Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

SILAHKAN KLIK & LIKE FANPAGE KETUA UMUM PPWI NASIONAL, WILSON LALENGKE, DI BAWAH INI UNTUK BERBAGI IDE, INFORMASI, BERDISKUSI, DAN LAIN SEBAGAINNYA...

Harapan SBY dan Keprihatinan Ahtisaari

 


Pewarta-Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Aceh dalam rangka peresmian Proyek raksasa serharga Rp 715,3 miliar dan pertemuannya dengan Pemerintah Aceh serta tokoh masyarakat dan para ulama di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kedatangan orang nomor satu di Indonesia yang tergolong langka itu tampaknya sebagai wujud kelanjutan dari program pembangunan yang telah dirintis sebelumnya (2005) yaitu Badan Rahabilitasi dan Rekonstruksi (BRR).

 

Kunjungan Kepala Negara ke Aceh (23-24/2) disaat suhu politik Aceh sedang memanas dan memasuki fase sangat krusial. Sepertinya Kepala Negara merasa perlu melakukan evaluasi langsung persoalan Aceh secara lebih akurat dan menyeluruh dari lapangan (Aceh/sumber). Kunjungan sang Presiden kali ini menjadi momentum emas bagi Aceh dan juga sebaliknya Pimpinan RI diharapkan dapat menetralisir dan meredam gejolak panas (sikap agresif) dari kelompok lain yang mencoba sulut ketegangan baru di Aceh serta menguburkan rasa curiga, buruk sangka dan berbagai penafsiran negativ lainnya terhadap Aceh terutama wadah politik mantan GAM KPA/PA.

 

Masyarakat Aceh menyambut positiv kehadiran Yudhoyono ini sebagai sebuah sarana jalan tol bagi memuluskan dicapaianya keinginan dan harapan lebih baik oleh seluruh masyarakat Aceh. Secara tersirat, Presiden diharapkan supaya memberikan perhatian lebih serius dan memberikan nuansa baru bagi Aceh serta menempatkan Aceh pada posisi teristimewa dalam menunjang pembangunan yang berskala nasional.

 

Selama kunjungannya di Aceh, SBY menaruh banyak harapan agar perdamaian yang telah terbina itu diselamatkan dan dilanjutkan. Kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki merupakan penyelesaian sengketa politik paling objektif antara Aceh dan Jakarta karena itu dianggap sebagai solusi (pilihan) masyarakat Aceh untuk bebas dari ketiak konflikt berkepanjangan. Keluar dari konflikt merupakan sebuah makna “merdeka” dalam artian masyarakat bebas dari zone dentuman peluru dan, atau sama juga dengan merdekanya masyarakat Indonesia dari koloni Belanda dulu sehingga secara leluasa dapat menikmati ketenangan tanpa ada perasaan yang menghantui maupun ketakutan.

 

Selain meresmikan 13 proyek yang menelan biaya ratusan miliar rupiah itu, Presiden SBY datang membawa kado besar berisi “harapan” terakhirnya sesaat menjelang pemilu atau menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Kepala Negara yang terlibat dalam proses penyelesaian persoalan Aceh secara konfrehensif. Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa Yudhoyono berkeinginan kuat untuk merangkul hati nurani rakyat Aceh bagi meraih kembali tampuk kekuasaannya dalam pemilu mendatang.

 

Presiden SBY mengharapkan tidak ada satu orang pun yang mengganggu perdamaian di Aceh pasca penandatanganan kesepakatan (MoU) damai Helsinki yang merupakan pilihan masyarakat Aceh untuk keluar dari konflik. "Saya berharap tidak ada siapa pun yang mengganggu pilihan masyarakat Aceh untuk merasakan perdamaian karena ini adalah jalan yang kita pilih dan kita kehendaki. Untuk itu mari kita selamatkan dan lanjutkan perdamaian di Aceh,". "Tidak ada lagi istilah Daerah Operasi Militer (DOM) maupun Gerakan Aceh Merdeka (GAM) lagi. Hilangkan pikiran-pikiran lain yang hanya mementingkan pribadi kecuali untuk mensukseskan proses perdamaian," (Waspada, 23/2)

 

”Saya minta mari kita selamatkan dan lanjutkan. Jalan ini adalah jalan yang terbaik. Jalan ini pula yang dikehendaki oleh saudara-saudara kita di Aceh. Jalan ini pula yang didukung oleh masyarakat dunia. Aceh dengan status otonomi yang luas dalam kesatuan negara Rebuplik Indonesia. Satu paket final.

Saya berharap tidak ada yang mengganngu pilihan ini, dari siapa pun. Maka mari kita hentikan cara berpikir yang lalu. Tidak ada istilah DOM. Tidak ada istilah GAM. Kita bersatu sekarang sebagai masyarakat Indonesia, bangsa Indonesia. Saya setuju mendukung apa yang disampaikan saudara gubernur. Mari kita selamatkan proses ini. Jangan ada gangguan-gangguan apa pun,” (Radio Nederland Weredomroep 25/2).

 

Harapan yang penuh optimis dan rasa komitmen yang tinggi dari sang Presiden untuk menyelamatkan dan melanjutkan kesinambungan perdamaian Aceh itu kiranya perlu diikuti dan dipatuhi oleh segenap komponen bangsa dan bukannya mengabaikan apalagi meremehkan instruksi pemegang otoriter tersebut. Khususnya pihak TNI dan Polri diminta untuk meresapi dan mengimplementasikan amanah Pimpinan negara itu dengan menjungjung tinggi martabat dan marwah MoU yang telah dicapai dengan keputusan sangat berat dan sulit di Helsinki.

 

Semua pihak disarankan untuk menyatukan pemikiran bagi melanjutkan visi dan misi damai-MoU Helsinki di Aceh seperti halnya harapan dan pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pemikiran negativ dan kondisi buruk politik Aceh dalam masa terakhir ini menyebabkan damai Aceh goyah dan bakal sekarat. Penafsiran tak sedap sering terdengar seperti label “separatis” sampai kini masih disemprotkan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan perubahan Aceh dan menjadikan itu sebagai akar untuk menanamkan kembali serial drama konflikt terhadap Aceh.

 

Oleh karena itu menjadi tugas kita bersama untuk memikirkan dan tunjukkan sikap lebih dewasa dari siapapun untuk terus merawat damai/MoU Aceh sehingga timbul sebuah sikap yang sejuk/jernih dan pemahaman sehat. Selama ini banyak pihak cendrung berpaling dari konsep damai Aceh dan itu akibat pemahaman yang keliru. Sepatutnya jiwa pesimis yang kekanak-kanakan sehubungan keberlangsungan perubahan iklim politik Aceh pasca Helsinki 2005 itu tidak perlu ada. Pola pikir yang konstruktif perlu dilahirkan sebagaimana konstruktifnya para pengambil kebijakan dalam melahirkan sebuah kesepakatan politik yang cukup mahal sehingga terciptanya hak dan kewajiban yang sekarang berada dipundak kita bersama. Konsep perdamaian Helsinki di Aceh hanyalah sebuah bingkai yang penuh aturan dan mengajak kita untuk berjalan dalam koridor dimaksud tanpa mencedrai semangat yang terkandung didalamnya.

 

Situasi dan kondisi Aceh sebelum kunjungan Presiden SBY mengalami masa-masa sulit yang menggoncang bumi Aceh dengan aksi pembunuhan terselubung terhadap anggota dan kader KPA/PA. Eskalasi kekerasan politik terjadi dan terbilang menghebohkan seluruh nusantara tak terkecuali Jakarta. Dikabarkan pencopotan Kapolda Aceh Irjen Pol Rismawan diduga erat kaitan dengan kinerja Kepolisian yang dianggap gagal mengungkap berbagai peristiwa criminal seperti, pembunuhan, reror, intimidasi, penculikan pembakaran dan pemboman kantor partai. Menjelang Pemilu, eskalasi kekerasan semakin meningkat, bila aparat kepolisian tidak berhasil mengeliminir berbagai tindak kekerasan itu, kemungkinan konflik baru kembali melanda provinsi NAD itu, (Waspada, 15/2).

 

Ditengah suasana menjelang pemilu, Presiden dalam amanat(pidato)nya menyebutkan bahwa tidak ada istilah Daerah Operasi Militer (DOM) dan tidak ada istilah Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Menarik bagi kita untuk menyimak dan mengefaluasi kembali kedua mantan kesebelasan (pemain) perang yang sekarang sudah jeda dengan adanya MoU Helsinki.

 

Daerah Operasi Militer dengan sendirinya telah dicabut dan belasan ribu serdadu RI ditarik pulang keinduknya begitu proses penyelesaian politik kedua kubu tersebut ditandatangani. Begitu juga Gerakan Aceh Aceh Merdeka, 840 pucuk senjata sebagai peralatan perangnya dipotong dan dihancurkan oleh Tim Monitoring Aceh Mission (AMM) sebagai pertanda penghentian permusuhan telah berakhir di Aceh. Lalu, kenapa juga masih terjadi pembantaian sejumlah penduduk sipil dan berbagai bentuk pelanggaran HAM lainnya di Aceh disaat DOM tidak ada lagi? Apakah penghentian pembunuhan warga Aceh itu baru berlaku semenjak pidato Presiden (23/2), atau memang implementasi penghentian drama ”genocida” tersebut berlaku ketika MoU diteken? Saya kira Presiden selaku pemegang payung negara memiliki kemampuan untuk menjawab dan mendongkrak pihak Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) dan Gerakan Pemusnahan Damai (GPD) yang selama ini berusaha menyeret kembali Aceh kejurang konflikt. Inilah riak-riak gangguan yang selama ini meresahkan masyarakat Aceh dan mengganggu eksperiment-eksperiment politik yang ada.

 

Bersamaan kunjungan dua hari Kepala Negara ke Aceh, berikutnya mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari-pun mengunjungi NAD yang kesekian kalinya. Kehadiran peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2008 ke Tanoh Rencong kali ini mengundang keprihatinannya terhadap kondisi buruk Aceh yang menyebutnya sebagai “dramatis”. Namun kehadirannya menjelang pemilu bulan depan menjadi momentum penting bagi Aceh sekaligus untuk menjawab teka-teki seputar perlu-tidaknya tim pemantau pemilu yang independen dari Eropa. Ahtisaari menegaskan soal tim pengawal pemilu Internasional ke Aceh merupakan bagian dari kesepakatan MoU Helsinki 2005.

 

Penegasan Martti Ahtisaari dalam hal ini untuk menangkis desas-desus pihak yang mempolitisir seputar pemantau asing dalam pemilu Aceh seperti tuduhan bahwa; ”Crisis Management Initiative (CMI) dan Uni Eropa bersembunyi di belakang alasan "tidak diundang Pemerintah Indonesia" untuk tidak melakukan pemantauan di Aceh begitu tulis M. Nur Djuli salah seorang yang terlibat dalam perundingan Aceh di Helsinki, Finlandia pada 15 agustus 2005.

 

Pemerintah Indonesia juga secara terbuka menyatakan welcome, tapi tidak akan memberi undangan khusus dalam hal pemantauan pemilu di Aceh, karena itu pada anggapannya tidak perlu, lanjutnya.

 

"Akan tetapi Ketika kita mengkonfirmasi hal ini kepada EU dan CMI, kata M. Nur Djuli, mereka mengatakan bahwa waktunya sudah terlalu singkat untuk bisa mengirim team."

 

"Kalau EU bisa membuat team Aceh Monitoring Mission dalam waktu 2 minggu dulu, kenapa sekarang tidak bisa?" Nur Juli mempertanyakan.

 

Apalagi dulu sudah pernah dibuat team pemantau untuk PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah) jadi orang-orangnya tinggal diaktifkan saja, lanjutnya, (achehpress, 13/2).

 

“Perdamaian Aceh harus diselamatkan dan harus berlangsung hingga mencapai satu titik yang permanen” katanya. Namun masih ada beberapa klausul dålam MoU yang belum dilaksanakan, seperti pembentukan pengadilan HAM dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). (Serambi, 26/2).

 

Keprihatinan Martti Ahtisaari sebagai sesuatu keadaan yang jarang terjadi sebelumnya dan menyebabkan dirinya harus menyebutkan kondisi Aceh dramatis. Seolah-olah Ahtisaari sudah mengantongi semua kronologis peristiwa kekerasan (serial drama) selama damai Aceh terwujud termasuk yang paling besar adalah pembunuhan tokoh-tokoh Partai Aceh dan sebagainya. Kegelisahan masyarakat Aceh ia tangkap dari pengaduan-pengaduan yang disampaikan dalam forum pertemuan di Banda Aceh (Selasa, 24/2) sehingga kini menimbulkan keprihatinan dunia.

 

Masyarakat Aceh mengadu dan melaporkan prihal situasi Aceh terkini kepada Bapak Perdamaian Ahtisaari ketika dalam suatu pertemuan di Banda Aceh; “Suara Perempuan: Sesudah kita melihat tiga tahun perdamaian, sekarang ini di Aceh sudah muncul-muncul lagi ciri-ciri konflik dan sudah banyak lagi pembunuhan-pembunuhan. Sampai sekarang juga masih di pihak ABRI mengatakan orang tak dikenal.

 

Maka kami mengharapkan ketulusan dari pemerintah dan dari perdamain Aceh sekarang ini masih terjajah di antara kita. Dan kedua, kami dari Aceh mengharapkan pendampingan dan juga pemantauan dari pihak internasional penuh serius. Apalagi dalam masa pemilu yang akan datang”.

 

Ahtisaari: ”Saya juga prihatin. Semestinya insiden itu tidak boleh terjadi lagi di negeri ini. Saya harap pemimpin politik juga berpikir demikian. Ketika saya berjumpa dengan presiden dan wapres di Jakarta, mereka mengatakan, tidak akan membiarkan adanya kekerasan. Di dalam MoU perdamaian, ada fasal yang jelas tentang monitor perdamaian,” (Radio Nederland Weredomroep, 25/2).

 

Penulis adalah Junaidi Beuransah, Aktifis World Acehnese Association(WAA) menetap di Denmark


Anda punya berita, artikel, foto, atau video? Publikasikan di sini
Kontak Redaksi di This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 

Bali Tuan Rumah Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan IMF
Senin, 16 Oktober 2017

KOPI, Bali - Indonesia tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia (World Bank) di Bali , bulan Oktober 2018. Semua mata mata tertuju ke Indonesia akan menjadi pusat perhatian utama dunia.   Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menuturkan kepada wartawan “Indonesia juga bisa mendapatkan nilai plus dari penyelenggaraan acara ini karena ajang tahunan tersebut, bisa meningkatkan kegiatan bisnis. Semua mata di dunia ekonomi akan melihat... Baca selengkapnya...

Kunjungan Delegasi Bisnis Maroko Hasilkan Tiga Nota Kesepahaman
Senin, 16 Oktober 2017

KOPI, Jakarta - Delegasi bisnis dari Kerajaan Maroko berkunjung ke Republik Indonesia dari tanggal 11 hingga 15 Oktober 2017 dalam rangka Trade Expo Indonesia ke-32. Delegasi yang terdiri atas 30 pengusaha ternama itu mewakili tiga wilayah/kota di Kerajaan Maroko, yaitu Wilayah Fez-Meknes, Souss-Massa dan Kota Casablanca.   Salah satu tujuan utama kunjungan para pengusaha dari Negeri Matahari Terbenam itu adalah untuk meningkatkan... Baca selengkapnya...

Pengamat : PDIP Riau Sudah Digadaikan, Pilgubri Usung Kader Partai Lain
Minggu, 08 Oktober 2017

KOPI, Pekanbaru – Hiruk pikuk Pilgubri (Pemilihan Gubernur Riau)  akan diadakan pada Pemilu serentak tahun 2018 mendatang. Suasana politik di daerah Riau mulai memanas, masing-masing ketua Parpol (partai Politik) wilayah Riau mencari koalisi dengan partai lain. Bagi Parpol yang memenuhi kuota electoral threshold 20 % atau 13 kursi di DPRD Riau masih bisa mengusung kandidat pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Riau sendiri Periode... Baca selengkapnya...

Sambut Hari Batik Nasional, Pasaraya Blok M Gelar "Tribute to Batik 2017"
Senin, 02 Oktober 2017

KOPI, Jakarta – Dalam rangka memperingati hari Batik nasional 2 oktober 2017, Pasaraya menyuguhkan sebuah acara dengan tema "Tribute to Batik". Acara ini berlangsung pada 2 -8 oktober 2017, yang dibuka sesuai jam operasional Mall, yaitu pada pukul 10.00 - 22.00 WIB. "Tribute to Batik 2017" merupakan pameran Bazar batik kontemporer dan diisi dengan beragam kegiatan guna memupuk cinta batik pada generasi muda.   Pasaraya selaku salah satu... Baca selengkapnya...

Rektor Universitas Mpu Tatular Akan Perkuat Implementasi Pancasila, Sesuai Komitmen Deklarasi Bali
Senin, 02 Oktober 2017

Foto: Rektor UMT di Deklarasi Pimpinan Perguruan Tinggi se Indonesia di Bali   KOPI, JAKARTA Sejumlah 3.000-an Pimpinan Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia, hadir di Bali, untuk melakukan ikrar bersama dan bersatu padu melawan radikalisme.   Para Rektor, Ketua, Direktur Perguruan Tinggi tersebut menggelar aksi kebangsaan dalam bentuk Deklarasi, di Nusa Dua Bali Convention Center, Bali, Senin (25/09/2017). Acara bertema Aksi Kebangsaan... Baca selengkapnya...

Begini Kronologis Dugaan Psikopat Oleh Ketum PPWI, Hingga Akan Dipolisikan Oleh Sang Walikota
Sabtu, 30 September 2017

KOPI, Langsa (Aceh) - Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke sangat menyayangkan perilaku oknum Walikota Langsa yang ceroboh telah menyebarkan informasi berbentuk video yang amat tidak layak kepada warga masyarakatnya.   Menurutnya, video berisi penyiksaan dan pemenggalan leher manusia oleh sekelompok orang berpakaian ala militer itu sangat tidak pantas disebarluaskan oleh seseorang kepada orang lain, apalagi seseorang itu adalah kepala daerah... Baca selengkapnya...

Usai Pelantikan DPC-PPWI Sijunjung, Ketum PPWI Beri Pelatihan Jurnalisme Warga.
Kamis, 28 September 2017

KOPI, Sumatera Barat - Satu kesempatan berharga yang didapatkan oleh anggota dan pengurus DPC-PPWI Kabupaten Sijunjung, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke berkenan memberikan pelatihan singkat “Workshop Jurnalisme Warga”, yang bertempat di sekretariat Jl. Lintas Sumatera, Rabu, 27 september 2017.   Hadir pada kesempatan itu ketua DPC-PPWI Kabupaten Sijunjung, Syafrimal Tanjung dengan didampingi sekretaris Hendri Payan, dan juga dihadiri... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALKadin Jajaki Peluang Bisnis Lewat “Qat.....
19/10/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Timur Tengah mengadakan Indonesia - Qatar Business Forum untuk menjajaki peluang bi [ ... ]



DAERAHDipo Kontainer SPIL Meledak dan Terbakar.....
17/10/2017 | Eko Subroto

KOPI, Surabaya, Sabtu (13/10) - Telaah terjadi ledakan yang cukup keras di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, hingga terdengar mencapai ra [ ... ]



PENDIDIKANIPELMAJA Latih Mahasiswa Jadi Kritis.....
17/10/2017 | Rahmat Hidayat, Lbs

KOPIAceh Barat - Bertujuan untuk menjadikan mahasiswa Kritis dan bukan hanya tukang kritik, tidak pula apatis, serta tidak anarkis. Ikatan Pelajar  [ ... ]



EKONOMIArea Baru ACE Ke-9 Resmi Dibuka.....
19/10/2017 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Menempati area seluas lebih dari dari 1.200 M2, ACE baru Bandung Electronic Center (BEC) secara resmi dibuka dengan menghadirkan rib [ ... ]



HANKAMMasyallah… Memalukan, Minta Parkir Gra.....
14/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Setiap upacara selalu membaca Sumpah Prajurit, Sapta Marga, Pancasila. Tetapi tidak ada yang menerapkan dalam kehidupan bermasya [ ... ]



OLAHRAGASempena Hut Kuansing : Bupati H. Mursini.....
13/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Dari pantauan Pewarta Indonesia , Kamis pagi (12/10-17) dari luar Gedung DPRD kabupaten Kuansing, puluhan karangan bunga u [ ... ]



PARIWISATAPelabuhan Ulee Lheu Sudah Dangkal, Kapal.....
05/10/2017 | Rachmad Yuliadi
article thumbnail

KOPI, Banda Aceh- Dalam beberapa minggu terakhir ini aktivitas pelayaran dari pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh menuju pelabuhan Balohan Sabang terjadi k [ ... ]



POLITIK100 Hari Jalannya Roda Gubernur Aceh Per.....
18/10/2017 | Rachmad Yuliadi

KOPI, Banda Aceh - Tidak terasa waktu sudah berjalan selama 100 Hari. Pada tanggal 5 Juli 2017, pasangan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh Irwandi-Nova sec [ ... ]



OPINIAyah Sangat Berperan dalam Membentuk Seo.....
04/10/2017 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Banda Aceh - Dalam suatu keluarga pastilah terdiri atas ayah, ibu dan anak-anaknya. Bila sang ibu bertungas sebagai pengasuh anak maka sang ayah [ ... ]



PROFILDesa Langkan Wakili Lomba PHBS Tingkat P.....
28/09/2017 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Pelalawan - Terpilihnya Desa Langkan mewakili lomba PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) serta lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (P [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAJelang Usia 9 Tahun Majelis Sastra Bandu.....
02/10/2017 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Majelis Sastra Bandung (MSB) merupakan komunitas sastra nirlaba, berdiri 25 Janurai 2009. didirikan oleh penggiat sastra seperti Ded [ ... ]



ROHANIMengenal Abuya Syaikh H. Muhammad Muda W.....
26/09/2017 | Ismayadi Yadi
article thumbnail

KOPI - Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy Abu Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy DAYAH-DARUSSALAM [ ... ]



RESENSIDrama Korsel Berjudul Man Who Dies to L.....
30/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI – Jakarta - Drama Korea Man Who Dies to Live berhasil masuk sepuluh besar rating drama terbaik di Korea Selatan.
drama yang tayang di MBC ini j [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATITernyata Kur BRI Aceh Barat Bukan untuk .....
11/10/2017 | Syamsul Kamal

KOPI - Hendra (31) petani asal Krueng Tinggai kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat, mengaku sulit sekali bagi petani kecil untuk meningkatkan taraf [ ... ]



SERBA-SERBIMatrix Indonesia Gelar Hairdresser Idol .....
19/10/2017 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Matrix Indonesia selalu ingin meningkatkan kreativitas serta inovasi darl para hairdressers Indonesiai melanjuti kesuksesan acara Ha [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.