Dana Aspirasi Tidak Aspiratif

0
27

Pewarta-Indonesia, Dana Aspirasi sebesar Rp. 15 Miliar per-anggota DPR yang belakangan menjadi wacana yang berkembang dinilai tidak aspiratif. Bahkan memiliki potensi yang dapat merusak tatanan kehidupan bernegara. Penilaian tersebut dikemukakan Ketua Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Drs. H. Abdilla Fauzi Achmad, MBA, Selasa (8/6), di DPR.

Lebih lanjut Abdilla berpendapat, sesuai dengan fungsinya, DPR bukan dalam kapasitas sebagai eksekutor, tetapi sebagai penyusun budgeting negara. Bukan pula berarti harus sekaligus merangkap sebagai pelaksana.

“Jika ada seorang anggota DPR ikut dalam pelaksanaan APBN, maka hal itu justru akan menurunkan reputasinya, dan akan mendegradasi posisinya dari fungsi pengawasan di DPR.” Ujar Abdilla.

Lebih jauh dampak negatif yang bakal dihadapi dengan adanya model Dana Aspirasi itu adalah munculnya problema baru, seperti membuka peluang ketimpangan antar daerah. Bagi daerah yang padat penduduk akan lebih diuntungkan daripada yang sedikit penduduk. Karena keanggotaan DPR menganut ketentuan proporsional berkorelasi dengan jumlah penduduk.

Maka bagi daerah  padat penduduk seperti di Jawa, akan lebih banyak mendapat keuntungan alokasi dana aspirasi daripada daerah-daerah sedikit jumlah penduduk yang pada umumnya berada di kawasan Indonesia Timur, karena jumlah anggota DPR-nya lebih sedikit. (muhyi)

Sumber image di sini