Bila Lebaran Hari Minggu, PT KA Siap Kembalikan Tiket

0
23

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Akibat belum ada kepastian kapan Lebaran membuat sejumlah penumpang KA yang akan mudik jadi bingung. Sebab banyak yang membeli tiket untuk keberangkatan hari Minggu dengan harapan Lebaran jatuh pada hari Senin. Bila Lebaran jatuh hari Minggu maka tidak bisa berlebaran di kampung sesuai rencana.

Oleh karena itulah kemungkinan akan banyak mengambalikan tiket yang dibeli untuk keberangkatan hari Minggu. Namun demikian PT KA siap menerima pembatalan tiket dari  pemudik.

Broer Rizal, Wakil Kepala Stasiun Senen, mengatakan pengembalian tiket hanya dapat dilakukan pada loket penjualan tiket yakni di stasiun dan agen resmi PT. KA.

“Sesuai ketentuan, penumpang yang mengganti tiketnya dengan uang hanya mendapat ganti 75 persen dari total harga jual,” tandas Broer saat ditemui di Stasiun Senen, Rabu (16/9).

Untuk penumpang yang membeli tiket melalui ATM dan kantor pos, dapat menunjukkan bukti pembelian kepada petugas di loket penjualan tiket di stasiun.

Bagi penumpang yang akan menukar jadwal kebarangkatan masih  dimungkinkan. Asal saja kapasitas tempat duduk di kereta pada hari tersebut masih ada kursi kosong.

“Sampai saat ini belum ada penumpang yang mendatangi loket untuk menukarkan tiketnya dengan uang,” kata Broer.

SIAGAKAN KERETA TAMBAHAN

Mengantisipasi pergeseran puncak pemudik, terkait dimungkinkannya lebaran jatuh pada hari Minggu, Adi Suryatmini, Kepala Humas PT. KA, telah mengantisipasinya yakni dengan menyiagakan kereta tambahan. “Bedanya hanya waktu peluncurannya saja,” sambung Adi.

Kepanikan pemudik mulai terlihat menyusul belum jelasnya Lebaran. Tini, 28, pemudik mengaku awalnya berencana berangkat mudik pada Jumat (18/9), tapi kemungkinan dipercepat. “Untuk jaga-jaga kalo lebaran jatuh hari Minggu,” ujar Tini yang akan mudik ke Cepu, Jawa Tengah. (guruh/poskota)

BAGIKAN
Berita sebelumyaHijrah dari Masyarakat Statis
Berita berikutnyaPerses Tunduk 2:0 Lawan Persib
Koran Online Pewarta Indonesia atau disingkat KOPI adalah sebuah media massa nasional berbasis jurnalisme warga (pewarta warga) yang dibangun dan dikelola oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Pimpinan redaksi KOPI adalah Wilson Lalengke, dibantu oleh ribuan penulis/pewarta lintas profesi, lintas agama, lintas strata sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain dari seluruh nusantara dan luar negeri.