Diragukan Ekonomi SBY Pro Rakyat

0
30

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Pengamat ekonomi Hendri Saparini tidak mempersoalkan apakah menteri ekonomi yang akan ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nanti berasal kalangan partai politik atau profesional.

“Persoalannya bukan orang partai atau tidak. Tapi paradigmanya,” katanya ketika diminta komentar mengenai figur tim ekonomi pada kabinet mendatang, Jumat (10/7).

Meski orang partai kalau paradigma ekonominya ke pro rakyat, tidak masalah. Sebaliknya kalau profesional tapi paradigmanya pro pasar, percuma saja.”Tidak akan ada perubahan,” ucapnya.

Bahkan, ia juga meragukan sikap Presiden SBY yang meminta pembantunya (menteri, red) mengubah paradigma ke earth economy (ekonomi membumi) atau pro pasar, karena adanya kepercayaan rakyat yang begitu besar sehingga bisa menang dalam pilpres. “Terus terang, saya ragu. Pengalaman lima tahun sudah membuktikan,” ujarnya.

Apalagi dalam kampanye pilpresnya, Cawapres Boediono terang-terangan menyatakan akan menerus sistem ekonomi liberal yang pro pasar . Misalnya privatisasi (penjualan) terutama terhadap aset negara strategis akan dilanjutkan. Demikian soal utang luar negeri juga tidak diharamkan.

Boleh saja presiden menyatakan akan pro rakyat sebagai balas budi terhadap rakyat yang memilih. Tapi kenyataannya kita lihat saja nanti.

Henderi Saparini berkilah saat ditanya kemungkinan Boediono hanya pelaksana, sedangkan segala kebijakan di tangan presiden. “Saya tidak tahu bagaimana pembagian tugas antara Presiden dengan Wapres nanti,” ucapnya.

Namun terlepas dari itu, ia mengemukakan dengan menarik Boediono tentunya presiden sudah tahu karakter dari mantan Menko Perekonomian tersebut. Jadi tak mungkin Presiden tidak tahu tentang paradigma ekonomi Pak Boediono, tandasnya.