Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Nasional Harapan SBY dan Keprihatinan Ahtisaari

Harapan SBY dan Keprihatinan Ahtisaari

 


Pewarta-Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Aceh dalam rangka peresmian Proyek raksasa serharga Rp 715,3 miliar dan pertemuannya dengan Pemerintah Aceh serta tokoh masyarakat dan para ulama di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kedatangan orang nomor satu di Indonesia yang tergolong langka itu tampaknya sebagai wujud kelanjutan dari program pembangunan yang telah dirintis sebelumnya (2005) yaitu Badan Rahabilitasi dan Rekonstruksi (BRR).

 

Kunjungan Kepala Negara ke Aceh (23-24/2) disaat suhu politik Aceh sedang memanas dan memasuki fase sangat krusial. Sepertinya Kepala Negara merasa perlu melakukan evaluasi langsung persoalan Aceh secara lebih akurat dan menyeluruh dari lapangan (Aceh/sumber). Kunjungan sang Presiden kali ini menjadi momentum emas bagi Aceh dan juga sebaliknya Pimpinan RI diharapkan dapat menetralisir dan meredam gejolak panas (sikap agresif) dari kelompok lain yang mencoba sulut ketegangan baru di Aceh serta menguburkan rasa curiga, buruk sangka dan berbagai penafsiran negativ lainnya terhadap Aceh terutama wadah politik mantan GAM KPA/PA.

 

Masyarakat Aceh menyambut positiv kehadiran Yudhoyono ini sebagai sebuah sarana jalan tol bagi memuluskan dicapaianya keinginan dan harapan lebih baik oleh seluruh masyarakat Aceh. Secara tersirat, Presiden diharapkan supaya memberikan perhatian lebih serius dan memberikan nuansa baru bagi Aceh serta menempatkan Aceh pada posisi teristimewa dalam menunjang pembangunan yang berskala nasional.

 

Selama kunjungannya di Aceh, SBY menaruh banyak harapan agar perdamaian yang telah terbina itu diselamatkan dan dilanjutkan. Kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki merupakan penyelesaian sengketa politik paling objektif antara Aceh dan Jakarta karena itu dianggap sebagai solusi (pilihan) masyarakat Aceh untuk bebas dari ketiak konflikt berkepanjangan. Keluar dari konflikt merupakan sebuah makna “merdeka” dalam artian masyarakat bebas dari zone dentuman peluru dan, atau sama juga dengan merdekanya masyarakat Indonesia dari koloni Belanda dulu sehingga secara leluasa dapat menikmati ketenangan tanpa ada perasaan yang menghantui maupun ketakutan.

 

Selain meresmikan 13 proyek yang menelan biaya ratusan miliar rupiah itu, Presiden SBY datang membawa kado besar berisi “harapan” terakhirnya sesaat menjelang pemilu atau menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Kepala Negara yang terlibat dalam proses penyelesaian persoalan Aceh secara konfrehensif. Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa Yudhoyono berkeinginan kuat untuk merangkul hati nurani rakyat Aceh bagi meraih kembali tampuk kekuasaannya dalam pemilu mendatang.

 

Presiden SBY mengharapkan tidak ada satu orang pun yang mengganggu perdamaian di Aceh pasca penandatanganan kesepakatan (MoU) damai Helsinki yang merupakan pilihan masyarakat Aceh untuk keluar dari konflik. "Saya berharap tidak ada siapa pun yang mengganggu pilihan masyarakat Aceh untuk merasakan perdamaian karena ini adalah jalan yang kita pilih dan kita kehendaki. Untuk itu mari kita selamatkan dan lanjutkan perdamaian di Aceh,". "Tidak ada lagi istilah Daerah Operasi Militer (DOM) maupun Gerakan Aceh Merdeka (GAM) lagi. Hilangkan pikiran-pikiran lain yang hanya mementingkan pribadi kecuali untuk mensukseskan proses perdamaian," (Waspada, 23/2)

 

”Saya minta mari kita selamatkan dan lanjutkan. Jalan ini adalah jalan yang terbaik. Jalan ini pula yang dikehendaki oleh saudara-saudara kita di Aceh. Jalan ini pula yang didukung oleh masyarakat dunia. Aceh dengan status otonomi yang luas dalam kesatuan negara Rebuplik Indonesia. Satu paket final.

Saya berharap tidak ada yang mengganngu pilihan ini, dari siapa pun. Maka mari kita hentikan cara berpikir yang lalu. Tidak ada istilah DOM. Tidak ada istilah GAM. Kita bersatu sekarang sebagai masyarakat Indonesia, bangsa Indonesia. Saya setuju mendukung apa yang disampaikan saudara gubernur. Mari kita selamatkan proses ini. Jangan ada gangguan-gangguan apa pun,” (Radio Nederland Weredomroep 25/2).

 

Harapan yang penuh optimis dan rasa komitmen yang tinggi dari sang Presiden untuk menyelamatkan dan melanjutkan kesinambungan perdamaian Aceh itu kiranya perlu diikuti dan dipatuhi oleh segenap komponen bangsa dan bukannya mengabaikan apalagi meremehkan instruksi pemegang otoriter tersebut. Khususnya pihak TNI dan Polri diminta untuk meresapi dan mengimplementasikan amanah Pimpinan negara itu dengan menjungjung tinggi martabat dan marwah MoU yang telah dicapai dengan keputusan sangat berat dan sulit di Helsinki.

 

Semua pihak disarankan untuk menyatukan pemikiran bagi melanjutkan visi dan misi damai-MoU Helsinki di Aceh seperti halnya harapan dan pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pemikiran negativ dan kondisi buruk politik Aceh dalam masa terakhir ini menyebabkan damai Aceh goyah dan bakal sekarat. Penafsiran tak sedap sering terdengar seperti label “separatis” sampai kini masih disemprotkan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan perubahan Aceh dan menjadikan itu sebagai akar untuk menanamkan kembali serial drama konflikt terhadap Aceh.

 

Oleh karena itu menjadi tugas kita bersama untuk memikirkan dan tunjukkan sikap lebih dewasa dari siapapun untuk terus merawat damai/MoU Aceh sehingga timbul sebuah sikap yang sejuk/jernih dan pemahaman sehat. Selama ini banyak pihak cendrung berpaling dari konsep damai Aceh dan itu akibat pemahaman yang keliru. Sepatutnya jiwa pesimis yang kekanak-kanakan sehubungan keberlangsungan perubahan iklim politik Aceh pasca Helsinki 2005 itu tidak perlu ada. Pola pikir yang konstruktif perlu dilahirkan sebagaimana konstruktifnya para pengambil kebijakan dalam melahirkan sebuah kesepakatan politik yang cukup mahal sehingga terciptanya hak dan kewajiban yang sekarang berada dipundak kita bersama. Konsep perdamaian Helsinki di Aceh hanyalah sebuah bingkai yang penuh aturan dan mengajak kita untuk berjalan dalam koridor dimaksud tanpa mencedrai semangat yang terkandung didalamnya.

 

Situasi dan kondisi Aceh sebelum kunjungan Presiden SBY mengalami masa-masa sulit yang menggoncang bumi Aceh dengan aksi pembunuhan terselubung terhadap anggota dan kader KPA/PA. Eskalasi kekerasan politik terjadi dan terbilang menghebohkan seluruh nusantara tak terkecuali Jakarta. Dikabarkan pencopotan Kapolda Aceh Irjen Pol Rismawan diduga erat kaitan dengan kinerja Kepolisian yang dianggap gagal mengungkap berbagai peristiwa criminal seperti, pembunuhan, reror, intimidasi, penculikan pembakaran dan pemboman kantor partai. Menjelang Pemilu, eskalasi kekerasan semakin meningkat, bila aparat kepolisian tidak berhasil mengeliminir berbagai tindak kekerasan itu, kemungkinan konflik baru kembali melanda provinsi NAD itu, (Waspada, 15/2).

 

Ditengah suasana menjelang pemilu, Presiden dalam amanat(pidato)nya menyebutkan bahwa tidak ada istilah Daerah Operasi Militer (DOM) dan tidak ada istilah Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Menarik bagi kita untuk menyimak dan mengefaluasi kembali kedua mantan kesebelasan (pemain) perang yang sekarang sudah jeda dengan adanya MoU Helsinki.

 

Daerah Operasi Militer dengan sendirinya telah dicabut dan belasan ribu serdadu RI ditarik pulang keinduknya begitu proses penyelesaian politik kedua kubu tersebut ditandatangani. Begitu juga Gerakan Aceh Aceh Merdeka, 840 pucuk senjata sebagai peralatan perangnya dipotong dan dihancurkan oleh Tim Monitoring Aceh Mission (AMM) sebagai pertanda penghentian permusuhan telah berakhir di Aceh. Lalu, kenapa juga masih terjadi pembantaian sejumlah penduduk sipil dan berbagai bentuk pelanggaran HAM lainnya di Aceh disaat DOM tidak ada lagi? Apakah penghentian pembunuhan warga Aceh itu baru berlaku semenjak pidato Presiden (23/2), atau memang implementasi penghentian drama ”genocida” tersebut berlaku ketika MoU diteken? Saya kira Presiden selaku pemegang payung negara memiliki kemampuan untuk menjawab dan mendongkrak pihak Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) dan Gerakan Pemusnahan Damai (GPD) yang selama ini berusaha menyeret kembali Aceh kejurang konflikt. Inilah riak-riak gangguan yang selama ini meresahkan masyarakat Aceh dan mengganggu eksperiment-eksperiment politik yang ada.

 

Bersamaan kunjungan dua hari Kepala Negara ke Aceh, berikutnya mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari-pun mengunjungi NAD yang kesekian kalinya. Kehadiran peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2008 ke Tanoh Rencong kali ini mengundang keprihatinannya terhadap kondisi buruk Aceh yang menyebutnya sebagai “dramatis”. Namun kehadirannya menjelang pemilu bulan depan menjadi momentum penting bagi Aceh sekaligus untuk menjawab teka-teki seputar perlu-tidaknya tim pemantau pemilu yang independen dari Eropa. Ahtisaari menegaskan soal tim pengawal pemilu Internasional ke Aceh merupakan bagian dari kesepakatan MoU Helsinki 2005.

 

Penegasan Martti Ahtisaari dalam hal ini untuk menangkis desas-desus pihak yang mempolitisir seputar pemantau asing dalam pemilu Aceh seperti tuduhan bahwa; ”Crisis Management Initiative (CMI) dan Uni Eropa bersembunyi di belakang alasan "tidak diundang Pemerintah Indonesia" untuk tidak melakukan pemantauan di Aceh begitu tulis M. Nur Djuli salah seorang yang terlibat dalam perundingan Aceh di Helsinki, Finlandia pada 15 agustus 2005.

 

Pemerintah Indonesia juga secara terbuka menyatakan welcome, tapi tidak akan memberi undangan khusus dalam hal pemantauan pemilu di Aceh, karena itu pada anggapannya tidak perlu, lanjutnya.

 

"Akan tetapi Ketika kita mengkonfirmasi hal ini kepada EU dan CMI, kata M. Nur Djuli, mereka mengatakan bahwa waktunya sudah terlalu singkat untuk bisa mengirim team."

 

"Kalau EU bisa membuat team Aceh Monitoring Mission dalam waktu 2 minggu dulu, kenapa sekarang tidak bisa?" Nur Juli mempertanyakan.

 

Apalagi dulu sudah pernah dibuat team pemantau untuk PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah) jadi orang-orangnya tinggal diaktifkan saja, lanjutnya, (achehpress, 13/2).

 

“Perdamaian Aceh harus diselamatkan dan harus berlangsung hingga mencapai satu titik yang permanen” katanya. Namun masih ada beberapa klausul dålam MoU yang belum dilaksanakan, seperti pembentukan pengadilan HAM dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). (Serambi, 26/2).

 

Keprihatinan Martti Ahtisaari sebagai sesuatu keadaan yang jarang terjadi sebelumnya dan menyebabkan dirinya harus menyebutkan kondisi Aceh dramatis. Seolah-olah Ahtisaari sudah mengantongi semua kronologis peristiwa kekerasan (serial drama) selama damai Aceh terwujud termasuk yang paling besar adalah pembunuhan tokoh-tokoh Partai Aceh dan sebagainya. Kegelisahan masyarakat Aceh ia tangkap dari pengaduan-pengaduan yang disampaikan dalam forum pertemuan di Banda Aceh (Selasa, 24/2) sehingga kini menimbulkan keprihatinan dunia.

 

Masyarakat Aceh mengadu dan melaporkan prihal situasi Aceh terkini kepada Bapak Perdamaian Ahtisaari ketika dalam suatu pertemuan di Banda Aceh; “Suara Perempuan: Sesudah kita melihat tiga tahun perdamaian, sekarang ini di Aceh sudah muncul-muncul lagi ciri-ciri konflik dan sudah banyak lagi pembunuhan-pembunuhan. Sampai sekarang juga masih di pihak ABRI mengatakan orang tak dikenal.

 

Maka kami mengharapkan ketulusan dari pemerintah dan dari perdamain Aceh sekarang ini masih terjajah di antara kita. Dan kedua, kami dari Aceh mengharapkan pendampingan dan juga pemantauan dari pihak internasional penuh serius. Apalagi dalam masa pemilu yang akan datang”.

 

Ahtisaari: ”Saya juga prihatin. Semestinya insiden itu tidak boleh terjadi lagi di negeri ini. Saya harap pemimpin politik juga berpikir demikian. Ketika saya berjumpa dengan presiden dan wapres di Jakarta, mereka mengatakan, tidak akan membiarkan adanya kekerasan. Di dalam MoU perdamaian, ada fasal yang jelas tentang monitor perdamaian,” (Radio Nederland Weredomroep, 25/2).

 

Penulis adalah Junaidi Beuransah, Aktifis World Acehnese Association(WAA) menetap di Denmark


Anda punya berita, artikel, foto, atau video? Publikasikan di sini
Kontak Redaksi di This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 

Hari Musik Nasional, Raisa Menyanyikan Lagu Indonesia Pusaka di Istana
Minggu, 12 Maret 2017

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Mas Sugeng Triwardono mengatakan, “Saya seroang fans/penggemar Raisa. Suara Raisa merdu, wajahnya serupa dengan pacar Mas Sugeng pertama saat di sekolah dulu. Salam kangen, bila bisa ketemu Masmu Sugeng". Merayakan Hari Musik Nasional, Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) merayakan seremoni kecil-kecilan di Istana Negara Republik Indonesia, di kawasan Gambir,... Baca selengkapnya...

10 Manfaat Madu Hitam bagi Tubuh Manusia
Selasa, 28 Pebruari 2017

KOPI, Jakarta - Madu hitam pahit memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh kita, yakni antara lain: 1. Mempercepat proses penyembuhan berbagai macam penyakit Manfaat pertama dari madu hitam pahit adalah dapat membantu untuk mempercepat penyembuhan penyakit dan juga luka. Dengan kandungan manfaat vitamin C nya yang tinggi, maka madu hitam pahit juga dapat membantu untuk menyembuhkan luka dan juga mempercepat penyembuhan dari berbagai macam... Baca selengkapnya...

Setya Novanto Murka, Anggotanya Temui Paslon Anis-Sandi
Selasa, 28 Pebruari 2017

KOPI, Jakarta - Di tempat kerjanya, Mas Bray menuturkan, “Wah… cantik juga nih janda Prabowo nih, mantan istri Ketua Umum Partai Gerindra H. Prabowo Subianto yaitu Siti Hediati Hariyadi atau nama beken Titiek Soeharto. Ada gak adeknya buat saya?" Demikian ketus Mas Bray Pengamat Politik Indonesia.     Titiek merupakan anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) Republik Indonesia berasal dari Partai Golkar, telah melakukan pertemuan dengan... Baca selengkapnya...

Menyingkap Udang di Balik Batu dalam Fakta Persidangan Ahok
Senin, 27 Pebruari 2017

KOPI, JAKARTA - Sekelompok ahli hukum yang tidak sabar melihat perkembangan sidang kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok telah menyimpulkan bahwa Ahok pasti dinyatakan bersalah meskipun saksi-saksi yang meringankan Ahok belum diajukan ke persidangan. Kesimpulan yang terlalu dini ini sampai-sampai menyembunyikan fakta hukum bahwa seandainya Ahok dinyatakan bersalah, sebagai terpidana, Ahok berhak untuk naik banding sesuai ketentuan Pasal 83... Baca selengkapnya...

Bupati Pasaman Buka MTQ di Dua Kecamatan
Selasa, 24 Mei 2016

KOPI, Pasaman - Musyabaqah Tilawatil Qur an yang telah dilaksanakan oleh beberapa Daerah di Kabupaten Pasaman sangat meriah rata rata hampir, dihadiri ribuan masyarakat Setempat dan sekitarnya ,Acara Pembukaan MTQ Tersebut sangat dirasakan kemeriahanya oleh masyarakat, karena sebelumnya dalam acara pembukaan MTQ belum pernah semeriah ini.     Betapa seriusnya Pemerintah Pasaman di bawah kepemimpinan Yusuf Lubis dan Atos Pratama, dalam... Baca selengkapnya...

PPWI Bersinergi Dengan Warga Rw.07 Duren Tiga, di “Arisan PPWI Media Group”
Minggu, 08 Mei 2016

KOPI – PPWI menggagas sosialisasi “Bank Sampah” di lingkungan RW.07, Kelurahan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara “Arisan PPWI Media Group” dibawah naungan PPWI, yang dilaksanakan setiap bulan dengan tema dan lokasi yang berbeda.     “Tema kali ini yaitu Arisan Kepo, karena merupakan acara Perdana… jadi baru berupa perkenalan antar anggota PPWI Media Group, para pengisi acara dan... Baca selengkapnya...

Ketua Kwartir Pramuka Adhyaksa: Lapor ” Salam Pramuka " Memuat Konten Porno ke Kapolri
Kamis, 05 Mei 2016

KOPI, Jakarta – Merajalelanya video dan foto mengandung pornografi disebarkan oleh masyarakat ke Media social dan jejaring situs social. Memicu timbulnya gejolak prilaku yang tidak senonoh terhadap anak-anak dan remaja Indonesia . Hal ini dapat diantisipasi memblok /sensor situs porno yang menampilkan adegan kekerasan, mengajak orang berbuat dengan memperlihatkan cara prakteknya , serta mengandung pornografi. Kejadian yang menghebohkan seorang... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALMenatap Peristirahatan Terakhir Jenderal.....
20/05/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta-Perang Aceh adalah pertempuran heroik antar bangsa Aceh dengan bangsa Belanda. Ribuan korban jiwa jatuh dengan sia-sia. Di Banda Aceh se [ ... ]



NASIONALPengamat : Infak Aksi Bela Islam ke GNPF.....
23/02/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono mengatakan dengan tegas “ Infak umat Islam ke Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama I [ ... ]



DAERAHBapak Bupati Pasaman Membuka Lomba O2Sn .....
15/03/2017 | M. Dwi Richa JP

BAPAK BUPATI PASAMAN MEBUKA LOMBA O2SN   KOPI,  Pasaman : Dalam kontek pembangunan bangsa olah raga menjadi sarana pembentukan suatu komunitas ban [ ... ]



PENDIDIKANLBH PAS_AMAN Selenggarakan Seminar Peneg.....
10/03/2017 | M. Dwi Richa JP

“Upaya Preventive Tindak Pidana Penggunaan Alokasi Dana Desa di Nagari untuk Kesejahteraan Masyarakat Pasaman” Bupati Pasaman H.Yusuf Lubis, b [ ... ]



EKONOMIIUPK Freeport Disambut Baik Masyarakat P.....
23/02/2017 | Wicahyono Putro

KOPI, MANADO – Pemberian Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) oleh Kementerian ESDM kepada PT. Freeport Indonesia, disambut antusias oleh masyaraka [ ... ]



HANKAMBazar HUT Kostrad ke-56, Obral Sembako M.....
08/03/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-56, Kostrad menyelenggarakan “Bazar Murah Prajurit Kostrad & Insan Media”, Rabu (8/03/2017) berte [ ... ]



OLAHRAGAPertandingan Final Sepak Bola Minang Kab.....
14/03/2017 | M. Dwi Richa JP

KOPI-Pasaman : Menjelang partai final minang kabau cup maka bertanding dulu anggota DPRD pasaman melawan pemerintah Daerah pasaman yang merupakan pert [ ... ]



PARIWISATASaka Pariwisata Aceh.....
14/05/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta,Salah satu upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisata adalah dengan adanya perangkat pendukung dibidang pariwisata. Salah satu pendukung [ ... ]



POLITIKPerludem: "MK Perlu Segera Membacakan Pu.....
23/02/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Rangkaian poses persidangan uji materi terhadap Pasal 9 huruf a UU No. 10 Tahun 2016, yang menjadi dasar hukum pelaksanaan pemilihan k [ ... ]



OPINIOrang Tua sebagai Api Potensi Anak.....
06/03/2017 | Kartika Rossy

KOPI - Seringkali kita mendengar mengenai keluarga sebagai tempat pendidikan pertama anak sebelum mereka mengenal dunia luar. Tidak dapat dipungkiri j [ ... ]



PROFILRekor Leprid : Peserta Terbanyak Bakar .....
14/05/2016 | Didi Ronaldo

KOPI, Pati- Indonesia negara Bahari atau kepulauan, hampir 2/3 luas wilayah Indonesia adalah wilayah laut. Ribuan pula terhampar dari Sabang hingga Pa [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAEksistensi dan Peran RT - RW Harus Diper.....
25/02/2017 | Redaksi KOPI

KOPI, Makassar - Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia - Sulsel, (DPD PPWI Sulsel Ir. Imansyah Rukka mengatakan peran rukun te [ ... ]



ROHANIShalat Pengisi Ruang Hati Dihadapan Alla.....
17/05/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta, Dalam sehari semalam kita diwajibkan untuk shalat sebanyak lima kali. Setelah itu juga dianjurkan memperbanyak shalat-shalat sunat lainn [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIRinduku Terkubur di Kampung Lansek.....
21/02/2016 | Nova Indra

siang ini
riak Tabek Kaluai masih sama
saat hatiku bicara tentangmu
tentang cinta, tentang rindu kita

hingga kini
terngiang gelak tawa
dua pecinta ber [ ... ]



CURAHAN HATIMerajut Mimpi Menuju Jakarta.....
16/03/2017 | Redaksi KOPI
article thumbnail

KOPI - Jakarta adalah sebuah kota yang menjadi tujuan sebagian orang meletakkan cita-citanya. Tak terkecuali bagi Eri, Mia, dan Hera yang juga ingin m [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.