DPD Dorong Investasi Daerah

0
23

Pewarta-Indonesia, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendorong investasi daerah melalui Forum Ekonomi Islam Dunia atau World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-5. WIEF ke-5 melahirkan banyak kesepakatan dalam hubungan bisnis dan pembangunan daerah di Indonesia yang dipertegas dalam Memorandum of Agreement (MOA). Irman menandaskan, Indonesia telah menunjukkan keinginan dan komitmen untuk memperbaiki investasi dengan memperjelas peran sektor swasta dan sektor publik. Menyadari investor swasta akan selalu mencari kejelasan dan kepastian mengingat kepentingan mereka mengelola resiko berinvestasi, dibutuhkan kerangka pengelolaan resiko yang praktis. Kerangka tersebut harus menanggapi kelemahan berbagai kebijakan investasi dan menentukan jenis dan cara pengelolaan resikonya.

“Harus ada langkah yang terbaik untuk mengurangi resiko yang dihadapi sektor swasta ketika mereka mempertimbangkan akan berinvestasi di Indonesia,” demikian opening address Waki Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman selaku Ketua Panitia Pengarah (Steering Committee) WIEF ke-5 saat membuka 5th WIEF Post-Forum di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (4/3) pagi.

Agenda 5th WIEF Post-Forum difokuskan mengenai peluang-peluang berinvestasi di daerah-daerah, antara lain, pada sektor minyak dan gas, pertambangan, pertanian, infrastruktur, keuangan, dan pariwisata. Peserta WIEF ke-5 berdialog dengan Boediono, Gubernur Bank Indonesia (BI); Muhammad Lutfi, Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM); Sapta Nirwandar, Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata; dan A Riawan Amin, Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Selanjutnya, Gubernur, Bupati, dan Walikota beserta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BPKM) memaparkan sejumlah topik di bidang perminyakan, pertambangan, energi, infrastruktur, pertanian, pariwisata, dan keuangan melalui sesi paralel. Sesi paralel diisi paparan tentang peluang-peluang berinvestasi di Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Papua. Ia menggarisbawahi beberapa poin agenda 5th WIEF Post-Forum yang bermanfaat untuk daerah-daerah sebagai peserta.

Setelah peluang sektor-sektor teridentifikasi dan didukung sektor swasta melalui sumber-sumber dayanya, diharapkan semakin memulih kepercayaan investor terhadap kebijakan ekonomi dan investasi di Indonesia. Pengembangan suatu kerangka pengelolaan resiko yang praktis untuk sektor swasta harus segera dilakukan. DPD memahami harapan investor swasta agar kebijakan investasi di Indonesia dirasionalisasi disertai aturan pembiayaan yang sekompetitif mungkin.

Langkah-langkah utama yang dapat diambil Pemerintah seperti rencana komprehensif untuk meningkatkan pelayanan publik. Mengingat sektor swasta sangat menekankan kredibilitas lembaga yang khusus mengatur sektor swasta, Irman mengingatkan, peran Gubernur, Bupati, dan Walikota yang sangat penting untuk mewujudkannya di daerah masing-masing. “Saya menghimbau Saudara sekalian untuk memanfaatkan kesempatan yang baik ini dan menggali lebih jauh kesempatan berinvestasi di Indonesia demi kepentingan rakyat dan bangsa,” pungkasnya.

Selama penyelenggaraan WIEF ke-5, Irman mengatakan, terdapat kesempatan untuk memperoleh informasi yang sangat berharga dan berdiskusi intensif guna beroleh jawaban bagaimana mengatasi krisis ekonomi dunia. “Dapat disimpulkan bahwa untuk mengatasi krisis dunia kuncinya adalah komunikasi, perundingan, inovasi, dan kreativitas untuk kehidupan yang lebih baik bagi bangsa ini,” ujarnya. Selain itu, terdapat kesempatan untuk menyimak pemaparan mengenai berbagai isu, kebijakan, dan penerapan strategi pembangunan ekonomi dan investasi. Jawaban-jawaban mengenai bagaimana mengatasi krisis ekonomi dunia terangkum dalam Deklarasi Jakarta (The Jakarta Declaration).

Acara WIEF ke-5 bertema `Food and Energy Security & Stemming the Tide of Global Financial Crisis` ini dihadiri 1.557 orang, dengan 1.395 delegasi, 85 pembicara, dan 70 kepala negara yang berasal dari kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka WIEF ke-5 di tempat yang sama, Senin (2/3) pagi, dan ditutup Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Selasa (3/3) malam. WIEF ke-5 melahirkan Deklarasi Jakarta yang merekomendasikan penanggulangan krisis keuangan global; ketahanan pangan dan energi; serta usaha kecil dan menengah. Irman sendiri yang membaca Deklarasi Jakarta sebelum WIEF ke-5 ditutup Kalla. Selanjutnya, Malaysia akan menjadi tuan rumah WIEF ke-6 tanggal 18-20 Mei 2010.

Sumber: Bidang Pemberitaan dan Media Visual Sekretariat Jenderal DPD

Anda punya berita, artikel, foto, atau video? Publikasikan di sini
Kontak Redaksi di [email protected]