari sumber luar, seperti pembuatan pupuk organik & pestisida organik. Dampak yang sangat terasa adalah adanya kemampuan masyarakat petani untuk membuat pupuk dan pestisida organik. Kedua input pertanian ini sudah mereka terapkan di lahan-lahan pertanian mereka.

Sedangkan agar Komite FNS dapat menyebarluaskan apa yang didapat tersebut dibutuhkan kemampuan personal, untuk itu telah dilakukan pula peningkatan kapasitas memfasilitasi, membangun jejaring, bagaimana melakukan lobi dan advokasi.

Yang tidak kalah pentingnya Komite FNS juga menjadi teladan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun sayur mayur yang beraneka-ragam. Pemanfaatan pekarangan rumah ini disebar-luaskan ke masyarakat dimulai oleh anggota Komite FNS itu sendiri dan juga dibuatkan demplotnya agar lebih menyebar luas ditengah-tengah masyarakat. Kegiatan ini didukung secara teknis oleh petugas penyuluh pertanian lapangan setempat. Masyarakat diajarkan mengolah pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.

Dengan hanya dimulai sedikit stimulan bibit sayur mayur seperti kangkung, sawi, mentimun, bayam, labu, pare, dan lain-lain. Saat ini sudah nampak peminatan masyarakat memanfaatkan pekarangan mereka menjadi kebun sayur mayur.

Mencari  Solusi dari Sekitar Masyarakat

Kader posyandu sebagai bagian dari Komite FNS setelah menerima beberapa jenis pelatihan. Mereka aktif terlibat menjalankan posyandu secara rutin. Untuk balita gizi kurang dan gizi buruk diadakan sesi Pos Gizi. Pos Gizi ini mengajarkan Ibu-Ibu yang punya balita bermasalah gizinya bagaimana melakukan pengasuhan yang baik dengan pendekatan Penyimpangan Positif (positive deviance). Inti dari pendekatan ini adalah mencari solusi untuk masalah gizi anak dengan menyebarluaskan perilaku baik yang sudah dipraktekkan beberapa keluarga, dan memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan mereka sendiri. Keluarga-keluarga mempelajari perilaku positif ini dari tetangga-tetangga sekitar mereka yang memiliki tingkat ekonomi sama-sama tidak mampu tetapi memiliki anak –anak yang sehat dan status gizi baik.

Jadi kekuatan Penyimpangan Positif terletak pada mengoptimalkan solusi yang sebenarnya berada tepat di depan mata mereka. Di Pos Gizi juga ibu-ibu bersama-sama menyiapkan menu makanan lokal bergizi dibawah bimbingan Kader Posyandu dan Petugas Kesehatan Puskesmas setempat. Ibu-ibu membawa sendiri bahan-bahan untuk dimasak bersama, balita makan bersama, ibu melakukan active feeding. Sambil menerima pesan-pesan kesehatan, serta mempelajari pola pengasuhan yang terbaik buat balita mereka. Sesi ini dilanjutkan dengan kunjungan rumah untuk memastikan apakah sudah ada perubahan perilaku sebagai upaya meningkatkan status gizi balita.

Sebagai bagian dari analisa situasi, Komite FNS juga melakukan pemetaan status gizi balita secara berkala. Dibuat peta yang menjelaskan posisi dimana keluarga yang mempunyai gizi baik, gizi kurang dan gizi buruk. Sehingga intervensi pendekatan keluarga lebih mudah dilakukan, prioritas dilakukan untuk keluarga dengan balita gizi buruk dan kurang. Dan bila ditemukan balita gizi buruk walaupun sudah diikutkan di Pos Gizi beberapa sesi namun tidak meningkat statusnya, maka akan dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk direhabilitasi. Dari hasil pelaksanaan di beberapa sesi Pos Gizi lebih 80 persen anak mengalami peningkatan status gizi balita.

Secara rutin Komite FNS melakukan pertemuan di seketariat umumnya masih di Posyandu atau Balai Desa. Pertemuan ini membahas permasalahan pangan dan gizi yang ada di desa, bagaimana memecahkannya, dan bagaimana upaya mendapatkan support pemerintah setempat sebagai upaya advokasi dan networking.

Intervensi Berdasarkan Konteks Lokal

Model intervensi yang dilakukan berdasarkan kebutuhan setempat atau konteks lokal, ada beberapa intervensi yang sama untuk semua lokasi seperti upaya penguatan Komite FNS, paket peningkatan kapasitas kader posyandu, dan intervensi gizi lainnya, namun untuk upaya ketahanan pangan berdasarkan kebutuhan setempat seperti dibeberapa lokasi membutuhkan intervensi pertanian dan nelayan tetapi di lokasi lain mungkin tidak karena potensinya berbeda.

Intervensi yang diberikan dalam program ini akan berkontribusi pada proses pembelajaran bersama bagi semua pihak yang terlibat, serta untuk tujuan perbaikan gizi terutama anak balita. Berkaitan dengan yang disebut belakangan, dampak langsung kepada kelompok sasaran adalah peningkatan akses anak kepada praktek pengasuhan yang lebih baik, makanan yang bergizi cukup dan kesehatan yang lebih baik yang dapat melindungi anak dari kekurangan gizi.

Keterlibatan Pemerintah, Mitra Lokal dan Kesinambungan Intervensi

Pemerintah setempat pun terlibat aktif dalam intervensi pangan dan gizi. Mengingat masalah pangan dan gizi menjangkau dimensi yang luas, penanganannya memerlukan keterpaduan lintas sektor termasuk Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Penyuluh Pertanian, Tenaga Kesehatan, Posyandu, LSM Lokal dan Perguruan Tinggi sebagai nara sumber dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat.

Program ini dirancang dari bawah (‘bottom up’) untuk kesinambungan, juga dengan melalui dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan lain baik dalam rana regulasi maupun alokasi anggaran menjadi kunci berkesinambungan intervensi pangan dan gizi ini kedepan. (**)

*) Agusman Rizal, FNS Project Coordinator Plan Indonesia NT Area
Sumber image: agusrochdianto.wordpress.com
 

Pansus I DPRD Padang Panjang Kulap ke PDAM
Minggu, 23 April 2017

KOPI, PADANG PANJANG - Meskipun pelanggan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang Panjang 8000 pelanggan, namun PDAM masih tetap mengalami kerugian investasi. Hal ini dikatakan oleh Plt Direktur PDAM Padang Panjang, Jevie C Eka Putra. Menurutnya, kondisi ini terjadi dikarenakan terjadinya kebocoran pipa air yang sudah tidak layak pakai.   "Saat ini kita baru mampu mengganti pipa sepanjang 1,2 km dengan pipa paralon. Karena tahun 1989... Baca selengkapnya...

SDN 18 Sungai Pandahan Rehab Taman Kota
Jumat, 21 April 2017

KOPI, Pasaman - Yulinar, S.Pd kepala SDN 18 Sungai Pandahan Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman bersama majelis guru melaksanakan perehaban taman kota Lubuk Sikaping. Saat media ini turun ke lokasi kepala sekolah menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan atas anjuran dari pemerintah daerah, (20/04). "Pemerintah daerah menghimbau kepada seluruh instansi untuk membuat taman bunga masing-masing di wilayah Kecamatan Lubuk Sikaping," tutur... Baca selengkapnya...

Peringati HUT TMII, Bupati Pasaman Lepas Rombongan Seni Budaya ke Jakarta
Jumat, 21 April 2017

Bupati Yusuf Lubis saat menyalami rombongan menjelang keberangkatan ke Jakarta. KOPI,  Pasaman - Puluhan rombongan seni budaya dari Group Sanggar Pasaman Saiyo dilepas Bupati Pasaman Yusuf Lubis menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Kamis 20 April 2017. Pelapasan rombongan tersebut dalam rangka ulang tahun TMII di Jakarta. “Di samping HUT TMII, pihak panitia juga menggelar pegelaran budaya di Jakarta. Jadi, kesempatan kita dari... Baca selengkapnya...

Tim Persib Targetkan Jadi Juara Liga 1 2017
Jumat, 07 April 2017

KOPI, Bandung - Manajer Persib Umuh mengemukakan, Persib tidak akan bisa sebesar ini tanpa dukungan kuat Bobotoh, mereka di mana pun Persib bertanding selalu ada memberikan semangat dan energi untuk berjuang keras menghadapi lawan-lawannya.   “Oleh karena itu,  tidak ada harapan lain selain Persib harus berjuang dan mentargetkan jadi  juara Liga 1 2017 tahun ini, tanpa dukungan Bobotoh, Persib tidak akan seperti sekarang. Terimakasih,... Baca selengkapnya...

Dandim Aceh Selatan Terima Pasukan Satgas TMMD Ke 98
Selasa, 04 April 2017

KOPI, ACEH SELATAN – Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto menerima Sebanyak 100 personel Batalyon Infanteri 115/Macan Lauser yang tergabung dalam Satgas TMMD Ke-98 tahun 2017 di Lapangan Makodim 0107/Aceh Selatan. Selasa (4/4/17).   Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto mengatakan, Pasukan yang tergabung dalam Satgas TMMD ke 98 tersebut akan diterjunkan ke lokasi sasaran dan berbaur dengan kehidupan ... Baca selengkapnya...

Akting Ibu Negara Iriana Joko Widodo Berperan sebagai “Anak Paud”
Sabtu, 01 April 2017

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan kerja ibuk negara Iriana Jokowi beserta Ibuk Mufidah Jusuf Kalla, ke Propinsi Riau, Rabu (29/3-17). Rombongan ini didampingi oleh kunjungan kerja istri-istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE). Jadwal kunjugan kerja rombongan Istri Presiden Joko Widodo ke Riau mengunjungi sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), melakukann pemeriksaan kanker serviks leher rahim atau... Baca selengkapnya...

Persit Kodim Aceh Selatan Disambut Haru Nyak Siti Rohmat
Senin, 27 Maret 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Kemiskinan yang dialami 'Nyak' Siti Rohmat, warga Desa Suak Bakong, Kecamatan Kluet Selatan, telah mengetuk rasa keprihatinan dan simpati Ketua Persit KCK Cabang XXIX Dim 0107/Asel, Ny. Hary Mulyanto dan pengurus Ranting 8 Koramil 07 Kluet Selatan. Selama ini, kondisi 'Nyak' Siti Rohmat memang serba kekurangan. Bukan hanya itu saja, bahkan kesehatannya pun menurun dan sering sakit. Sering kali tak memiliki makanan apalagi... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALMenjijikkan, Ditemukan Kotoran Manusia d.....
30/03/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Lisburn – Di kutip dari The Guardian, ditemukan kotoran manusia dalam kaleng minuman berkarbonasi yakni Coca Cola. Kotoran manusia ditemukan  [ ... ]



NASIONALSudut Pandang PPWI Terhadap Jurnalisme.....
18/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

KOPI, Solok - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA., yang merupakan lulusan PPRA Lemhannas tahun 20 [ ... ]



DAERAHGebyar Dirgantara 2017, Lanud Iswahjudi .....
22/04/2017 | Iswahyudi

KOPI, Magetan – Ribuan pengunjung yang terdiri dari pelajar maupun masyarakat umum padati Lapangan Udara (Lanud) Iswahjudi guna menyaksikan dan meme [ ... ]



PENDIDIKANMawardi, S.Pd Kepala SDN 20 Kampung Pada.....
21/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

KOPI, Pasaman - Kepala SDN 20 Kampung Padang, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman optimis membina sekolah yang beliau pimpin kearah yang leb [ ... ]



EKONOMIRaker KAMSRI; Membangun Sinergi Ekonomi .....
22/04/2017 | Andri Santana

KOPI, Pembangunan infrastruktur di Pemerintahan Era Jokowi, selain sebagai stimulus pembangunan nasional, pembangunan jalan, jembatan dan Dermaga meru [ ... ]



HANKAMBazar HUT Kostrad ke-56, Obral Sembako M.....
08/03/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-56, Kostrad menyelenggarakan “Bazar Murah Prajurit Kostrad & Insan Media”, Rabu (8/03/2017) berte [ ... ]



POLITIKKades Pelalawan : "Kami Ucapkan Salam Te.....
14/04/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Kepala Desa (Kades) merupakan perpanjangan pemerintahan pusat ke daerah. Semasa pemerintah Gubernur Riau (Gubri) yang terdahulu y [ ... ]



OPINIRevitalisasi Pendidikan Vokasi: Upaya Me.....
13/04/2017 | Harjoni Desky

Instruksi Presiden (Inpres) terkait dengan Revitalisasi Pendidikan Vokasi telah diterbitkan dalam rangka penguatan sinergi antar pemangku kepentingan  [ ... ]



PROFILRekor Leprid : Peserta Terbanyak Bakar .....
14/05/2016 | Didi Ronaldo

KOPI, Pati- Indonesia negara Bahari atau kepulauan, hampir 2/3 luas wilayah Indonesia adalah wilayah laut. Ribuan pula terhampar dari Sabang hingga Pa [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAEksistensi dan Peran RT - RW Harus Diper.....
25/02/2017 | Redaksi KOPI

KOPI, Makassar - Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia - Sulsel, (DPD PPWI Sulsel Ir. Imansyah Rukka mengatakan peran rukun te [ ... ]



ROHANIShalat Pengisi Ruang Hati Dihadapan Alla.....
17/05/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta, Dalam sehari semalam kita diwajibkan untuk shalat sebanyak lima kali. Setelah itu juga dianjurkan memperbanyak shalat-shalat sunat lainn [ ... ]



RESENSIMARS, Film Kisah Perjuangan Meraih Mimpi.....
03/05/2016 | Zohiri Kadir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Bertempat di XXI, Palaza Senayan, Jakara, Senin 92/5/2016) dan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan 2 Mei 2016 , Multi Buana K [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIRinduku Terkubur di Kampung Lansek.....
21/02/2016 | Nova Indra

siang ini
riak Tabek Kaluai masih sama
saat hatiku bicara tentangmu
tentang cinta, tentang rindu kita

hingga kini
terngiang gelak tawa
dua pecinta ber [ ... ]



CURAHAN HATIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
06/04/2017 | Didi Ronaldo
article thumbnail

KOPI, Siak Hulu, Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal te [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.