Gara-Gara Kamera Bolpoin, Munas Golkar Jadi Ricuh

0
33

Pewarta-Indonesia, PEKANBARU – Proses pemilihan Ketua Umum Partai Golkar berlangsung ricuh. Sejumlah pemilik suara dalam Munas sempat interupsi karena merasa hak suaranya dirampas. Padahal, pimpinan Munas sudah memutuskan berdasarkan AD/ART.

Dari pantauan diacara Munas, sejumlah kandidat ketua umum hanya duduk di tempat duduk melihat kejadian ini. Sementara  pada pendukung mereka saling adu mulut dan argumentasi.

Surya Paloh yang duduk bersebelahan dengan Jusuf Kalah, selama persiteruan terlihat hanya mengelus dagunya yang dipenuhi brewok. Sesekali ia terlihat berbicara dengan Jusuf Kalla yang duduk di sebelahnya. Mimiknya tenang.

Tak hanya itu saja, Surya Paloh juga kadang tampak menggoyang-goyangkan kakinya yang sebelahnya diletakkan di atas kaki sebelahnya lagi. Jusuf Kalla juga terlihat tenang. Sama seperti Surya Paloh, JK tampak sesekali memegang dagunya.

Sementara Tommy Soeharto dan Yuddy Chrisnandi juga terlihat tenang. Sesekali Tommy melihat kepada pihak yang bersiteru dengan pimpinan.

Sedangkan Aburizal Bakrie, pada saat kisruh, tampak sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon genggamnya. Namun begitu usai menelepon, ia tetap duduk tenang.

Ketika kisruh mulai memuncak, Jusuf Kalla naik ke tempat sidang. Tampak ia sedang berbicara dengan orang Golkar yang sedang berada di atas. Tak lama kemudian, persidangan bisa dilanjutkan dan situasi bisa diamankan.

Dan dimulailah pengisian surat suara yang dimulai dari Provinsi Aceh. Dan saat mencapai Provinsi Sumatera Utara, mulai terjadi keributan lagi. (vivanews)

BAGIKAN
Berita sebelumyaAku Punya Logika (Apa Kau Suka?)
Berita berikutnyaPrajurit TNI Gelar Reog Ponorogo dan Tari Kecak
Koran Online Pewarta Indonesia atau disingkat KOPI adalah sebuah media massa nasional berbasis jurnalisme warga (pewarta warga) yang dibangun dan dikelola oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Pimpinan redaksi KOPI adalah Wilson Lalengke, dibantu oleh ribuan penulis/pewarta lintas profesi, lintas agama, lintas strata sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain dari seluruh nusantara dan luar negeri.