Jelang Perayaan HUT RI Paspampres Jamin Keamanan Istana Negara

0
26

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Menyusul ancaman keamanan terhadap kepala negara oleh kelompok teroris, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) siap menjamin keamanan rangkaian kegiatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64, khususnya di Istana Negara.

Komandan Paspampres Mayjen TNI Marciano Norman, ketika mendampingi kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Nusa Dua, Bali, Senin (10/8), mengatakan bahwa seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan 17 Agustus akan dimeriahkan dengan undangan dari berbagai lapisan masyarakat di Kompleks Istana Negara.

Namun, lanjutnya, Paspampres siap menjamin keamanan Kepala Negara dan juga para undangan. “17 Agustus kali ini akan digelar kegiatan-kegiatan di Istana sama seperti tahun-tahun lalu. Tentunya kita juga mengharapkan undangan akan banyak, tetapi kita juga menjamin keamanan mereka. Menjamin keamanan mereka itu di Istana adalah tanggung jawab Paspampres,” tuturnya.

Menurut Marciano, pihak rumah tangga Istana telah mengatur distribusi undangan dan telah disesuaikan juga dengan pertimbangan keamanan Istana demi kelancaran upacara peringatan.

Paspampres, pada peringatan hari kemerdekaan, juga bekerjasama dengan Kodam Jaya dan Kapolda agar semua kegiatan berjalan lancar. “Menjamin keamanan istana itu adalah tanggung jawab Paspampres, di luar adalah tanggung jawab Pangdam dan Kapolda, sehingga kami bekerjasama menggelar satu keamanan yang memadai sehingga kegiatan dapat dilaksanakan secara aman dan nyaman,” jelasnya.

Berkaitan dengan pengungkapan rencana kelompok teroris yang ingin menyerang kediaman pribadi Presiden Yudhoyono di Puri Cikeas Indah, Bogor, Marciano mengatakan, sampai saat ini belum ada rencana dari Presiden untuk berpindah tempat tinggal. “Belum ada rencana itu,” ujarnya.

Paspampres, lanjutnya, terus mengevaluasi segala kemungkinan ancaman keamanan yang dapat terjadi dan melakukan evaluasi untuk memeriksa kesiapan personil, peralatan dan latihan sesuai dengan kondisi terkini. “Evaluasi itu dihadapkan pada ancaman aktual yang dinamis, sehingga dari ancaman itu Paspampres mampu menggelar pengamanan terkini menghadap itu,” ujarnya.

Dari evaluasi selalu dilakukan itu, Marciano mengatakan, pengamanan terhadap kepala negara dapat diperketat atau dilonggarkan sesuai dengan ancaman terkini yang dihadapi.

Untuk operasional, jelasnya, Paspampres tidak bekerja sendirian, tetapi juga bersandar kepada pengamanan wilayah tempat Presiden Yudhoyono beraktivitas yang digelar oleh Kodam dan Polda setempat. “Saya selaku Danpaspampres bertanggungjawab pada ring satu saya, sedangkan di luar juga melaksanakan evaluasi pengamanan yang sama. Jadi kalau ancamannya meningkat, mulai dari lapisan ketiga, kedua, lalu ke kita juga pengamanannya meningkat. Kita tergantung saja, kita up and down lah,” demikian Marciano. [Ant]

BAGIKAN
Berita sebelumyaKehidupan Setelah Kehidupan
Berita berikutnyaPengamat : Kelompok Noordin Tidak Akan Balas Serangan
Koran Online Pewarta Indonesia atau disingkat KOPI adalah sebuah media massa nasional berbasis jurnalisme warga (pewarta warga) yang dibangun dan dikelola oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Pimpinan redaksi KOPI adalah Wilson Lalengke, dibantu oleh ribuan penulis/pewarta lintas profesi, lintas agama, lintas strata sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain dari seluruh nusantara dan luar negeri.