Jenazah dr. Olivia Peter Tiba di Bandara Soeta

0
36

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Jenazah dr. Lidya Olivia Peter malam ini tiba di Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten setelah diterbangkan dari Bandara Pattimura, Ambon siang tadi.

Korban meninggal dunia akibat tertembak peluru dari pistol milik seorang perwira TNI di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Rabu (12/8) kemarin.

Hingga berita ini diturunkan keluarga korban telah datang di Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta. Serah terima jenazah menurut rencana akan dilakukan malam ini, dari pihak Departemen Kesehatan kepada pihak keluarga dr. Lidya Olivia Peter. Dari pihak Depkes akan dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Pantauan malam ini, di depan tempat jenazah disemayamkan terdapat puluhan personil TNI berpakaian loreng-loreng dan sejumlah perwira. Namun sejauh ini kesatuan mereka belum diketahui.

Dokter yang lahir di Jakarta, 15 Maret 1985 tersebut bekerja di Dinas Kesehatan Propinsi Maluku, dan ditempatkan di Kabupaten Seram Bagian Barat yang mempunyai kriteria terpencil sejak 1 April 2009.

Putri pertama dari dua bersaudara ini menamatkan SD-nya pada tahun 1996 di SD Strada Bekasi, dan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 2008. Putri pasangan Ir. Yunus Peter dan Dr. dr. Carmen Siagian ini juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti menjadi anggota Center for Indonesian Medical Student Activity.

Usai serah terima jenazah, menurut rencana jenazah akan dibawa ke rumah duka di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Belum diperoleh informasi kapan jenazah akan dimakamkan.

Kadispen AD: Murni Kecelakaan

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Kostrad, Letkol Inf. Husni mengatakan, kasus tertembaknya dr. Lidya Olivia Peter di Kecamatan Taniwel, Seram Bagian Barat, Maluku adalah murni kecelakaan. Kini Lettu Inf. Donny Rahmat Putra sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan di Detasemen Polisi Militer Masohi, Ternate.

Mewakili TNI Angkatan Darat, pihaknya kata Husni, menyatakan permintaan maaf kepada pihak keluarga korban.

Ia juga memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang lagi di masa yang akan datang, utamanya pada persoalan kesalahan prosedur para personil di lapangan yang sedang diterjunkan oleh TNI AD.

“Yang perlu saya tegaskan adalah, terjadi kesalahan prosedur di dalam pengamanan senjata. Sehingga ini menjadi bahan evaluasi dan pelajaran yang sangat berharga bagi prajurit TNI, khususnya bagi Kostrad ke depan, untuk lebih berhati-hati dan memegang teguh prinsip-prinsip pengamanan senjata,” jelas Husni.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah dr. Lidya Olivia Peter sudah dibawa ke rumah duka di Kompleks TVRI Blok C No.50, Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat.

Sumber image: google.co.uk