Arbi Sanit : Usulan Kenaikan Gaji Tidak Tepat

0
28

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit menilai usulan Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) untuk menaikan gaji presiden dan menteri tidak tepat. Alasan lebih besarnya gaji pejabat eselon satu yang merangkap komisaris BUMN daripada gaji menteri dianggap pikiran “dengkul”.

Dihubungi di Jakarta, Senin (26/10), Arbi  mengatakan, sebaiknya presiden, menteri hingga anggota DPR menunjukan kinerja cemerlang daripada meminta kenaikan gaji. Sebab, permintaan itu hanya menguras keuangan negara. “Dalam kondisi saat ini tidak pantaslah. Kalau soal cemburu kenapa tidak sekalian cemburu sama Amerika,” sindirnya.

Menurut dia, pejabat pemerintah bisa memaksimalkan fasilitas negara yang lebih dari cukup. Gaji presiden dan menteri bisa dinaikkan jika mereka telah menghasilkan kinerja yang baik. (Andhini)

BAGIKAN
Berita sebelumyaMenanti Realisasi Janji Manis SBY
Berita berikutnyaEkonomi Tumbuh 7%, Pariwisata Meningkat 10%
Koran Online Pewarta Indonesia atau disingkat KOPI adalah sebuah media massa nasional berbasis jurnalisme warga (pewarta warga) yang dibangun dan dikelola oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Pimpinan redaksi KOPI adalah Wilson Lalengke, dibantu oleh ribuan penulis/pewarta lintas profesi, lintas agama, lintas strata sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain dari seluruh nusantara dan luar negeri.