Jakarta Kondusif, Kendati Berstatus Siaga Satu

0
32

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Meski dinyatakan dalam keadaan kondusif, setelah meledaknya dua bom, Jumat (17/7) pagi, di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Ibu Kota ditetapkan dalam status siaga I. Pukul 07.50 WIB ledakan besar terjadi di Hotel JW. Marriott, dan lima menit kemudian di Hotel Ritz Carlton.

“Ya, Jakarta Siaga satu tetapi tetap kondusif,” kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, di sela aktivitas mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjenguk korban di RS MMC, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat siang.

Sebelumnya, Menko Polhukam Widodo AS mengungkapkan, ledakan di dua lokasi hotel mewah tersebut tergolong high explosive. “Ya, dipastikan high explosive,” ujar mantan Panglima TNI itu dalam keterangan singkatnya kepada wartawan usai meninjau lokasi ledakan di Hotel JW Marriott.

Dalam kesempatan itu Widodo didampingi Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Widodo agak tergesa-gesa, karena dipanggil Presiden Yudhoyono di Istana Negara. Turut dipanggil untuk melakukan rapat koordinasi Kapolri Bambang Hendarso Danuri, dan Kepala BIN Syamsir Siregar. Presiden memantau penanganan kasus tersebut dari Istana.

Sampai menjelang Jumat sore, sedikitnya terdapat sembilan korban tewas, dan puluhan orang luka-luka. Di RS MMC saja, saat ditinjau Presiden, terdapat 36 korban bom Marriott dan Ritz Carlton, masing-masing 18 WNI dan 18 WNA.

Seorang korban bernama Rinaldi Domanik yang merupakan petugas security Bank Panin sudah boleh pulang dan telah meninggalkan RS MMC. Sebelumnya, dua wanita muda juga diperbolehkan pulang, setelah mendapat perawatan seperlunya.

Informasi lainnya diperoleh, ada sembilan korban yang harus menjalani operasi, tujuh orang di antara warga negara asing. Mereka, Kevin, Peter, Scott Miriles, Simon Louis, Gary Ford, Cindy, Andrew. Lalu, dua orang lagi, warga negara Indonesia, Dadang Hidayat dan Sudargo.

Presiden mengutuk pelaku bom, dan meminta aparat keamanan segera meringkus pelakunya. Presiden juga meminta masyarakat tenang, karena pihak keamanan sudah menyelidiki kasus tersebut, dan sudah mengamankan situasi.  (**)