Bakar Boneka Replika Alfian Mallarangeng, Pendemo di Amankan Polisi

0
19

Pewarta-Indonesia, MAKASSAR – Protes terhadap Andi Alfian Mallarangeng terkait pernyataannya yang sangat menyakiti hati keluarga besar Sulawesi Selatan, masih berlanjut. Aksi unjuk rasa digelar di perempatan tol Reformasi, Jumat (3/7) oleh Lembaga Peduli Bangsa (Pena Center). Dalam aksi kali seorang pengunjukrasa diamankan polisi karena membakar boneka replika Alfian.

Unjuk rasa yang dikoordinatori Andika Ayayup ini hanya berjumlah sekitar 10 orang. Mereka memprotes pernyataan Alfian yang mengatakan bahwa belum saatnya putra Sulawesi Selatan menjadi presiden. Protes terhadap Mallarangeng ini terlihat juga dari pamflet-pamflet yang mereka bawa bertuliskan ‘singkirkan sang politis busuk, si trio Mallarangeng yakni Alfian, Rizal dan Choel’.

Mereka juga membawa sebuah boneka kayu berbalut koran bekas, yang diibaratkan sebagai replika Alfian. Boneka replika ini kemudian dilepari telur oleh pengunjuk rasa. “Ini sebagai simbol sakit hati kami, kepada oknum tidak bertanggung jawab, kami orang dari Sulsel mengutuk stigma yang menginjak harkat dan martabat Sulsel,” teriak Andika.

Menurut Andika, pernyataan Alfian tersebut tidak hanya merendahkan satu etnis saja melainkan mengadu domba dan memprovokasi rakyat. Karena sangat kontradiktif dengan konstitusi dan semangat NKRI yang mengedepankan kesetaraan dan kesamaan setiap golongan, suku.

Para pengunjukrasa ini juga menuntut agar Susilo Bambang Yudhoyono sebagai penanggung jawab tertinggi kampanye untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat Sulawesi Selatan khusunya. Juga kepada Indonesia pada umumnya atas pernyataan Alifian Mallarangeng.

Sebelum mengakhiri unjukrasa, para mahasiswa ini lebih dulu menyiram boneka replika Alfian Mallarangeng dengan bensin kemudian membakarnya. Melihat aksi pengunjukrasa ini, pihak kepolisian langsung bertindak dan mengamankan mahasiswa pengunjukrasa yang melakukan pembakaran yakni Akbar.

Wakapolres Makassar Timur, Kompol M Ridwan mengatakan mahasiswa tersebut terpaksa diamankan karena membakar. Padahal sejak awal telah diberitahukan dan dilarang membakar. Menurutnya, pembakaran tersebut sangat membahayakan para pengguna jalan, apalagi wilayah ini termasuk sangat padat.(tempointerakti.com)