Bangun Padang dengan Buku untuk Kemanusiaan

0
27
Pewarta-Indonesia, Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter mengguncang wilayah Sumatera Barat merusakkan sejumlah rumah, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran dan menyisakan luka yang amat mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pasca gempa dilakukan pelbagai cara. Tak ketinggalan kalangan Sastrawan dari empat negara (Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam dan Malayasia) membuat buku untuk kemanusiaan bertajuk “Solidaritas untuk Bencana Alam Gempa di Sumatera Barat 2009”

Menurut Okky Sastrawiguna, salah satu penulis menuturkan “Ide pembuatan buku kemanusiaan ini berawal dari Leonowens SP, sastrawan dunia sekaligus penulis buku-buku  puisi sebanyak 34 buku”tegasnya

“Atas prakarsa Leonowens SP ini lahirlah buku-buku Padang 7,6 Skala Richter; Suara-Suara Nurani dan Kalbu; Suara-Suara Adam; Suara-Suara Hawa; Jejak Para Kaul I; Jejak Para Kaul II Proyek kemanusiaan ini”jelasnya

“Kuatnya rasa simpati, empati, komitmen dan merasa satu entik melayu dari para sastrawan keempat negara untuk merekontruksi gempa Padang menjadi pendorong aksi sosial buku ini” tambahnya

Saat ditanya isi buku “Suara-Suara Hawa” yang telah dilaunchingkan pada hari Sabtu 13 Februari 2010 di Newseum Café, Jl. Veteran No. 33 Jakarta Pusat dengan menghadirkan narasumber; Leonowens SP (Koordinator, Sastrawan & Esais), Yoen Aulina Casym (Ketua Panitia) dan Salbiah Sirat (Editor Tamu dari Singapura) ia menjelaskan “Suara-suara Hawa berisi antologi puisi. Pada buku itu ada 5 Puisi Bunda” katanya

“Perlu diketahui semua hasil penjualan buku ini akan disumbangkan untuk korban bencana Padang” paparnya

Mengenai orang-orang yang menyumbangkan puisi pada Suara-suara Hawa ini, Ia berkata “Ada 25 penulis yang terlibat diantaranya; Prof. Dr. Siti Zainon Ismail; Yoen Aulina Casym; Delima De Wilde Sri; Salbiah Sirat; Silfia Hanani Syafei; Laura Khalida; Lia Salsabila; Annisa Rose; Kirana Kejora; Maira Eka Sari; Andaara Lerenza; Bintang Tika; Dian Hartati; Rosyida Hikma; Ria Octaviansari; Suriani Demon; Epiest Gee; Rita Nauli; Nera Andiyanti; Dr. Ribka Tjiptaning; Kemuning Larasatie; Liven Riawaty; Eviwidi; Yuli Sectio Rini; Okky Sastrawiguna”

“Ingat puisi adalah anak-anak kita ; mereka tak hanya akan menghibur kita dalam kata-kata, ia juga akan menahan kita dari kebencian hati dan kemarahan pikiran,” ucapnya

Beredarnya ontologi puisi membawa harapan, dambaan dan cinta kasih sesama baginya “Alhamdulillah saya senang, haru, bangga, campursari dan entah apa lagi namanya bisa berperan serta dalam pembuatan buku ini. Lahir satu lagi kebanggan saya hari ini” harapannya [Ibn Ghifarie]