Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Harapan SBY dan Keprihatinan Ahtisaari

 


Pewarta-Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Aceh dalam rangka peresmian Proyek raksasa serharga Rp 715,3 miliar dan pertemuannya dengan Pemerintah Aceh serta tokoh masyarakat dan para ulama di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kedatangan orang nomor satu di Indonesia yang tergolong langka itu tampaknya sebagai wujud kelanjutan dari program pembangunan yang telah dirintis sebelumnya (2005) yaitu Badan Rahabilitasi dan Rekonstruksi (BRR).

 

Kunjungan Kepala Negara ke Aceh (23-24/2) disaat suhu politik Aceh sedang memanas dan memasuki fase sangat krusial. Sepertinya Kepala Negara merasa perlu melakukan evaluasi langsung persoalan Aceh secara lebih akurat dan menyeluruh dari lapangan (Aceh/sumber). Kunjungan sang Presiden kali ini menjadi momentum emas bagi Aceh dan juga sebaliknya Pimpinan RI diharapkan dapat menetralisir dan meredam gejolak panas (sikap agresif) dari kelompok lain yang mencoba sulut ketegangan baru di Aceh serta menguburkan rasa curiga, buruk sangka dan berbagai penafsiran negativ lainnya terhadap Aceh terutama wadah politik mantan GAM KPA/PA.

 

Masyarakat Aceh menyambut positiv kehadiran Yudhoyono ini sebagai sebuah sarana jalan tol bagi memuluskan dicapaianya keinginan dan harapan lebih baik oleh seluruh masyarakat Aceh. Secara tersirat, Presiden diharapkan supaya memberikan perhatian lebih serius dan memberikan nuansa baru bagi Aceh serta menempatkan Aceh pada posisi teristimewa dalam menunjang pembangunan yang berskala nasional.

 

Selama kunjungannya di Aceh, SBY menaruh banyak harapan agar perdamaian yang telah terbina itu diselamatkan dan dilanjutkan. Kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki merupakan penyelesaian sengketa politik paling objektif antara Aceh dan Jakarta karena itu dianggap sebagai solusi (pilihan) masyarakat Aceh untuk bebas dari ketiak konflikt berkepanjangan. Keluar dari konflikt merupakan sebuah makna “merdeka” dalam artian masyarakat bebas dari zone dentuman peluru dan, atau sama juga dengan merdekanya masyarakat Indonesia dari koloni Belanda dulu sehingga secara leluasa dapat menikmati ketenangan tanpa ada perasaan yang menghantui maupun ketakutan.

 

Selain meresmikan 13 proyek yang menelan biaya ratusan miliar rupiah itu, Presiden SBY datang membawa kado besar berisi “harapan” terakhirnya sesaat menjelang pemilu atau menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Kepala Negara yang terlibat dalam proses penyelesaian persoalan Aceh secara konfrehensif. Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa Yudhoyono berkeinginan kuat untuk merangkul hati nurani rakyat Aceh bagi meraih kembali tampuk kekuasaannya dalam pemilu mendatang.

 

Presiden SBY mengharapkan tidak ada satu orang pun yang mengganggu perdamaian di Aceh pasca penandatanganan kesepakatan (MoU) damai Helsinki yang merupakan pilihan masyarakat Aceh untuk keluar dari konflik. "Saya berharap tidak ada siapa pun yang mengganggu pilihan masyarakat Aceh untuk merasakan perdamaian karena ini adalah jalan yang kita pilih dan kita kehendaki. Untuk itu mari kita selamatkan dan lanjutkan perdamaian di Aceh,". "Tidak ada lagi istilah Daerah Operasi Militer (DOM) maupun Gerakan Aceh Merdeka (GAM) lagi. Hilangkan pikiran-pikiran lain yang hanya mementingkan pribadi kecuali untuk mensukseskan proses perdamaian," (Waspada, 23/2)

 

”Saya minta mari kita selamatkan dan lanjutkan. Jalan ini adalah jalan yang terbaik. Jalan ini pula yang dikehendaki oleh saudara-saudara kita di Aceh. Jalan ini pula yang didukung oleh masyarakat dunia. Aceh dengan status otonomi yang luas dalam kesatuan negara Rebuplik Indonesia. Satu paket final.

Saya berharap tidak ada yang mengganngu pilihan ini, dari siapa pun. Maka mari kita hentikan cara berpikir yang lalu. Tidak ada istilah DOM. Tidak ada istilah GAM. Kita bersatu sekarang sebagai masyarakat Indonesia, bangsa Indonesia. Saya setuju mendukung apa yang disampaikan saudara gubernur. Mari kita selamatkan proses ini. Jangan ada gangguan-gangguan apa pun,” (Radio Nederland Weredomroep 25/2).

 

Harapan yang penuh optimis dan rasa komitmen yang tinggi dari sang Presiden untuk menyelamatkan dan melanjutkan kesinambungan perdamaian Aceh itu kiranya perlu diikuti dan dipatuhi oleh segenap komponen bangsa dan bukannya mengabaikan apalagi meremehkan instruksi pemegang otoriter tersebut. Khususnya pihak TNI dan Polri diminta untuk meresapi dan mengimplementasikan amanah Pimpinan negara itu dengan menjungjung tinggi martabat dan marwah MoU yang telah dicapai dengan keputusan sangat berat dan sulit di Helsinki.

 

Semua pihak disarankan untuk menyatukan pemikiran bagi melanjutkan visi dan misi damai-MoU Helsinki di Aceh seperti halnya harapan dan pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pemikiran negativ dan kondisi buruk politik Aceh dalam masa terakhir ini menyebabkan damai Aceh goyah dan bakal sekarat. Penafsiran tak sedap sering terdengar seperti label “separatis” sampai kini masih disemprotkan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan perubahan Aceh dan menjadikan itu sebagai akar untuk menanamkan kembali serial drama konflikt terhadap Aceh.

 

Oleh karena itu menjadi tugas kita bersama untuk memikirkan dan tunjukkan sikap lebih dewasa dari siapapun untuk terus merawat damai/MoU Aceh sehingga timbul sebuah sikap yang sejuk/jernih dan pemahaman sehat. Selama ini banyak pihak cendrung berpaling dari konsep damai Aceh dan itu akibat pemahaman yang keliru. Sepatutnya jiwa pesimis yang kekanak-kanakan sehubungan keberlangsungan perubahan iklim politik Aceh pasca Helsinki 2005 itu tidak perlu ada. Pola pikir yang konstruktif perlu dilahirkan sebagaimana konstruktifnya para pengambil kebijakan dalam melahirkan sebuah kesepakatan politik yang cukup mahal sehingga terciptanya hak dan kewajiban yang sekarang berada dipundak kita bersama. Konsep perdamaian Helsinki di Aceh hanyalah sebuah bingkai yang penuh aturan dan mengajak kita untuk berjalan dalam koridor dimaksud tanpa mencedrai semangat yang terkandung didalamnya.

 

Situasi dan kondisi Aceh sebelum kunjungan Presiden SBY mengalami masa-masa sulit yang menggoncang bumi Aceh dengan aksi pembunuhan terselubung terhadap anggota dan kader KPA/PA. Eskalasi kekerasan politik terjadi dan terbilang menghebohkan seluruh nusantara tak terkecuali Jakarta. Dikabarkan pencopotan Kapolda Aceh Irjen Pol Rismawan diduga erat kaitan dengan kinerja Kepolisian yang dianggap gagal mengungkap berbagai peristiwa criminal seperti, pembunuhan, reror, intimidasi, penculikan pembakaran dan pemboman kantor partai. Menjelang Pemilu, eskalasi kekerasan semakin meningkat, bila aparat kepolisian tidak berhasil mengeliminir berbagai tindak kekerasan itu, kemungkinan konflik baru kembali melanda provinsi NAD itu, (Waspada, 15/2).

 

Ditengah suasana menjelang pemilu, Presiden dalam amanat(pidato)nya menyebutkan bahwa tidak ada istilah Daerah Operasi Militer (DOM) dan tidak ada istilah Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Menarik bagi kita untuk menyimak dan mengefaluasi kembali kedua mantan kesebelasan (pemain) perang yang sekarang sudah jeda dengan adanya MoU Helsinki.

 

Daerah Operasi Militer dengan sendirinya telah dicabut dan belasan ribu serdadu RI ditarik pulang keinduknya begitu proses penyelesaian politik kedua kubu tersebut ditandatangani. Begitu juga Gerakan Aceh Aceh Merdeka, 840 pucuk senjata sebagai peralatan perangnya dipotong dan dihancurkan oleh Tim Monitoring Aceh Mission (AMM) sebagai pertanda penghentian permusuhan telah berakhir di Aceh. Lalu, kenapa juga masih terjadi pembantaian sejumlah penduduk sipil dan berbagai bentuk pelanggaran HAM lainnya di Aceh disaat DOM tidak ada lagi? Apakah penghentian pembunuhan warga Aceh itu baru berlaku semenjak pidato Presiden (23/2), atau memang implementasi penghentian drama ”genocida” tersebut berlaku ketika MoU diteken? Saya kira Presiden selaku pemegang payung negara memiliki kemampuan untuk menjawab dan mendongkrak pihak Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) dan Gerakan Pemusnahan Damai (GPD) yang selama ini berusaha menyeret kembali Aceh kejurang konflikt. Inilah riak-riak gangguan yang selama ini meresahkan masyarakat Aceh dan mengganggu eksperiment-eksperiment politik yang ada.

 

Bersamaan kunjungan dua hari Kepala Negara ke Aceh, berikutnya mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari-pun mengunjungi NAD yang kesekian kalinya. Kehadiran peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2008 ke Tanoh Rencong kali ini mengundang keprihatinannya terhadap kondisi buruk Aceh yang menyebutnya sebagai “dramatis”. Namun kehadirannya menjelang pemilu bulan depan menjadi momentum penting bagi Aceh sekaligus untuk menjawab teka-teki seputar perlu-tidaknya tim pemantau pemilu yang independen dari Eropa. Ahtisaari menegaskan soal tim pengawal pemilu Internasional ke Aceh merupakan bagian dari kesepakatan MoU Helsinki 2005.

 

Penegasan Martti Ahtisaari dalam hal ini untuk menangkis desas-desus pihak yang mempolitisir seputar pemantau asing dalam pemilu Aceh seperti tuduhan bahwa; ”Crisis Management Initiative (CMI) dan Uni Eropa bersembunyi di belakang alasan "tidak diundang Pemerintah Indonesia" untuk tidak melakukan pemantauan di Aceh begitu tulis M. Nur Djuli salah seorang yang terlibat dalam perundingan Aceh di Helsinki, Finlandia pada 15 agustus 2005.

 

Pemerintah Indonesia juga secara terbuka menyatakan welcome, tapi tidak akan memberi undangan khusus dalam hal pemantauan pemilu di Aceh, karena itu pada anggapannya tidak perlu, lanjutnya.

 

"Akan tetapi Ketika kita mengkonfirmasi hal ini kepada EU dan CMI, kata M. Nur Djuli, mereka mengatakan bahwa waktunya sudah terlalu singkat untuk bisa mengirim team."

 

"Kalau EU bisa membuat team Aceh Monitoring Mission dalam waktu 2 minggu dulu, kenapa sekarang tidak bisa?" Nur Juli mempertanyakan.

 

Apalagi dulu sudah pernah dibuat team pemantau untuk PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah) jadi orang-orangnya tinggal diaktifkan saja, lanjutnya, (achehpress, 13/2).

 

“Perdamaian Aceh harus diselamatkan dan harus berlangsung hingga mencapai satu titik yang permanen” katanya. Namun masih ada beberapa klausul dålam MoU yang belum dilaksanakan, seperti pembentukan pengadilan HAM dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). (Serambi, 26/2).

 

Keprihatinan Martti Ahtisaari sebagai sesuatu keadaan yang jarang terjadi sebelumnya dan menyebabkan dirinya harus menyebutkan kondisi Aceh dramatis. Seolah-olah Ahtisaari sudah mengantongi semua kronologis peristiwa kekerasan (serial drama) selama damai Aceh terwujud termasuk yang paling besar adalah pembunuhan tokoh-tokoh Partai Aceh dan sebagainya. Kegelisahan masyarakat Aceh ia tangkap dari pengaduan-pengaduan yang disampaikan dalam forum pertemuan di Banda Aceh (Selasa, 24/2) sehingga kini menimbulkan keprihatinan dunia.

 

Masyarakat Aceh mengadu dan melaporkan prihal situasi Aceh terkini kepada Bapak Perdamaian Ahtisaari ketika dalam suatu pertemuan di Banda Aceh; “Suara Perempuan: Sesudah kita melihat tiga tahun perdamaian, sekarang ini di Aceh sudah muncul-muncul lagi ciri-ciri konflik dan sudah banyak lagi pembunuhan-pembunuhan. Sampai sekarang juga masih di pihak ABRI mengatakan orang tak dikenal.

 

Maka kami mengharapkan ketulusan dari pemerintah dan dari perdamain Aceh sekarang ini masih terjajah di antara kita. Dan kedua, kami dari Aceh mengharapkan pendampingan dan juga pemantauan dari pihak internasional penuh serius. Apalagi dalam masa pemilu yang akan datang”.

 

Ahtisaari: ”Saya juga prihatin. Semestinya insiden itu tidak boleh terjadi lagi di negeri ini. Saya harap pemimpin politik juga berpikir demikian. Ketika saya berjumpa dengan presiden dan wapres di Jakarta, mereka mengatakan, tidak akan membiarkan adanya kekerasan. Di dalam MoU perdamaian, ada fasal yang jelas tentang monitor perdamaian,” (Radio Nederland Weredomroep, 25/2).

 

Penulis adalah Junaidi Beuransah, Aktifis World Acehnese Association(WAA) menetap di Denmark


Anda punya berita, artikel, foto, atau video? Publikasikan di sini
Kontak Redaksi di This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 

Mantan Ajudan Presiden Megawati, Budi Gunawan Kembali Jabat Ka BIN
Minggu, 07 Januari 2018

KOPI, Jakarta - Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/15/I/2018. Dalam surat tersebut BG dimutasikan menjadi Perwira Tinggi (Pati) Baintelkam Polri dalam rangka pensiun, diungkapkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal. "Pak BG pensiun dari Polri, tetapi tetap jadi kepala BIN karena BIN tidak berdasar dari Polri. Sebagai Polisi beliau pensiun karena usia sudah 58 tahun,... Baca selengkapnya...

Kapolri Mengakui : Ada Pungli Bidokkes , Oknum Perwira Tinggi “Wong Kito Galo” Terlibat Bro
Sabtu, 30 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Bukan rahasia umum lagi diduga penerimaan siswa calon Sekolah Kepolisian Negara (SPN) menggunakan rumus 2 F . Para orang tua yang ingin anak menjadi anggota Polri harus mempersiapkan 2 F (Fulus, Fisik). Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya pun mengakui adanya perilaku koruptif di lingkungan Biddokkes Polri. Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono menuturkan “ Yang herannya masyarakat kenapa Kapolri baru mengetahui... Baca selengkapnya...

Putin Mencalonkan Kembali Sebagai Capres Rusia
Senin, 25 Desember 2017

KOPI, Kremlin – Pria kelahiran 7 Oktober 1952 di daerah Leningrad atau St Petersburg awalnya adalah  Ia kuliah hukum dan bergabung dengan KGB setelah lulus. Putin menyamar sebagai Turis serta bertemu dengan Presiden Ronal Reagen . Saat itu Putin bertugas di Jerman timur . Sejumlah rekannya sesama agen rahasia beberapa kali menempati posisi penting di era Putin berkuasa sebagai Presiden maupun Perdana Mentri. N Kini ribuan jumlah media... Baca selengkapnya...

Paradise Paper Ungkap Kelicikan Bisnis Taipan Sukanto Tanoto
Senin, 25 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Dulu heboh Panama Paper, melibatkan para oknum petinggi negara Asia pasifik memiliki harta   dari hasil korupsi disimpan suatu bank. Serta mendirikan perusahaan fiktif untuk menghindari pajak. Kini heboh Paradise Paper , pengungkapan bisnis Taipan Sukantotanoto oleh ICJI (Jejaring Jurnalis Investigas Internasional). Nama April Group, perusahaan bubur kayu dan kertas (pulp andpaper) milik Sukanto Tanoto, disebut dalam... Baca selengkapnya...

Partai Oposisi Israel, Gotong Royong Memasukan Netayahu Kedalam Penjara
Kamis, 21 Desember 2017

KOPI, Yerusalem – Para Ketua, pengurus Partai Oposisi Israel gotong royong memasukan PM Israel Benyamin Netayahu kedalam penjara. ini buktinya pembaca setia Pewarta Indonesia dikutif dari kantor berita Ap, BBC, Media Israel. Media Israel heboh memberitakan penyidik tiba di kediaman Netanyahu sebelum 9.00, Jumat waktu setempat (15/12). Dia ditanya soal kesaksian milyuner Australia James Packer yang memperkuat kemungkinan Sang Perdana... Baca selengkapnya...

Pertemuan Prabowo dengan Pengurus Teras DPD Gerindra Jabar, Menentukan Cagub dan Wagub
Sabtu, 09 Desember 2017

KOPI, Bandung – Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid menuturkan hingga saat ini Prabowo masih terus menggodok 5 nama sambil terus berkomunikasi dengan sejumlah partai yang akan menjadi mitra koalisi. "Belum ditetapkan. Hari-hari ini masih digodok di internal untuk kemudian dibicarakan dengan mitra PKS, PAN," ujar Sodik kepada kumparan.com , Jumat (8/12). Adapun nama-nama yang digodok itu antara lain mantan Gubernur BI Burhanudin Abdullah,... Baca selengkapnya...

Pengamat : Percepat Pergantian Panglima TNI “Hak” Presiden Bro
Jumat, 08 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono menuturkan “ Percepat pergantian Panglima TNI merupakan “Hak Presiden “ sebagai Panglima Tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Media Sosial (red. Facebook, Twitter, Istagram, WA/ What’s App, Youtube, dan lain-lain ) merespons cepat keputusan Presiden Joko Widodo terkait dengan pergantian Panglima TNI. Pergantian Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia) Jendral... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALTiongkok Islam Phobia Larang Kegiatan K.....
20/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI- RRC - Ditempat kerjanya , Goh Peng Peck  menuturkan " Ketakutan Islam berkembang pesat di negara Tiongkok. Pemerintah membatasi kegiatan keaga [ ... ]



NASIONALAnak Anda Mau Jadi Anggota Polri Sia.....
29/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Sumatera Selatan – Anak Anda ingin jadi anggota Polri, siapkan 2 F (Fulus, Fisik). Netizenpun berkomentar, Akun Wesly Sneijder Ambarita menul [ ... ]



DAERAHMenteri Lingkungan Hidup Apresiasi Penge.....
22/01/2018 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi perubahan-perubahan besar yang terjadi di Kota Bandu [ ... ]



EKONOMIKOMPAK Gagas Optimalisasi Pelaksanaan OT.....
22/01/2018 | Rachmad Yuliadi

KOPI,Banda Aceh-Berbicara tentang Otsus pastilah bicara tentang dana yang khusus dikeluarkan untuk Provinsi Aceh, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Ba [ ... ]



OLAHRAGASempena Hut Kuansing : Bupati H. Mursini.....
13/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Dari pantauan Pewarta Indonesia , Kamis pagi (12/10-17) dari luar Gedung DPRD kabupaten Kuansing, puluhan karangan bunga u [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Manca negara ke Indones.....
03/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Pariwisata andalan pendapatan negara non migas, negeri Indonesia kaya akan keindahan alam dan budayanya. Dulu para turis mancanegara [ ... ]



HUKUM & KRIMINALSerangkaian Kegiatan Budi Waseso Kepala .....
19/01/2018 | Rachmad Yuliadi

KOPI,Banda Aceh-Masalah narkoba tentu merupakan pekerjaan besar bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Aceh yang terkenal dengan ganja nomor sat [ ... ]



OPINIKali Ini Enak Ditonton.....
15/01/2018 | Siti Khumaira

KOPI - PILWAKO kali ini enak ditonton, karena semua petarungnya sama-sama sudah pernah menang dan dua diantaranya pernah pula kalah karena dicoret. "A [ ... ]



PROFILBripka Ralon Manurung Tulus Berbagi untu.....
21/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Gunung Sahilan - Ditempat kerjanya, Ucu Rosyid mengatakan “ Selama ini kami lihat Dinas Pendidikan propinsi rela menghabiskan dana puluhan mil [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPuluhan Penyair Siap Meriahkan HUT ke-9 .....
08/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung–Di Hari Ulang Tahunnya yang ke-9, Majelis Satra Bandung (MSB) kembali menggelar acara. Jika tahun-tahun sebelumnya ada pentas dangdu [ ... ]



ROHANIMengenal Abuya Syaikh H. Muhammad Muda W.....
26/09/2017 | Ismayadi Yadi
article thumbnail

KOPI - Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy Abu Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy DAYAH-DARUSSALAM [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATILSM KPK Laporkan Polresta Pekanbaru ke.....
27/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Kasus dugaan salah tangkap oleh anggota Polresta Pekanbaru, yang dialami oleh Syamsi Ramed (21) yang diduga pelaku perampokan Teras  [ ... ]



SERBA-SERBIDipicu Facebook Blokir Akun FPI, Ratus.....
13/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Dalam rilisnya Facebook Indonesia menyatakan laman webnya  ingin menjadi tempat yang aman untuk berbagi cerita dengan teman atau [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.