Hidayatullah Gelar Seminar Peradaban Islam

0
27

 

Pewarta-Indonesia, Hari Rabu (20/05) ini, organisasi massa Islam Hidayatullah menyelenggarakan acara Seminar Peradaban Islam, bertempat di Hotel Sahid Jaya Jl. Sudirman Jakarta Pusat. Acara dimulai pukul 09:00 sampai dengan pukul 17:00. Selain mengundang pembicara yang sudah dikenal secara nasional, Hidayatullah juga mengundang tokoh tokoh internasional.Di antara yang akan hadir Dr. Dato’ Seri Datuk Anwar Ibrahim, mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia dan salah seorang pendiri Institut Pemikiran Islam Antara Bangsa (IIIT) di Washington. Anwar bertindak sebagai keynote speech mendampingi Dr. Abdul Mannan, MM, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah.

Pembicara lain yang juga sudah dipastikan hadir Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua PP Nahdlatul Ulama Kyai Hasyim Muzadi, praktisi perzakatan Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, pakar politik Dr. Amien Rais, dan Anggota DPD  MPR-RI Ir. Abdul Aziz Kahar Muzakkar.

Seperti diperkirakan, wartawan bodrex sejak awal mulai “menggempur”. Terbukti beberapa hari sebelum acara, menurut panitia, banyak oknum yang menelfon ke nomor kontak panitia mengaku sebagai wartawan. Anehnya, nama media tempat dimana mereka katanya bekerja, terdengar asing di telinga. Bahkan aneh.

“Nama medianya asing ditelinga, sehingga kami tidak bisa memberikan izin. Sebetulnya, wartawan dan siapa pun bisa meliput. Asalkan tidak ada unsur “ngebodrex”. Dan juga mesti ada izinlah dari panitia,” seloroh Dedep Ruswanda, salah satu panitia.

Ruswanda menambahkan, acara ini terbuka untuk umum. Untuk kontribusi peserta, kata dia, silahkan menghubungi panitia. “Rp. 250.000 perorang. Tempat terbatas, kami hanya menyediakan 200 kursi,” tambahnya.

Seminar yang terselenggara atas dukungan banyak pihak ini merupakakan rangkaian acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Hidayatullah yang akan berlangsung selama 3 hari kedepan. Rakornas ini di hadiri oleh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah seluruh Indonesia.

Pentingnya Memahami Islam Secara Holistik

Hidayatullah didirikan pada tanggal 7 Januari 1973 / 2 Dzulhijjah 1392 H di Balikpapan dalam bentuk yayasan sebuah pesantren, oleh Ust. Abdullah Said (alm). Dari sebuah bentuk pesantren, kemudian berkembang dengan berbagai amal usaha di bidang sosial, dakwah, pendidikan dan ekonomi serta menyebar ke berbagai daerah hingga pada tahun 2003 sudah terbentuk jaringan kerja (networking) Hidayatullah di 200 kabupaten dan berada di seluruh Provinsi di Indonesia.

Hidayatullah memandang bahwa kemunduran umat Islam lebih disebabkan karena pandangan yang parsial dalam memahami keholistikan ajaran Islam. Masing-masing kelompok mengambil tema dan titik tekan program sesuai dengan pandangannya yang sangat parsial bahkan tema dan titik program itu seringkali menjadi semacam ‘ideologi’ kelompok. [ai/www.pewarta-indonesia.com]