Golkar Tidak Mungkin Jadi Oposisi

0
31

Pewarta-Indonesia, JAKARTA –  Partai Golkar tidak mungkin menjadi oposisi pemerintahan yang baru meskipun Jusuf Kalla gagal menjadi Presiden.

Demikian dikatakan Ketua Nasional Tim Sukses Jusuf Kalla-Wiranto, Fahmi Idris di Posko 2 Golkar Jakarta, Kamis (9/7).

Berdasarkan hasil penghitungan cepat atau quick count beberapa lembaga survei seperti Lembaga Survey Indonesia (LSI), perolehan suara JK-Win jauh dibawah Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang mendapatkan 60 persen suara.

Fahmi menegaskan, meskipun JK gagal menjadi Presiden, namun tidak ada budaya dalam Partai Golkar menjadi oposisi.

“Partai Golkar sudah sejak lama selalu menjadi partai yang berkuasa. Sehingga mekanisme, karakter yang ada di dalam dirinya adalah partai yang menata bangsa dan negara dan bukan partai yang berada pada posisi yang mengkritik dari waktu ke waktu, yang ingin meluruskan dari waktu ke waktu kebijakan pemerintah. Jadi karena kebiasaan yang sudah berjalan lama lebih dari 30 tahun itu, agak kaku bagi Golkar berada sebagai partai oposisi,” kata dia.

Fahmi juga yakin sejumlah elit partai Golkar pasti bersedia menjadi menteri dari kabinet SBY-Boediono, apalagi sudah ada elit Partai Golkar yang mendekat ke SBY.

Sebelumnya, pada tahun 1999 lalu Fahmi Idris pernah menawarkan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar saat itu, Akbar Tandjung untuk menjadi oposisi ketika suara Partai Golkar kalah dengan PDI Perjuangan.