Sakit dan Kecelakaan Kerja Penyebab Terbanyak Kematian TKI

0
26

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Banyaknya kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) meninggal dunia di luar negeri lebih disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu karena sakit dan akibat kecelakaan kerja. 

Demikian diungkapkan Drg Elia Rosalina Sunityo, Kasubdit Pelayanan Kesehatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), menanggapi berita banyaknya jenazah TKI yang dikirimkan dari tempat mereka bekerja di luar negeri, khususnya Malaysia.

Drg Elia membantah dugaan bahwa pemeriksaan kesehatan TKI sebelum berangkat ke luar negeri dilaksanakan asal-asalan, sehingga tidak bisa mendeteksi penyakit yang diderita calon TKI sebelum mereka bekerja.

 

Namun demikian Kasubdit Pelayanan Kesehatan BNP2TKI itu tidak menampik kemungkinan pemeriksaan kesehatan tidak dilakukan sesuai standar yang ditentukan sehingga hasil yang diperoleh tidak mencerminkan kondisi kesehatan yang sesungguhnya dari calon TKI.

“Pemeriksaan kesehatan kepada TKI harus sesuai dengan Satgas Peralayanan Pemeriksaan Kesehatan (SPPK). Semua TKI yang mau bekerja ke luar negeri harus melewati pemeriksaan yang sesuai dengan peraturan itu, kalau tidak itu tidak benar,” kata Elia Rosalina.

Elin panggilan akrab Elia Rosalia mengatakan memang ada kasus ketika diperiksa kesehatannya TKI tidak sakit, tetapi, setelah TKI tersebut sampai di luar negeri ternyata sakit hingga menyebabkan kematian.

“Kalau ada kasus seperti ini biasanya langsung dicek, sakitnya apa? Kenapa bisa sakit? itu harus cepat diteliti. Khusus untuk negara-negara Timur Tengah, kasus seperti ini banyak terjadi dan menyebabkan TKI meninggal,” sambung Elllin.

Drg Ellin juga mengungkapkan, di negara-negara Timur tengah, ada sejenis penyakit yang dinamakan Meningtis Meningokous, sejenis penyakit radang tenggorokan. Gejalanya penyakit itu seperti radang dan panas tinggi.

“Penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dengan imuniasi atau divaksin. Biasanya TKI yang berangkat ke Timteng harus di immunisasi dahulu, kalau tidak TKI itu bisa terserang oleh penyakit Meningtis Meningokous. Imuniasi tidak hanya kepada TKI, tetapi kepada semua orang yang akan berangkat ke Timteng seperti juga jemaah haji dan umroh,” katanya.

Prosedur Test Kesehatan

Mengenai prosedur kesehatan calon TKI, menurut Drg Ellin, biasa dilakukan saat pemeriksaan rekrutmen dan tahap pemeriksaan medical check up. Pemeriksaan itu dilakukan menjelang berangkat. Ia mengaku pemeriksaaan kesehatan setiap negara tidak sama, dan itu sesuai dengan permintaan demografinya.

“Kadang ada juga TKI yang diperiksa di sarkes A hasilnya unvit tetapi setelah diperiksa di sarkes B hasilnya vit. Sekarang sudah ada sisitim sidik jari, jadi kalu diperiksa di Sarkes lain hasilnya tetap A tidak akan berubah,” jelas Elin

Selain karena sakit, ada juga penyebab TKI meninggak karena kecelakaan kerja. Kasus ini tidak bisa diduga sebelumnya. Biasanya TKI yang akan berangkat kerja ke luar negeri kondisinya sehat, tetapi, karena kecelakaan kerja TKI akhirnya meninggal dunia.

“Faktor kecelakaan memang di luar dugaan manusia. Tapi kalau TKI-nya sangat memperhatikan keselamatannya itu bisa menaikkan jumlah kecelakan kerja. Artinya kematian akibat kecelakan kerja bisa diminimalissir,” katanya

Elin menyarankan untuk mencegahnya dua faktor yang sering menjadi penyebab banyaknya TKI meninggal itu, pemerikasaan kesehatan TKI harus dilakukan dengan benar. Selain itu kepada Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) juga harus diingatkan, agar mereka tidak hanya asal mengirim TKI karena TKI ini manusia bukan barang yang bisa diperdagangkan.  (**)